My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Extra Part 5



Alex dan Bianca menunggu dengan cemas di luar ruang operasi. Bella sedang berjuang di dalam sana untuk melahirkan bayi kembarnya ditemani oleh Brian.


"Duduk aja sayang, mereka akan baik-baik saja" Bujuk Alex yang merasa iba pada Bianca yang sejak tadi mondar mandir dengan gelisah.


"Iya nak Bianca duduk aja, nanti kamu kelelahan. Kasihan kamu lagi hamil besar" timpal mama Bell yang juga ikut menunggu di luar.


"Iya tante" Bianca mengangguk, Alex membantu istrinya yang sudah kesulitan bergerak untuk duduk di bangku.


Sementara itu di ruangan tempat di mana operasi sedang dilakukan Brian menggenggam tangan Bella dengan erat, ia menciumi wajah istrinya. Di bagian bawah yang dihalangi tirai dokter sedang melakukan pembedahan pada Bella untuk mengeluarkan bayi kembar yang sudah mereka nantikan sekian lama.


Brian dan Bella saling menatap namun tak ada obrolan diantara mereka. Hanya sesekali terdengar Brian membisikkan kata cinta untuk istrinya. Dalam hati keduanya sibuk melantunkan doa-doa untuk kesehatan bayi mereka dan juga kesehatan untuk Bella.


Berkisar antara 15-20 menit kemudian terdengar tangisan bayi yang membuat Bella dan Brian berpandangan, air mata keduanya kompak berhamburan saat suster menyerahkan bayi laki-laki pertama mereka, dibantu oleh suster tersebut sang bayi diletakkan di dada Bella untuk melakukan inisiasi menyusui dini, berselang 2 menit terdengar lagi tangisan bayi yang menandakan bayi ke dua Brian dan Bella sudah berhasil di keluarkan.


Brian dan Bella terus berurai air mata menyaksikan kedua buah hati mereka kini berada di atas tubuh Bella. Keduanya diselimuti rasa haru dan juga bahagia tak terkira, kini mereka telah resmi menjadi orang tua.


"Terima kasih sayang sudah berjuang untuk bayi kita" Brian mendaratkan kecupan di kening istrinya.


"Terima kasih juga sudah mempercayaiku untuk memiliki bagian dari abang" Balas Bella.


🍁🍁🍁


"Ah ganteng banget, mukanya sama. Aduh lucunya, gemes" celoteh Bianca sambil mencolek pipi keponakan kembarnya.


"Abang, Bian pengen juga yang kembar kayak gini" Ucap Bianca pada Alex dengan nada manja setengah merengek seperti Regan yang sedang meminta mainan.


"Nanti ya abis yang ini lahir kita bikin bayi lagi yang kembar" ucap Alex sambil terkekeh, tangan nya mengusap lembut perut Bianca.


"Ampun yah, yang di perut aja belum lahir uda ngerencanain punya lagi. Emang ajaib kalian" ucap Brian sambil menggelengkan kepalanya.


Alex hanya bisa tertawa menimpali gerutuan kakak iparnya.


"Bang siapa namanya?" Tanya Bianca, ia duduk di kursi sebelah ranjang Bella.


"Arash dan Aresh" jawab Brian.


"Emang harus ya bang namanya agak sama gitu mentang-mentang kembar? Nggak boleh gitu yang satu Basket yang satu keranjang?" Ucap Bianca asal.


"Nyebelin, keponakan sendiri masa dikatain gitu" protes Bella sambil menepuk pundak Bianca.


"Becanda Bell, cuma perumpamaan" Ucap Bella sambil terkekeh.


"Supaya mereka nggak ngerasa saling iri makanya nggak dibuat terlalu beda jauh namanya" Timpal Brian.


Bianca mengangguk tanda mengerti. Ia beralih pada Bella.


"Selamat ya udah jadi mommy, gimana rasanya"


"Luar biasa, pokoknya aku bahagia. Tapi bahagianya tu beda, ada rasa pengen nangisnya juga. Ah nggak bisa dijelasin pokoknya bahagia" ucap Bella.


"Iya aku tau kok rasanya nggak usah pusing-pusing ngejelasin"


"Selamat menikmati masa berpuasa" Bisik Alex namun masih bisa didengar oleh Bianca dan Bella yang terkikik geli melihat ekspresi lesu Brian.


"Aku mau pipis dulu ya Bell" Bianca beranjak dari duduk nya namun tiba-tiba ada yang pecah di bagian bawah tubuhnya dan langsung membasahi pakaian Bianca.


"Bang" Ucapnya lirih pada Alex yang seketika panik. Begitupun Brian dan Bella yang tampak melongo.


"Apa itu?" Tanya Brian dengan suara lemah.


"Jangan-jangan ketuban" Teriak Alex sambil berlari dan langsung menggendong tubuh istrinya.


Ia langsung membawa tubuh Bianca keluar dari kamar rawat Bella, meninggalkan sepasang suami istri yang masih terpaku berusaha mencerna apa yang terjadi.


"Sus tolong sepertinya istri saya akan melahirkan" Ucapnya panik. Sebenarnya sejak tadi Bianca memang sudah merasa perutnya agak sakit, tapi ia mengira hanya kontraksi palsu atau karena terlalu gugup menanti kelahiran bayi kembarnya. Ia sengaja tak memberitahu Alex takut pria itu panik dan merespon nya dengan berlebihan seperti saat dirinya melahirkan Regan.


Suster segera mengarahkan Alex ke ruang bersalin dan memanggil dokter.


"Sabar ya sayang, sakit ya?" Alex terlihat sangat berusaha untuk tidak terlihat panik. Ia menggenggam tangan istrinya.


"Bian kuat nggak nahan sakitnya?"


"Iya bang, Bian kuat" Ini memang sakit tapi Bian merasa tak sesakit saat melahirkan Regan.


Tidak terlalu lama menunggu, dokter datang dan memeriksa Bianca.


"Sudah bukaan 10, bayinya sudah siap dilahirkan" Ucap sang dokter. Ia segera memerintahkan pada suster untuk menyiapkan semuanya.


Dokter mulai menuntun Bianca agar mulai mengedan, karena sudah pernah melahirkan Bianca sudah cukup berpengalaman. Sangat berbeda saat ia melahirkan Regan, kali ini prosesnya berlangsung cepat. Hanya dua kali mengedan bayi mungil itu berhasil Bianca lahir kan. Dokter bilang hal ini sangat wajar mengingat ini anak kedua apalagi jarak antara anak pertama dan kedua sangat dekat.


Meski anak kedua, rasa haru dan bahagia Alex dan Bianca rasakan sama besar saat anak pertama mereka lahir. Alex menciumi wajah Bianca dengan bersimbah air mata.


"Selamat bayi nya perempuan, cantik seperti mamanya" Suster menyerahkan bayi yang sudah dibersihkan pada Bianca untuk melakukan IMD.


Kebahagiaan Bianca dan Alex terasa begitu lengkap dengan hadirnya Regan dan bayi perempuan mereka saat ini.


🍁🍁🍁


"Selamat ya" Brian mencium kening sang adik. "Bella tadi maksa banget pengen ke sini tapi karena kondisinya yang nggak memungkinkan makanya abang larang." Kini Brian berjalan ke arah box bayi Bianca dan Alex.


"Cantik kan?" Ucap Alex yang sejak tadi tak henti memandangi wajah anak perempuannya.


"Iya sangat cantik, kita benar-benar harus menjaganya dengan ekstra. Jangan sampai ada pria hidung belang yang mendekatinya" ucap Brian sambil menatap penuh arti pada Alex.


Alex tersenyum masam, ia tau Brian menyindirnya.


"Pasti dia akan terjaga dengan baik bang, kan ada bang Alex juga abang yang akan menjaganya. Dia juga memiliki 3 abang yaitu Regan, Arash dan Aresh yang pasti juga akan selalu melindunginya" timpal Bianca.


"Iya dek, abang harap dia nggak jatuh cinta sama sahabat dari abang-abang nya" ucap Brian.


"Sialan lu bro" Alex memukul lengan kakak iparnya tersebut.


"Nggak apa-apa bang, kalau orang nya bertanggung jawab dan penyayang kayak bang Alex Bian nggak masalah" Alex melemparkan senyum pada Bianca yang selalu menyelamatkan harga dirinya di depan Brian.


"Oh ya siapa namanya? nanti netizen bertanya-tanya kalo namanya belum dikasih tau" Ketiganya kompak terbahak.


"Biarin lah bang, biarkan mereka menebaknya sendiri" Tawa ketiganya semakin pecah.


🍁🍁🍁


Guys sorry lama banget ya... πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


Sekarang aku uda ngga ada utang lagi, anak-anak mereka uda lahir semua ke dunia.


Jadi cerita ini benar-benar End yah...


Jangan lupa mampir ke


🌸Affair dengan Tunangan Sahabatku (End)


🌸Tragedi Bachelor Party (End)


🌸My Lovely Davina (On Going)


😍😍😍