My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Chapter 59



Setelah acara inti selesai acara dilanjutkan dengan makan bersama. Pernikahan Bianca dan Alex memang digelar secara sederhana namun justru terasa begitu hangat dan sakral.


Sedikitpun tak mengurangi kebahagiaan sepasang pengantin baru itu.


"Kapan kalian nyusul kita" Celetuk Alex pada Bella dan Brian yang kebetulan duduk berdekatan.


Brian mendengus mendengar pertanyaan Alex tersebut.


"Aku udah siap kapan pun, tinggal nunggu bang Brian ngelamar" Jawab Bella santai yang membuat Brian semakin sebal.


"Mimpi aja terus" ucap pria itu sinis.


"Iya bang, aku akan terus bermimpi dan berdoa semoga suatu hari nanti kita bisa seperti Bianca dan Alex." Bianca dan Alex terkekeh mendengar ucapan Bella yang ditanggapi dengan sangat kesal oleh Brian.


"Abang emang suka jual mahal, padahal tadi aku lihat kok bang Brian nggak berkedip mandangin aku waktu mendampingi Bianca. Pasti Abang terpana kan? atau abang diam-diam sedang mengkhayal bagaimana cantiknya aku saat memakai baju pengantin?" lanjut Bella lagi yang membuat wajah Brian memerah dan salah tingkah.


"Ow ada yang ketangkap basah nih" Goda Bianca sambil tertawa.


"Ah dia ngarang Bi, nggak usah dipercaya" Elak Brian.


"Beneran juga nggak apa-apa bang, Bella emang cantik kok. Ya nggak bang?" Bianca menoleh pada Alex meminta dukungan pria itu.


"Iya, tapi tetap cantikan Bian" Ucap Alex yang membuat Bianca tersipu malu sementara Bella mencebik kesal.


"Iya dech yang lagi bucin, jelas lah yang paling cantik itu bini nya" cibir Bella sementara Alex dan Bianca kembali tak bisa menahan tawanya.


Obrolan mereka terus mengalir dengan penuh keakraban, bahkan mama Rani dan papa Johan sempat memberikan wejangan pada pengantin baru tersebut tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baru akan mereka mulai.


"Kayaknya Bian uda kecapean dech, kami ke kamar dulu ya" Ucap Alex saat melihat wajah Bian beberapa kali menguap. Hari memang sudah semakin malam.


"Kalian nggak nginap di hotel?" tanya Bella.


"Nggak Bell, di rumah aja" Jawab Bianca lirih seperti nya gadis itu benar-benar mulai lelah. Sejak tadi ia memeluk lengan Alex dengan kepala yang ia sandarkan pada tubuh pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Untung bayi dalam kandungan nya begitu pengertian hari ini, Bianca tida mengalami mual seperti biasanya.


"Iya di rumah aja, rencana minggu depan mau honeymoon. Jadi uang nya mending buat di sana nanti" ucap Alex sambil terkekeh.


"Ih perhitungan banget, abang nanti jangan gitu ya" Ucap Bella pada Brian.


"Aku mau kayak Alex juga nanti" Jawab pria itu santai.


"Yah nggak apa-apa dech, yang penting sama abang" ucap Bella yang membuat Brian tersenyum masam karena nya.


🍁🍁🍁


"Kamu ngerepotin, kenapa juga nggak bawa mobil" Gerutu Brian pada Bella yang minta diantar pulang.


"Bahaya, ini udah malam." Ucap nya, hati Bella bersorak bahagia. Pria ini meski masih mendewakan rasa gengsi namun terlihat benar-benar peduli padanya.


"Nggak usah bang, nanti ngerepotin abang" Bella mencoba untuk sedikit jual mahal, padahal hatinya sudah tak karuan takut pria itu akan menyetujui niat nya.


"Nggak udah cerewet" Brian menarik tangan Bella menuju mobilnya, gadis itu tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang tengah memenuhi hatinya.


"Makasih ya bang" Bella tersenyum manis pada Brian saat keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Nggak usah baper, aku cuma nggak mau sahabat adikku kenapa-kenapa. Bian pasti marah kalau aku ngebiarin kamu pulang sendiri"


"Iya bang aku tau, tapi aku tetap mau bilang makasih." ucap Bella cuek. Brian tak menjawab lagi, ia melajukan mobilnya menembus jalanan yang mulai lengang.


"Bang, beneran abang nggak punya perasaan apa-apa ke aku?" Tanya Bella tiba-tiba memecah keheningan.


"Iya benar" Brian yang sempat kaget dengan pertanyaan tiba-tiba gadis itu akhirnya menjawab. Ia dapat melihat kilatan kekecewaan di mata Bella meski dengan cepat gadis itu sudah berhasil menguasai dirinya.


"Jangan menyesal ya kalo misal tiba-tiba aku berhenti mengejar abang" Brian kembali menatap sekilas pada Bella, dan sialnya Brian merasa hatinya sedikit gusar mendengar ucapan gadis itu.


"Tapi nyerah nya belum sekarang bang, belum ada rencana dalam waktu dekat ini. Jadi abang masih punya waktu untuk berfikir" ucap Bella sambil tertawa, namun Alex malah tampak berusaha mencerna ucapan gadis berisik yang selalu mengganggu nya ini.


"Tapi aku juga nggak akan sanggup kalo nunggu nya terlalu lama seperti yang dilakukan Bian ke Alex, 7 tahun loh bang. Setia banget ya Bianca" Brian masih diam, ia tak tau harus menjawab apa atas celotehan Bella yang seakan tak pernah lelah berkicau. Namun Brian tak bisa menepis bahwa kata-kata Bella berhasil mengganggu ketenangan hatinya.


Setelah beberapa saat mobil Brian telah tiba di halaman rumah Bella, namun gadis itu malah mengubah posisinya dan menghadap ke arah Brian.


"Bang kira-kira malam pertama Bian sama Alex uda mulai belum ya?" Mata Brian membulat mendengar pertanyaan Bella yang begitu santai nya, Brian tak habis fikir akan jalan fikiran gadis ini.


"Fikiran kamu itu aneh banget, bisa-bisanya memikirkan hal seperti itu" Ucap Brian, sungguh mengherankan Bella bisa sesantai itu membahas hal yang menurut Brian begitu tabu.


"Yah namanya juga penasaran bang, mungkin mereka nggak akan tidur sepanjang malam ini. Wah pasti luar biasa" Tatapan Bella tiba-tiba menerawang.


"Kamu kayaknya uda berpengalaman banget soal itu. Uda sering?" Tanya Brian sinis. Bella yang mendengar hal itu tampak panik.


"Enggak lah, enak aja! aku tu masih tersegel dengan baik bang. Ciuman aja baru sekali yang waktu sama abang" ucap Bella dengan wajah merona, Brian begitu kaget tak menyangka Bella akan kembali mengingatkan nya pada momen tak terlupakan yang masih kerap menghantui fikiran nya, tak terkecuali saat ini mata Brian tiba-tiba terfokus pada bibir Bella. Suasana yang temaram entah mengapa membuat bibir Bella terlihat begitu seksi dan menggoda.


"Aku uda janji untuk memberikan nya buat abang" lanjut Bella lagi yang membuat Brian semakin merasakan darahnya mengalir dengan cepat. Wajah Bella merona namun tatapan penuh keyakinan dan pengharapan dari Bella membuat jiwa Brian meronta


'Bella benar-benar gila' Umpat Brian. Pria itu merasa kesulitan mengendalikan dirinya, dan entah bisikan dari mana hingga Brian tiba-tiba meraih tengkuk Bella dan menyesap bibir Bella dalam.


🍁🍁🍁


Ternyata maksain buat up sementara mood lagi berantakan itu nggak bagus. Hasilnya malah nggak ada feel nya....


Aku nggak ngerasain greget nya pada bab ini. 🙄🙄😞😞