
Bian memandangi wajah nya di cermin untuk memastikan bahwa penampilan nya sudah sempurna.
"Nanti malam jam 7 abang jemput. Dandan yang cantik ya, abang mau ajak Bian dinner romantis" ucap pria itu tadi pagi sebelum berangkat ke kantor.
"Abang uda izin bang Brian?"
"Udah kok, diizinin" Alex mencium kening Bian untuk ke sekian kali sebelum naik ke mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan gadis itu untuk menuju kantor nya.
Ia memang ingin mengajak Bian merelaksasi fikiran karena beberapa hari ini mereka telah melalui hal pelik yang cukup menguras energi dan emosi keduanya. Terlebih mendekati pernikahan Bianca terlihat gugup. Alex tidak ingin membuat bayi mereka ikut merasakan stres.
Dan di sini lah Bian kini, hampir 20 menit ia lewatkan waktu dengan berdiri di depan cermin memandangi lagi penampilan nya sembari menunggu Alex menjemputnya. Ia tak ingin tampil mengecewakan di kencan pertama nya. Boleh dong Bian menyebut dinner nya bersama Alex malam ini adalah sebuah kencan?
Bian tampak cantik dengan mini dress one shoulder yang menunjukkan bahu mulus bagian kirinya, warna pink fanta yang ia pilih sangat kontras dengan kulit putih mulus miliknya.
Rambutnya yang dicepol dengan gaya messy bun juga menunjukkan leher jenjang Bianca hingga tampilan nya begitu seksi malam ini. Tak lupa polesan make up natural menambah sempurna penampilan nya. Bian harap Alex akan menyukai penampilan nya ini.
Ponsel nya berdering, menyadarkan Bianca dari lamunan nya.
"Hallo bang" Senyum tersungging di bibir gadis itu saat menyapa calon suaminya.
"Abang uda di depan sayang" Mendengar itu Bianca segera memakai flatshoes hitam miliknya. Ia segera melangkah keluar tak ingin membiarkan Alex menunggu lebih lama.
"Bian uda siap bang" Ucap gadis itu dengan senyum nya. Alex segera mematikan sambungan telfon nya kala sang gadis pujaan telah ada di hadapan nya. Matanya tak bisa menutupi keterpanaan nya pada sosok gadis yang terlihat lebih segar dan ceria malam ini. Tampilan Bianca yang sebenar nya telah kembali setelah beberapa waktu lalu murung selalu menyelimuti wajah itu.
"Terlalu seksi Bi, abang nggak rela kalo Bian dilihat oleh pria lain dengan tampilan yang seperti ini" ucap pria itu yang membuat Bianca mengerucutkan bibirnya.
"Jadi Bian harus ganti bang?" Ucap gadis itu lesu.
"Enggak usah, lain kali jangan berpakaian seperti ini lagi kalo mau ke luar. Bian hanya boleh seperti ini di depan abang. Bian mengerti?" Ucap pria itu tanpa melepaskan tatapan nya pada Bianca.
"Jangan malam-malam pulang nya Lex, jangan sampai Bian kecapean" Ucap Brian yang datang menghampiri mereka.
"Iya Yan tenang aja. Kami berangkat ya?" Pamit Alex yang dibalas anggukan oleh pria itu.
"Bye abang, ajak saja Bella ke sini kalo abang kesepian" Bianca terbahak kala melihat wajah masam Brian mendengar nama sahabat nya ia sebut.
🍁🍁🍁
"Kita dinner nya di apartemen abang?" Tanya Bianca saat Alex menghentikan mobilnya di basement gedung apartemen pria itu.
"Iya sayang"
"Karena pakaian Bian terlalu seksi?" Tanya Bianca lagi.
"Enggak, dari awal abang memang mau ajak Bian dinner di sini. Biar lebih santai aja" ah pantas saja pria itu tidak memintanya mengganti baju.
"Santai apanya kalo pakaian Bian saja begini, abang juga rapi banget pake kemeja segala padahal cuma di apartemen" Ucap Bianca sambil tersenyum geli menyadari penampilan mereka yang begitu rapi jika hanya untuk makan malam di rumah.
"Bian kecewa cuma abang ajak dinner di apartemen bukan di restoran mewah?"
"Enggak bang, Bian suka kok" Jawab gadis itu cepat sembari menggelengkan kepalanya. Ia terlihat panik. Alex merasa begitu gemas pada respon calon istrinya itu, tampak sekali Bian yak ingin membuat dirinya kecewa.
Alex merangkul pinggang gadis itu kala keduanya mulai berjalan menuju unit apartemen Alex.
"Kamu tunggu di sini sebentar ya bi" Alex menuntun Bianca untuk duduk di sofa. Ia lalu beranjak menuju kamar nya, entah untuk apa Bianca hanya menurut saja.
Hampir 15 menit menunggu akhirnya Alex ke luar dari kamar nya dan menghampiri Bianca.
"Abang ngapain? kok lama"
"Maaf sayang, bosan ya nunggu nya?" Alex mengulurkan tangan nya dan segera di raih oleh gadis itu. Alex menarik tubuh Bian agar lebih rapat padanya, lalu sebuah kecupan di bibirnya Bianca rasakan yang membuat dadanya bergejolak dengan wajah yang memanas. Hanya kecupan singkat, namun begitu menggetarkan.
Bianca belum sempat menguasai dirinya saat Alex malah menggendong nya dan membawa tubuhnya menuju kamar pria itu, sungguh hal itu membuat perasaan Bianca semakin tak menentu.
"Lampunya nggak dinyalain?" Tanya Bianca saat mendapati kamar Alex yang gelap. Namun sesaat kemudian ia terpana karena mendapati cahaya lilin di balkon kamar pria itu.
Ternyata Alex menyiapkan makan malam di balkon kamar nya lengkap dengan hiasan lilin yang menambah keromantisan malam itu. Alex mendudukkan Bianca di kursi nya lalu ia duduk di kursi seberang gadis itu.
"Bian suka?" tanya nya kala Bianca terlihat menikmati dekorasi yang ia buat untuk acara makan malam mereka.
"Suka banget" ucapnya sembari mengulum senyum membuat Alex begitu lega.
Alex lalu menuangkan minuman untuknya dan juga Bianca lalu membuka penutup piring yang berisi makan malam mereka.
"Abang suapi ya?" Tawar Alex.
"Bian makan sendiri aja bang" tolak Bianca halus. Keduanya lalu larut dalam hening, Bianca merasa ini adalah makan malam terindah sepanjang hidupnya.
"Makasih untuk semuanya bang, bolehkan Bian menyebutnya sebagai kencan pertama kita?" tanya Bianca malu-malu setelah keduanya telah menyelesaikan makan malam mereka. Hal itu membuat Alex terkekeh.
"Tentu saja sayang" Alex menggenggam tangan Bianca yang masih terlihat malu-malu. Tiba-tiba Alex beranjak dari duduk nya lalu mendekat dan memutar kursi gadis itu agar menghadap padanya. Alex kemudian berlutut yang membuat Bianca tampak kebingungan atas apa yang akan pria itu lakukan.
"Sayang, Will you marry me?" bisik Alex penuh pengharapan sembari mengeluarkan cincin yang terlihat begitu manis. Bianca terperangah hingga tak bisa berkata untuk sesaat.
"A-abang" Ucap nya dengan wajah merona.
"Abang belum melamar Bian dengan benar, jadi izinkan abang melakukan nya agar Bian tak menganggap pernikahan ini hanya karena bentuk tanggung jawab abang pada bayi yang ada di rahim Bian. Agar Bian tau bahwa abang menikahi Bian karena abang sangat menginginkan Bian untuk mendampingi hidup abang, Jadi sayang menikahlah dengan ku"
🍁🍁🍁
Mauuuk Lex mauuuuuuu... 😀😀😀