My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Chapter 81



Bella memeluk tubuh Bianca saat mereka bertemu. Bella dan Brian datang bertandang ke apartemen pengantin baru itu.


"Maaf Bella, jangan memeluk istriku terlalu erat. Kasihan bayi kami nanti dia kesulitan bernafas terhimpit tubuh kamu" Ucap Alex dengan tatapan penuh khawatir. Bella menggelengkan kepalanya menyaksikan kekhawatiran Alex yang berlebihan.


Bahkan pria itu menarik Bianca dan mengelus perut sang istri kala sepasang sahabat itu melepaskan pelukan nya.


"Bian nggak apa-apa?" tanya nya, setelah mengusap perut Bian kini ia beralih mengelus lembut pipi sang istri.


"Nggak apa-apa sayang, Bian baik-baik aja. Bayi kita juga" Ucap Bian dengan senyum bahagianya. Jika menurut orang lain yang Alex lakukan berlebihan namun tidak bagi Bianca. Ia merasa begitu bahagia, itu artinya sang suami begitu menyayanginya. Ia merasa menjadi wanita yang begitu berharga.


"Itulah kenapa aku begitu malas ke sini sayang, melihat kebucinan mereka membuat aku mual" Ucap Brian sambil menarik Bella agar lebih dekat dengan nya. Alex dan Bianca kompak terperangah mendengar ucapan Brian. Keduanya menatap penuh minat pada pria itu.


"Sayang? abang manggil Bella sayang? kalian?" Bianca menutup mulutnya yang menganga.


"Iya kami berdua sudah jadian, sebentar lagi akan menikah dan memiliki bayi seperti kalian" Ucap Brian dengan ekspresi sombong. Ia merangkul Bella bahkan tanpa malu mendaratkan kecupan di pipi Bella yang tampak merona.


"Kalau nggak salah barusan ada yang bilang kita bucin ya Bi, padahal sendirinya uda mulai kerasukan jin bucin" ledek Alex melihat Brian yang memeluk posesif tubuh Bella.


"Sirik aja lu! Nggak sopan sama kakak ipar" Cebik Brian, ia sama sekali tak mengubah posisi nya yang merangkul erat Bella.


"Siapa yang sirik, gue juga punya. Malah udah bisa gue apa-apain dengan bebas" Alex balas menyombongkan diri.


"Ah lu nya aja yang kelewat mesum. Belum halal aja uda lu garap adek gue" Brian masih saja sewot jika mengingat apa yang telah Alex perbuat pada adiknya. Jika sudah begini maka Alex akan memilih untuk diam. Ia tersenyum salah tingkah, lalu menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh sang istri.


"Bisa nggak ya pembahasan nya jangan lari ke mana-mana dulu, fokus sama intinya dong" keluh Bianca menatap sebal pada Brian


"Dih durhaka banget kamu jadi adek Bi, suami kamu yang berulah malah melempar kesalahan sama abang" ucap Brian sewot


"Abang yang duluan ngatain kita bucin, emang salah kalo bang Alex ngebales? lagian abang kan emang bucin banget tu sama Bella. Dari tadi mepet aja kerjaan nya." Bianca membalas Brian dengan semakin kesal.


"Bi, katanya mau bahas intinya dulu. Kok kamu ikutan lari dari pembahasan" Bella menengahi.


"Sabar ya sayang, bayi kita takut kalo mama nya marah-marah" Bisik Alex.


"Bian nggak marah yang, Bian cuma ngasih tau bang Brian biar nggak nyebelin" Ucap Bianca manja. Brian akan membalas namun Bella segera menatap Brian tajam. Pria itu urung membuka mulutnya.


"Kasih tau bang, tujuan kita ke sini apa. Jangan bahas yang lain" titah Bella yang dijawab dengan anggukan patuh pria itu.


"Jadi Bi, Lex kami ke sini mau kasih tau kalo aku sama Bella mau menikah. Karena semua serba nggak memungkinkan kita nikahnya sederhana sama kayak kalian waktu itu. Entah ini kutukan atau apa aku juga nggak ngerti kenapa kita berdua bisa senasib sama kalian. Nikah nya dadakan dan sederhana." Ucap Brian yang tampak meringis di akhir kalimat. Hal itu memancing tawa geli ketiga orang yang mendengar nya.


"Jadi kapan kalian menikah?" Timpal Bianca. Jujur ia merasa sangat bahagia, ia yakin kemajuan hubungan kakak dan sahabatnya ini buah dari aksi nekat nya membahas tentang kesucian saat acara makan malam mereka waktu itu.


"Besok" ucap Brian pasti, kontan saja Alex dan Bianca terlonjak kaget


"Serius besok? emang nggak ada persiapan apa-apa dulu gitu?" Tanya Alex yang terlihat heran dengan keputusan Brian yang begitu buru-buru.


"Ya emang nggak ada yang harus dipersiapkan. Cuma berkas ke penghulu, uda kami urus tadi siang. Besok langsung aja ke kantornya buat nikah. Kita nggak ngundang siapa-siapa. Cuma kalian berdua"


"Jangan becanda bang, kalo kayak gitu mah bukan pernikahan sederhana, tapi seadanya doang. Sederhana-sederhana nya kita masih ngundang tamu, pake catering sama dekor" protes Bianca.


"Yah ngapain juga mesti ribet-ribet. Yang penting sah Bi" Ucap Brian cuek.


"Kamu setuju Bell?" Bianca seolah kehabisan kata kala sahabat nya itu mengangguk pasti.


"Bell, bukan nya impian kamu sejak dulu tu mau nikah ala negeri dongeng gitu ya?" Tanya Bianca miris.


"Ya mau gimana lagi kalo emang keadaan nya nggak memungkinkan untuk mewujudkan pernikahan sesuai impian. Nikahan kamu juga nggak sesuai kan sama wedding dream kamu." ucap Bella.


"Beneran sayang?" Tanya Alex dan Brian berbarengan. Mereka terlihat merasa bersalah karena tak bisa mewujudkan pesta pernikahan sesuai dengan impian kekasih mereka.


"Itu cuma impian masa kecil kita kok, saat uda dewasa itu lewat gitu aja. Yang paling penting gimana pun konsepnya asal sama pria yang dicintai uda bikin bahagia" ucap Bianca sambil menatap mesra suaminya. Alex memeluk dan menciumi Bianca karena rasa hangat yang mengaliri hatinya mendengar ucapan sang istri


"Iya bener kata Bian bang, walaupun pernikahan aku sesuai sama impian masa kecil aku tapi kalo pengantin pria nya bukan abang, aku juga nggak mau kayaknya" Timpal Bella yang membuat Brian terharu.


"Tapi nggak sesederhana itu juga kali Bell. Masa nggak ada teman yang diundang. Nanti nggak ada yang tau loh kalian uda married" Bianca tampaknya masih belum menerima keputusan Brian dan Bella yang akan melangsungkan pernikahan dengan amat sangat sederhana sekali.


"Yah masalah itu gampang Bi, kan kita bisa share di media sosial." Jawab Bella santai.


"Terus orang tua kamu?" Tanya Alex, wajah Bella berubah murung. Bianca sudah paham permasalahan tentang orang tua Bella, karena nya sejak tadi Bianca sama sekali tak berniat menanyakan hal itu. Tapi ia juga tak bisa menyalahkan Alex yang bertanya karena memang suaminya tak tau apa-apa.


"Kita uda kabarin, kita lihat aja besok mama Bella datang atau enggak" Karena Bella hanya terdiam Brian mewakili kekasihnya untuk menjawab pertanyaan Alex.


"Tapi besok kamu tetap dandan ala pengantin kan Bell? Bang please jangan nikah pakai kemeja doang ya?" mohon Bianca. Ia sengaja mengalihkan topik pembicaraan mereka saat menyadari raut wajah Bella berubah sedih.


🍁🍁🍁


Jadi maaf ya netizen, kita nggak diundang ke nikahan mereka besok...