My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Chapter 60



Alex memandangi Bianca yang sedang sibuk dengan aktivitasnya melepas pakaian pengantin dan hiasan di rambut, telinga dan lehernya.


Alex mendekat lalu merengkuh pinggang sang istri yang kini beralih membersihkan make up di wajahnya dengan kapas.


"Abang, mandi dulu sana" Ucap Bianca yang sedikit gugup. Aura malam ini sungguh berbeda, meski ia dan Alex sudah sering bercumbu namun Bianca tak bisa menutupi rasa gugup nya mengingat malam ini adalah malam pengantin mereka.


Bianca semakin gugup kala Alex mulai mendaratkan kecupan di pipi dan menjalar ke bagian lain yang membuat tubuhnya meremang.


"Mandi bareng ya" Goda Alex, nafas hangat nya menerpa telinga Bianca hingga membuat gadis itu refleks memejamkan matanya.


"Nggak mau, abang duluan saja" Tolak Bianca setelah gemuruh di dadanya sedikit mereda.


"Kita belum pernah mandi bersama sayang, abang pengen nyoba gimana rasanya bermain di kamar mandi" Bisik Alex yang membuat Bianca membeku, fikiran liar mulai bermain di otak nya.


"Nggak mau. Masa tiduran di lantai kamar mandi, pasti nggak enak." Alex menggelengkan kepalanya sambil mengulum senyum kala mendengar alasan menggemaskan sang istri.


"Sambil berdiri sayang, seperti saat kita melakukan nya di kali waktu camping" Wajah Bianca merona seketika saat sekelebat bayangan ketika dirinya dan Alex memadu kasih di alam terbuka melintas di benak nya.


"Nggak mau bang, capek" tolak Bianca.


"Ya udah deh, abang mandi dulu kalo gitu" Alex melepaskan tangan nya yang melingkar di perut sang istri lalu melangkah menuju kamar mandi.


"Abang marah?" Tanya Bianca dengan suara sendu.


Alex segera menoleh, mendapati wajah muram Bianca yang terlihat merasa bersalah.


"Enggak sayang, abang nggak marah" Alex kembali mendekat pada sang istri. Meraih pinggang gadis itu lalu kemudian mendaratkan kecupan di beberapa bagian wajah nya.


"Masa gitu aja marah, abang ngerti kok Bian lagi capek" Ucap pria itu lembut. Alex mengusap rambut istrinya.


"Iya jujur kalo sambil berdiri Bian nggak kuat, tapi kalo di kasur Bian nggak akan nolak kok bang" Alex terkekeh melihat Bianca tersipu setelah mengucapkan kalimat itu.


"Beneran?" Tanya Alex dengan nada menggoda. Bianca mengangguk masih dengan posisi menunduk.


"Abang mandi dulu kalo gitu biar bisa nagih jatah secepatnya" Alex kembali mencium pipi Bianca lalu beranjak menuju kamar mandi setelah mendapat persetujuan dari wanita kesayangan nya.


Bianca memainkan ponselnya untuk menutupi rasa gugup. Ia tak mengerti mengapa ia harus segugup ini padahal mereka sudah melakukan nya berkali-kali, bahkan mereka sudah mendapatkan hasil dari percintaan mereka selama ini.


"Hai baby, kita belum ngobrol ya hari ini" Bianca meletakkan ponsel lalu mengusap perutnya dan mengajak nya bicara ketika mengingat ia belum menyapa bayi diperutnya hari ini.


"Baby pasti bahagia kan? sekarang mama dan papa sudah bersama. Kita akan tinggal bersama papa terus sayang, bobok nya uda nggak pisah lagi. Baby sehat-sehat ya di perut mama" saking asyik nya mengajak bayi nya bercengkrama Bianca tidak menyadari bahwa sang suami sudah selesai dengan ritual mandinya. Samar-samar pria itu mendengar Bianca yang sedang berbicara sembari mengelus perut nya.


Alex tak bisa menutupi rasa bahagia nya, ia berjalan cepat dan langsung memeluk istrinya untuk menyalurkan rasa bahagia yang begitu membuncah.


"Abang sangat bahagia memiliki Bian" ucapnya sembari mengecupi wajah Bianca.


Pria itu menatap penuh cinta pada istrinya. Ditatap seperti itu membuat Bianca kembali diterpa rasa gugup.


"Gantian Bian yang mandi bang" ucap Bianca dengan terbata.


"Nggak usah mandi sayang, Bian tetap cantik dan wangi" goda Alex yang membuat Bianca mencebik.


"Gerah bang Bian nya" Bianca berhasil melepaskan diri dari dekapan suaminya, ia langsung menuju kamar mandi setengah berlari.


"Pelan-pelan jalan nya sayang, ingat adek bayi" Alex memperingatkan Bianca dengan sedikit panik. Namun istrinya sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


Pria itu tersenyum, hidupnya terasa lebih berwarna kala Bianca hadir sebagai wanita spesial di hatinya. Alex menyesal terlambat menyadari perasaan nya, mungkin jika ia sadar lebih cepat ia bisa menikahi Bianca dengan cara yang benar. Tapi sekali lagi Alex tak pernah menyesali apa yang telah terjadi diantara ia dan Bianca meski apa yang mereka lakukan tidak bisa dibenarkan, pria itu merasa akan menyakiti bayi mereka jika ia menyesalinya.


Alex tersadar dari lamunan nya kala mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, ia terpana kala melihat Bianca dengan wajah malu-malu keluar dengan menggunakan lingerie hitam yang mengekspose bagian-bagian tubuhnya dengan sempurna.


"Bian cantik kan bang? mama yang pilihin lingerie nya" ucap gadis itu kala melihat sang suami hanya diam namun matanya tak dapat berbohong, ada gairah yang menggelegak di sana.


Bian semakin bergetar kala Alex melangkah ke arahnya dengan tatapan penuh arti. Bian baru menyadari bahwa sang suami hanya mengenakan bokser dan bagian atasnya tak memakai apapun.


"Tentu saja, Bian ku selalu cantik dan paling cantik meski tanpa memakai apapun" Bisik Alex sembari merengkuh pinggang Bianca hingga tubuh mereka melekat sempurna tanpa jarak.


Bianca tak mampu mengatakan apapun lagi, ia pun hanya pasrah kala Alex merengkuh dan menggendong tubuhnya lalu melangkah menuju ranjang pengantin mereka.


Alex menidurkan wanita pujaan nya dengan begitu hati-hati. Matanya tak lepas bertaut pada mata Bianca yang memancarkan cinta yang dalam untuknya.


Alex menegakkan tubuhnya, memandang dengan takjub pada setiap lekuk tubuh Bianca dengan penuh pemujaan.


Setelah puas menikmati pemandangan indah di hadapan nya, Alex perlahan menaiki ranjang nya. Mendekat pada tubuh Bianca yang terlihat begitu mempesona dan menantang nya untuk segera ia jamah.


Ia masih saja mengagumi keindahan yang terpahat pada diri Bianca meski ia telah menikmatinya berulang kali. Bahkan ia menyadari bahwa dirinya semakin tergila-gila pada gadis kecil yang kini telah menjadi belahan jiwanya.


Alex mendaratkan bibirnya pada bibir ranum Bianca. Menikmati sensasi yang selalu hadir kala bibir mereka menyatu, sensasi nikmat yang tak terungkapkan dengan kata-kata.


Keduanya memejamkan mata untuk meresapi setiap rasa yang hadir dalam setiap sentuhan yang mulai menyapa kulit mereka.


Alex menyentuh lembut setiap aset berharga milik Bianca dan itu selalu saja membuat gadis itu terbuai hingga tubuhnya seakan melayang. Lenguhan keduanya terdengar memenuhi ruangan itu kala tubuh keduanya telah menyatu, keduanya terus saling menggemakan nama kala kenikmatan menyapa di setiap titik tubuh mereka. Alex dan Bianca begitu larut dalam percintaan yang terasa lepas dan bebas. Tanpa beban dan tanpa rasa takut.


🍁🍁🍁


Hello Alex_Bian kalian lagi ngapain sih??? 🙄🙄🙄