My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Extra Part 4



Bella dan Brian saling bertatapan dengan takjub saat mendengar penjelasan dokter. Hampir 100 persen dapat dipastikan Bella tengah mengandung bayi kembar. Pada USG pertama dokter hanya mengatakan ada kemungkinan bayinya kembar karena terdapat dua kantong kehamilan namun belum bisa dipastikan, harus menunggu usg selanjutnya. Hari ini semuanya terjawab sudah.


"Bang, kita akan langsung memiliki 2 bayi" Air mata Bella kini luruh, ia tak bisa menahan rasa haru nya. Ia masih tak percaya Tuhan akan memberikan nya kepercayaan sebesar ini.


"Iya sayang, Tuhan baik banget kan sama kita. Kita emang nggak langsung dikasih, tapi sekalinya dapat malah langsung dua" Bella mengangguk setuju. Tuhan begitu mengasihinya dengan menitipkan dua janin langsung di kandungan nya. Mungkin ini salah satu hadiah dari kesabaran mereka.


"Benar-benar harus dijaga ya pak, bu. Karena kehamilan kembar lebih rentan" Ucap dokter tersebut.


"Iya dok terima kasih" Brian dan Bella akhirnya berpamitan setelah bertanya banyak hal.


"Akhirnya kita bisa mengejar ketertinggalan dari Alex dan Bian, kita akan memiliki dua bayi sekaligus. Kita ke tempat mereka ya? abang uda nggak sabar pengen kasih tau ke mereka" ucap Brian bangga.


"Emangnya perlombaan bang" Bella menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.


Meski sudah tidak sabar namun Brian memacu mobilnya dengan kecepatan rendah, terbukti dari waktu yang biasanya mereka tempuh hanya 20 menit kini malah menjadi 40 menit.


"Hai bumil cantik" Sapa Bianca pada Bella. Ia sedang menggendong Regan karena itu ia tak bisa memeluk sahabatnya tersebut.


"Hai juga bumil kesayangan aku" Bella mencium pipi Regan yang tampak begitu senang melihat kedatangan Bella. Ia segera mengangkat tangan nya meminta digendong, baru saja Bella akan mengulurkan tangan nya Brian telah lebih dulu menangkap tubuh keponakan nya yang menggemaskan.


"Sama daddy Brian aja ya, mommy Bella lagi nggak boleh angkat yang berat-berat" ucap Brian sambil menciumi Regan. Bayi tampan itu tertawa geli mendapati kumis-kumis tipis Brian menyentuh kulit wajah dan lehernya.


"Biasa aja sih bang, Regan juga nggak berat-berat amat. Bian aja nggak apa-apa gendong Regan kalo cuma sebentar" Padahal biasanya juga Alex akan melarangnya menggendong Regan kalau pria itu tau.


"Beda Bi, Bella harus benar-benar dijaga" Ucap Brian masih sambil menciumi keponakan nya yang tertawa semakin kencang.


"Alex mana Bi?" Tanya Brian lagi, ia membawa Regan duduk dilantai yang terdapat banyak mainan yang berserakan. Bella ikut bergabung bersama suami dan keponakan nya. Bermain bersama Regan selalu membuat hatinya bahagia.


"Lagi mandi bang, mau minum apa?"


"Apa yang ada aja Bi, nggak usah repot-repot" Jawab Bella. Ia mengerti kondisi Bianca yang gampang lelah sekarang.


"Aku minta tolong mbak Bell, bukan ngerjain sendiri" Bianca terkekeh sambil berlalu menuju dapur.


"Anak kita nanti laki-laki apa perempuan ya? kamu maunya apa sayang?" tanya Brian.


"Terserah mau laki-laki atau perempuan sama aja bang. Yang penting lahir sehat, selamat dan lengkap"


"Iya benar, abang setuju" Brian merangkul tubuh istrinya dan mendaratkan ciuman di pipi Bella.


"Butuh kamar?" Suara mengejek Alex mengejutkan sepasang suami istri tersebut.


"Boleh, kamar mana yang kosong?" Timpal Brian yang langsung mendapat cubitan diperutnya oleh Bella yang merasa malu.


"Bercanda sayang" Brian akan kembali mendaratkan ciuman di pipi istrinya namun Bella segera menghindar.


"Kasihan" ucap Alex sambil terkekeh.


Alex segera menarik Bianca untuk duduk di sampingnya saat melihat kedatangan istrinya.


"Kalo uda lihat suami seketika lupa diri, dasar bucin akut" sindir Bella.


"Kan sama suami sendiri Bell" Jawab Bianca santai.


"Udah ya bahas yang nggak penting. Sekarang aku mau kasih kabar bahagia" Ucap Brian, Garis wajahnya kini berubah penuh kebahagiaan.


"Bella hamil bayi kembar" lanjut Brian yang langsung mendapat respon kaget dari Alex dan Bianca. Keduanya tampak ternganga dengan mata yang membulat sempurna.


"Ke-kembar? serius bang?" tanya Bianca, raut wajahnya terlihat begitu terpana akan kabar yang diberikan oleh Brian.


"Iya Bi, aku hamil bayi kembar" jawab Bella dengan senyum bahagianya


"Bayinya dua dong? atau tiga? empat?" Timpal Alex.


"Kembar dua Lex. Gue bakalan langsung dapat dua bayi, jadi kita satu-sama Lex. Gue dan lu akan sama-sama jadi bapak-bapak keren beranak dua" ucap Brian antusias.


"Waw keren tuh" Keduanya terkekeh.


"Bang, Bian mau juga dong bayi kembar. Pasti lucu banget punya anak dengan wajah yang sama" ucap Bianca penuh harap pada suaminya.


"Ya nggak boleh dong Bi, kalo kalian kembar juga, nggak jadi dong abang nyamain kedudukan sama Alex" Ucap Brian sewot


🍁🍁🍁


"Ternyata benar ya Bi, kalo tubuh bengkak kayak gini jadi nggak percaya diri" Keluh Bella, tubuhnya benar-benar besar efek kehamilan anak kembarnya berbeda dengan Bianca yang tampak seksi di matanya, karena itu Bella merasa tak percaya diri jika sedang bersama Bianca.


Sepasang kakak adik ipar itu sedang bersantai melakukan perawatan di salon untuk merelaksasi fikiran mereka yang mulai dihantui ketakutan menjelang kelahiran buah hati mereka. Terlebih Bianca yang sudah pernah merasakan bagaimana nikmatnya saat kontraksi.


"Iya tapi selagi suami tetap cinta nggak usah difikirin, yang penting kita dan baby nya sehat. Abis lahiran kita bisa diet kan" Berkat Alex yang selalu meyakinkan Bianca tentang betapa pria itu mencintai nya dengan segala yang ada padanya Bianca mulai tak mempermasalahkan kondisinya sekarang.


"Iya juga sih Bi, bang Brian juga selalu bilang kalo perasaan nya nggak berubah sama aku walaupun aku uda kayak gini. Malah bangga katanya usahanya memompa istri tiap malam nggak sia-sia, istrinya sekarang mengembang sempurna" ucap Bella sambil mengerucutkan bibirnya. Tawa Bianca pecah mendengar cerita Bella tentang kakaknya tersebut.


"Emang nyebelin tu orang" Bianca mengusap air matanya akibat terlalu banyak tertawa .


"Tapi aku tetap bersyukur si Bi, dulu aku bilang mau badan aku segede apapun aku nggak apa-apa asal bisa ngerasain hamil" Tapi sebagai wanita ada kalanya rasa tidak percaya diri itu datang menghampiri.


"Iya dong Bell harus bersyukur karena nggak semua wanita dikasih kepercayaan buat hamil. Kalo masalah body kita bisa usahain kok supaya bagus lagi kayak masih gadis"


🍁🍁🍁


See u di extra part terakhir pada saat momen lahiran Bian dan Bella.


Sorry ya agak lama (Eh btw masih ada yang baca nggak nih? Pede amat ada yang nungguin 😂😂) lagi fokus di real life sama di kisahnya Loli_Marcell itu pun cuma bisa up 1 chapter doang perhari. Mampir ya ke sana buat yang belum mampir


❤️