
Bianca tampak cemberut sehabis keluar dari kamar mandi, handuk melilit di kepalanya sementara tubuhnya berbalut bathrobe. Di belakangnya ada Alex yang ekspresinya sangat jauh berbeda. Wajahnya berbinar dengan pancaran kebahagiaan yang menyala terang. Jelas saja, beberapa menit yang lalu ia baru saja selesai dengan pergumulan panas nya di kamar mandi. Akhirnya setelah membujuk tanpa lelah fantasi nya untuk memadu kasih di kamar mandi mendapatkan acc dari sang istri.
"Uda dong jangan cemberut terus, Bian jadi makin cantik. Kalo uda begitu tau sendiri abang jadi nggak bisa nahan diri" Ucap Alex yang melihat Bianca duduk di ranjang dengan bibir mengerucut.
"Bang, ini uda hari ke tiga di sini. Jalan-jalan kek, atau belanja oleh-oleh gitu. Masa Bian cuma dikurung di kamar aja" Sungut Bian yang selama dua hari ini dikuasai oleh Alex. Alex terus mencumbu nya sepanjang hari, hanya melepaskan nya saat akan makan dan mandi. Ia tak ubahnya seperti seorang tawanan.
"Namanya juga bulan madu sayang, ya waktunya kebanyakan dihabiskan di dalam kamar lah" Alex menciumi wajah Bianca dengan gemas sambil terkekeh.
"Ya tapi nggak full di kamar juga bang, adalah jalan-jalan nya sedikit. Kalo cuma di kamar aja ngapain pergi jauh-jauh, di rumah juga bisa lebih hemat lagi nggak perlu buang duit buat bayar hotel." Bianca yang masih setengah merajuk menyesapkan wajahnya ke dada Alex. Inilah yang paling Alex sukai, meski sedang kesal Bian sama sekali tak menjauh darinya. Ia tetap menempel, terlihat sangat membutuhkan Alex untuk setiap kondisi. Membuat Alex merasa menjadi pria seutuhnya.
"Iya deh hari ini kita keluar, Bian ganti baju. Kita sarapan nya di restoran hotel" Alex mengusap rambut Bian sambil menciuminya. Namun bukan nya bergegas Bianca malah semakin merapatkan tubuhnya pada sang suami.
"Katanya mau keluar, ini kenapa nggak cepat-cepat bersiap?" Bianca terkekeh ia mengurai tubuhnya dari dekapan Alex. Lalu dengan malu-malu Bianca mendaratkan kecupan di pipi Alex.
"Makasih ya sayang" Ucap Bianca dengan mengulum senyum. Bianca berdiri dan akan berjalan menuju koper pakaian nya, ia bahkan tak sempat menyimpan pakaian di lemari karena Alex selalu saja menyerang nya.
"Tidak semudah itu gadis kecil" Alex menahan lengan Bianca lalu mengangkat tubuh mungil itu kepangkuan nya.
"Abang..." Bianca akan melayangkan protes karena perlakuan tiba-tiba Alex, namun ucapan nya tak sampai keluar karena Alex lebih dulu membungkam bibirnya dengan kecupan dan lu*atan yang sedikit kasar.
"Salah sendiri kenapa memancing abang melakukan ini" Ucap Alex sambil mengusap bibir Bianca yang tampak memerah.
"Siapa yang memancing, ngarang abang ih" rajuk Bian kembali mengerucutkan bibirnya. Ia gagal lagi untuk bersiap, Ia takut Alex akan kembali menyerang nya. Bianca merasa heran kenapa Alex seolah gak pernah bosan menggarap dirinya.
"Abang suruh bersiap Bian malah cium pipi abang. Apa coba namanya kalo bukan mancing?" Alex menatap penuh arti pada Bianca sambil menaikkan satu alisnya.
"Itu bentuk terima kasih Bian sama abang yang mau ngajakin Bian keluar" Lirih Bianca semakin memanyunkan bibirnya. Alex memalingkan wajahnya ke arah lain, untuk menetralkan perasaan nya yang selalu tak terkendali melihat setiap ekspresi istrinya. Semua tampak begitu menggemaskan di mata pria itu.
"Iya sayang, ayo buruan bersiap sebelum abang kehilangan kendali" ucap Alex dengan nafas sedikit berat. Ia begitu mudah terpancing pada Bianca, dengan sang istri berada di pangkuan nya seperti sekarang membuat sesuatu pada dirinya memberontak, menuntut untuk dituntaskan.
Beruntung Bianca segera turun dari pangkuan sang suami, suara berat Alex dan juga reaksi bagian bawah tubuh suaminya dapat Bian rasakan. Ia harus bergegas atau jalan-jalan keluar hanya akan menjadi sebatas wacana saja.
🍁🍁🍁
"Bianca? ternyata ini benar kamu. Dari tadi kakak perhatiin, tapi kakak ragu kalo ini beneran kamu" ucap Andre yang tiba-tiba menghampiri Bianca. Ia sedang menunggu Alex di lobby hotel. Suaminya kembali ke kamar karena ponselnya ketinggalan.
"Hai, kak Andre di sini ngapain? kebetulan banget ketemu di sini" Bianca tersenyum sumringah, ternyata bertemu dengan orang yang dikenal di tempat asing sungguh membahagiakan.
"Iya, kakak lagi honeymoon" Ucap pria itu.
"Jadi kakak udah nikah? kok nggak ngundang? Istri kakak mana?" tanya Bianca terlihat begitu antusias.
"Istri kakak lagi ganti baju, nggak nyaman katanya. Sorry bukan nggak mau ngundang kamu, tapi karena acara nya sederhana hanya dihadiri keluarga aja." Andre terlihat sedikit tak enak hati.
"Jadi Bian bukan termasuk keluarga. kakak gitu? oh gitu ya sekarang" goda Bianca yang membuat Andre gemas, ia mengacak-acak rambut Bianca sambil tertawa.
"Ehem sebenar nya sama kayak kak Andre, Bian lagi bulan madu di sini" ucapnya dengan sedikit malu-malu.
"Kamu uda nikah?" Andre tak dapat menutupi keterkejutan nya. Ia sama sekali tak menyangka bahwa gadis yang belum sepenuhnya ia lupakan ini telah dimiliki oleh orang lain.
Bianca mengangguk sambil mengulum senyum.
"Tadi ngatain kakak nggak ngundang kamu, sekarang kamu sendiri juga sama. Diam-diam udah nikah aja, mending kakak uda cerita sebelumnya nah kamu? tau-tau uda nikah" Alex menggeleng-gelengkan kepalanya pada Bianca yang semakin salah tingkah.
"I-iya sama kayak abang, pernikahan nya sederhana. Jadi keluarga inti aja yang hadir"
"Jadi kakak bukan bagian keluarga kamu nih?" Andre membalas ucapan Bianca sebelumnya.
Keduanya tertawa karena Bianca tak bisa lagi berkata apa-apa.
"Kamu nikahnya sama siapa?" tanya Andre kemudian.
"Sama saya, kenapa?" Bianca kelabakan kala Alex tiba-tiba sudah melingkarkan tangan nya di perut Bian, Alex merapatkan tubuhnya pada sang istri. Bian tampak gugup karena ia bisa melihat dengan jelas bahwa suaminya tengah menyimpan amarah.
"Bang Alex? bukan nya kalian kakak adik?" Andre terlihat kebingungan.
"Bang Alex teman nya bang Brian kak" Jawab Bianca takut-takut.
"Jadi saya harap kamu cukup tau diri untuk tidak mencoba merayu istri saya" Ucap Alex penuh penekanan.
"Abang nggak gitu kita cuma..." Bianca menghentikan kata-katanya saat Alex meletakkan telunjuk di bibir Bianca. Ia dapat melihat wajah suaminya memerah. Yah Bian sadar sejak kejadian Andre memeluk Bianca pada pertemuan terakhir mereka Alex semakin mencemburui Andre.
"Kita jadi pergi atau kembali ke kamar?" Tanya Alex datar. Dan Bianca kehilangan minatnya untuk pergi, karena ia tau kondisi Alex sedang tidak baik-baik saja.
"Kembali ke kamar aja bang" Ucap Bianca lirih. Alex langsung membawa Bianca berbalik untuk kembali ke kamar tanpa mengucapkan apapun pada Andre yang terlihat semakin kebingungan.
"Abang salah paham, aku nggak ada maksud untuk merayu Bianca" Andre memutuskan untuk mengejar Alex karena khawatir pria itu akan bertindak kasar pada Bianca.
"Baguslah, memang seharusnya kamu tau batasan kamu." ucap Alex datar tanpa menghentikan langkahnya.
"Tolong jangan sakiti Bianca, dia tidak bersalah" ucapan Andre berhasil membuat emosi Alex semakin tersulut. Ia menghentikan langkahnya lalu menatap tajam pada Andre.
"Apa menurutmu aku ini pria bajingan yang akan menyakiti istrinya sendiri?"
"Bang udah yuk, Bian capek" rengek Bianca, ia benar-benar takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
🍁🍁🍁
Giliran Alex_Bian dulu ya... 🥰😘