
"Hai selamat pagi istri" Ucap Alex dengan senyum mempesona saat Bianca membuka matanya.
"Pagi" Ucap Bianca dengan suara seraknya. wajah nya merona mendapat tatapan yang begitu intens dari sang suami.
"Ayo mandi, abang mau nyiapin sarapan buat istriku tercinta" ucap Alex yang membuat Bianca setengah memekik kala tanpa ia duga sang suami menggendong tubuh polosnya menuju kamar mandi.
"Bian berendam sebentar biar badan nya segar. Semalam Bian pasti capek" ucap Alex sambil meletakkan tubuh Bian ke dalam bathtub penuh busa. Sepertinya Alex telah menyiapkan semuanya sebelum Bianca bangun, ia cukup tau diri karena semalam ia sudah membuat Bianca kelelahan.
Sebelum pergi Alex mencium kening Bianca.
"Aku mencintaimu" Bisik Alex yang membuat hati Bianca berbunga-bunga.
"Bian juga cinta abang" Balas nya dengan senyum malu-malu. Alex kembali mencium Bianca dengan gemas lalu beranjak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan mereka berdua
Bianca memejamkan matanya dengan bibir yang tak lepas menyunggingkan senyuman. Ia merasa sangat bahagia. Selama ini meski ia sudah menikah dengan Alex namun masih ada ganjalan di hati Bian karena ia menganggap bahwa Alex tak mencintainya. Namun kini ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang begitu sempurna.
Ia benar-benar merasa nyaman dan relax saat ini. Semua beban nya menguap tanpa sisah.
"Mama sangat bahagia, ternyata papa juga mencintai mama nak. Mama pastikan kita akan selalu bahagian sayang, tak akan mama biarkan siapapun merebut papa dari sisi kita" Kini Bian merasa berhak untuk mempertahankan Alex karena pria itu juga mencintai nya, ia tak akan pernah membiarkan Salsa merusak apa yang sudah terjalin diantara dirinya dan juga Alex.
Setelah dirasa cukup, Bianca segera membilas tubuhnya. Ia ingin segera bertemu suaminya. Entah mengapa rindu nya pada Alex menggelegak meski baru beberapa menit yang lalu mereka berpisah.
Bianca memilih baju yang akan ia kenakan, padahal ia hanya akan berada di rumah namun ia merasa kebingungan memilih layaknya seorang gadis remaja yang akan berkencan untuk pertama kalinya.
Setelah cukup lama berfikir Bianca menjatuhkan pilihan pada sebuah mini dress bunga-bunga berbahan ringan tanpa lengan. Rambutnya yang masih basah ia biarkan tergerai. Setelah memoles wajahnya dengan bedak dan lip gloss Bianca dengan hati berdebar melangkah menuju meja makan di mana sang pujaan hati telah menunggu. Ia benar-benar seperti remaja kasmaran yang baru memasuki masa puber nya.
"Istriku cantik sekali" Ucap Alex sambil meraih pinggang Bianca dan mencium pipinya. Membuat jantung Bianca berdetak semakin kencang.
"Suami Bian juga tampan" jawab Bian yang membuat Alex terkekeh.
"Abang masak nasi goreng, Bian bisa makan? atau kita pesan aja?" Tanya Alex.
"Bisa kok, bayi kita uda nggak rewel." Beruntung masa mual Bianca sudah berlalu jadi apapun bisa ia makan sekarang.
Alex menuntun Bianca menuju kursi lalu menyendokkan nasi goreng ke dalam piring Bian. Setelah itu Alex menuju kursi yang berhadapan dengan sang istri agar ia bisa makan sambil memandangi wajah Bianca.
"Harusnya Bian yang melayani abang, bukan malah sebaliknya. Ini semua kan tugas istri" Bian merasa tak enak hati karena semua pekerjaan masih banyak di handle oleh suaminya.
"Nggak apa-apa sayang. Pelan-pelan aja sambil belajar. Nanti kalau Bian uda terbiasa baru Bian yang handle semuanya. Lagian sekarang Bian sedang hamil, jadi nggak boleh capek-capek dulu" Bianca benar-benar bersyukur mendapatkan Alex yang begitu pengertian padanya. Alex tak mau terllau banyak menuntut karena ia tau Bian belum terbiasa dengan semua ini, kebutuhan Bian biasanya dipenuhi oleh Brian. Jadi ia harus maklum jika sang istri belum bisa melayaninya sepenuhnya.
"Yang penting pelayanan di atas ranjang jangan diabaikan ya" Goda Alex yang membuat Bianca memanyunkan bibirnya.
🍁🍁🍁
Tak jauh Berbeda dengan Alex dan Bianca, di rumah Brian, pria itu dan Bella sedang menikmati sarapan mereka. Tadi keduanya menyiapkan sarapan berdua.
Brian tak dapat menutupi binar bahagia di wajahnya karena Bella telah menerima cintan nya. Namun berbeda dengan Bella, ia masih lebih banyak diam, tak terlalu banyak bicara. Sesekali Brian mendapati gadis itu melamun dan terlihat sedih. Meski Brian sudah berulang kali menyatakan menerima nya namun rasa minder itu tak bisa Bella hilangkan secara utuh, Brian terlalu sempurna untuk nya.
"Kapan kita ke rumah kamu Bell? aku ingin segera melamar kamu" Ucap Brian memecah keheningan yang membuat Bella menghentikan kegiatan nya menikmati sarapan miliknya. Ia berusaha menata hatinya dan menatap serius pada Brian.
"Abang benar-benar yakin ingin menikah sama aku? apa abang nggak akan menyesal nantinya?" Tanya Bella yang membuat Brian juga menghentikan sarapan nya dan membalas tatapan Bella dengan tak kalah serius
"Kamu masih ragu sama kesungguhan ku untuk menikahi kamu Bell? jadi aku harus bagaimana supaya kamu percaya?" Tegas Brian. Bella tersenyum getir ia masih saja dilema.
"Aku percaya bang, hanya takut abang kecewa dan menyesal ke depan nya. Sementara harapan ku sudah terlanjur tumbuh dengan subur. Jadi sebelum semuanya terlambat lebih baik abang fikirkan lagi" ucap Bella.
"Aku benar-benar cinta sama kamu Bell, kamu tau kan laki-laki itu yang dipegang adalah ucapan nya? aku nggak akan menyesal karena aku sudah benar-benar yakin dengan keputusan ku, aku tak akan menemukan gadis seperti mu di dunia ini, sementara kamulah yang aku mau dan aku butuhkan" ucap Brian tanpa keraguan.
"Iya bang aku percaya, terimakasih sudah mencintaiku dengan begitu besar. Kapan pun abang mau aku siap buat ajak abang ketemu mama" Ucap Bella yang kali ini dengan keyakinan penuh. Ia sudah memutuskan untuk melangkah dan menata kembali hidupnya bersama Brian, pria yang sangat ia cintai.
Bukankah ia juga berhak bahagia?
"Nanti malam gimana?" Bella tak dapat menutupi keterkejutan nya mendengar usulan Brian.
"Malam ini bang? apa nggak terlalu cepat?"
"Enggak sayang, semakin cepat semakin baik. Bukan kah niat baik itu nggak boleh ditunda? kamu mau kan nikah sama aku?" Tanya Brian memastikan.
"Mau bang" ucap Bella dengan wajah merona.
Brian tersenyum gemas melihat gadis yang dicintainya tersipu malu.
Jadi mau ya nanti malam ketemu mama kamu?" Brian kembali membahas niat awalnya.
"Iya terserah abang, nanti aku hubungi mama" Ucap Bella akhirnya. Ia tak menyangka masih bisa merasakan kebahagiaan ini. Bella kira setelah kejadian malam itu dunianya telah berubah kelam tanpa ada sinar sedikitpun.
🍁🍁🍁
Waah nggak nyangka uda Chapter 78. Terimakasih sudah setia mengikuti kisah Alex_Bianca dan Brian_Bella sampai sejauh ini.
🥰🥰😘😘❤️❤️❤️