
Bianca tersentak kala merasakan tangan Alex melingkar di perut nya.
"Abang ngagetin deh" Bianca kembali fokus menyapukan riasan di wajahnya. Ia dan Alex ada janji makan malam bersama dengan Brian dan Bella. Ini pertemuan pertama mereka sejak kedatangan Bella dan Brian ke apartemen mereka hampir dua minggu yang lalu.
"Bang, kita udah hampir telat nih" protes Bian saat Alex malah mendaratkan kecupan-kecupan lembut di pipi dan turun ke lehernya. Membuat tubuh Bianca meremang. Ia sudah mampu mencium ke arah mana perlakuan Alex ini akan bermuara.
"Kamu seksi, bayi kita uda mulai terlihat" Bisik Alex sambil mengusap perut Bianca yang mulai sedikit membuncit. Alex merasa begitu gemas dan seringkali kesulitan menahan hasratnya saat melihat perut Bianca yang begitu seksi di matanya.
"Bang nanti abis makan malam baru lanjutin ya" Ucap Bianca dengan nafas tertahan kala tangan Alex mulai bergrilya pada lekukan tubuhnya.
"Masih ada waktu 30 menit, kita main bentar ya?" suara berat Alex membuat Bianca panik.
"Nggak bisa bang, nanti bang Brian dan Bella kelamaan nunggu. Bella uda wanti-wanti Bian supaya datang nya cepat. Dia nggak nyaman berduaan sama bang Brian" Bianca melepaskan diri dari kungkungan Alex. Pria itu nampak kecewa tapi Bianca segera meraih wajah Alex dan mendaratkan kecupan di bibir pria itu. "Nanti Bian janji bakal kasih yang abang mau" bisik Bian
"Beneran ya?" Alex meraih tengkuk Bianca dan menyesapkan ciuman yang dalam pada bibir Bianca yang baru saja dipoles lipstick.
"Yang itu terlalu terang warnanya sayang, pasti akan banyak yang memperhatikan Bian, abang nggak suka" ucap Alex saat melihat Bianca memanyunkan bibirnya karena lipstick di bibirnya tersapu ciuman darinya.
"oh ya sayang Bella tu kenapa sebenar nya? kok kesan nya ngehindar terus dari Brian. Katanya cinta, tapi Brian ditolak?" Ini sudah pertanyaan ke sekian puluh kali Alex tanyakan pada Bianca namun sang istri selalu menyatakan ketidak tauannya.
"Nggak tau bang, mungkin Bella lagi pengen sendiri. Permasalahan keluarganya lagi ribet" Jawab Bianca sekena nya, ia hanya menyapukan lipstick nude agar ia tak perlu repot menghadapi keribetan sang suami karena dandanan nya.
"Kasihan Brian, jadi galau mulu. Baru ngerasain jatuh cinta malah langsung patah hati" Ucap Alex.
🍁🍁🍁
"Apa kesucian seorang gadis itu penting menurut abang?" Bianca tiba-tiba bertanya saat mereka telah selesai dengan makan malam mereka. Bella menatap tak percaya pada Bianca yang bertanya tentang kesucian pada Brian.
"Kamu nanya abang Bi?" Tanya Brian yang tampak heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh adiknya.
"Iya sama abang, Bian nggak ada kepentingan buat nanya sama bang Alex. Kan uda jadi suami" Ucap Bianca sambil terkekeh menatap pada Alex yang juga tampak berfikir. Alex melirik sekilas pada Bella tang terlihat salah tingkah, dari sini pria itu sepertinya bisa menarik sebuah kesimpulan.
Bianca sengaja mempertanyakan hal ini pada Brian agar bisa membuka mata Bella tentang apa yang harus ia lakukan. Jujur ia merasa gemas pada hubungan Bella dan Brian yang terkesan jalan di tempat.
"Penting nggak penting si Bi. Tapi kalo uda terlanjur nyaman dan cinta kadang kesucian nggak terlalu penting. Itu semacam bonus aja. Semua orang punya masa lalu, asal mau memperbaiki ke depan abang kira nggak ada salahnya kasih kesempatan ke dua. Bukan berarti abang membenar kan free *** ya" Brian menatap sinis pada Alex yang tampak salah tingkah.
"Kalo seorang gadis kehilangan kehormatan nya karena diperkosa apa abang akan merasa jijik sama gadis itu?" Bianca kembali bertanya, ia tak mau perdebatan kedua lelaki tercintanya mengalihkan topik pembicaraan yang menurutnya sangat penting ini
"Ya kali orang diperkosa malah diperlakuin sekejam itu Bi. Abang ini punya hati lah dek, masa orang uda ketimpa musibah malah dapat penghakiman juga dari kita" Bella menghela nafas nya, ada kelegaan yang merayap namun itu tak lantas membuat ia memiliki keberanian mengungkap jujur keadaan nya.
"Jadi kalo gadis yang abang cintai sudah tidak suci apa abang akan tetap mempertahankan nya?" Bella diam-diam mengutuk Bianca. Bisa-bisanya ia bertanya segamblang itu pada Brian. Apalagi melihat Alex yang kini melihat sekilas padanya.
"Gadis yang abang cintai kan Bella Bi, abang yakin dia masih suci. Bella juga sudah janji akan memberikan nya sama abang, ya kan Bell?" ucap pria itu sambil melemparkan senyum penuh arti pada Bella. Namun raut tegang wajah Bella membuat Brian sejenak terpaku. Pemikiran-pemikiran tentang segala kemungkinan Bella adalah alasan Bianca mendadak menanyakan tentang kesucian seorang gadis berebut mengerubungi otaknya. Mungkinkah Bella? Namun Brian buru-buru mengusir pemikiran itu. Ia tak mau berprasangka terlalu jauh. Ia berusaha mengenyahkan rasa yang mengganjal di hatinya.
"Abang, bukan itu jawaban yang Bian butuhkan" Ucap Bianca sewot.
"Bian kenapa tiba-tiba nanya itu ke Brian?" Tanya Alex yang kini juga semakin yakin dengan pemikiran nya.
"Iseng aja, semacam survei gitu. Bian mau tau aja kalo misal Bian nggak nikah sama abang kira-kira ada nggak pria yang mau nerima Bian yang udah ngga suci." Jawab Bianca santai namun membuat hati Alex seperti terhantam benda tajam.
"Abang nggak suka Bian bicara seperti itu" Alex menangkup pipi Bianca dan menatap dalam wajah gadis itu. Ia merasa bersalah mendengar kata-kata Bianca. Ia memahami bagaimana sakitnya hati Bianca saat ia masih menjalin hubungan dengan Salsa sementara kesucian Bianca sudah ia renggut.
"Kan cuma iseng bang, kenapa jadi baper" Bianca mengusap pipi Alex yang terlihat sendu sambil tersenyum.
"Pokoknya abang nggak suka Bi, jangan bahas ini lagi" Bianca mencium pipi Alex untuk menenangkan suaminya yang tiba-tiba mellow karena ucapan nya barusan. Ia kembali beralih pada Brian.
"Jadi gimana bang" Pertanyaan Bianca menyadarkan Brian dari lamunan nya. Ia kembali menatap Bella yang kini menunduk.
"Abang tetap akan mempertahankan nya karena abang sudah menetapkan hati padanya itu artinya abang harus menerima dia dengan segala kekurangan nya." Bella mengangkat kepalanya dengan cepat, menatap pada Brian yang juga sedang menatap tajam dirinya. Bella terpaku memandangi ketulusan yang terpancar dari mata Brian. Sekuat tenaga ia menahan perasaan yang membuncah, air mata berusaha ia bendung agar tidak jatuh.
Beragam pertanyaan memenuhi benak nya, benarkah Brian akan menerima dirinya? benarkah cinta Brian masih menjadi jatahnya meski ia sudah tak sempurna?
🍁🍁🍁
Gimana? Sebel nggak? aku terlalu panjang menggantung masalah Brian dan Bella ya? terlalu bertele-tele kah?
Maaf aku sengaja 😂😂
Mudah-mudahan setelah ini Bella nggak takut lagi buat jujur ke Brian ya.