My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner
Extra Part



"Selamat ya" Bella memeluk Bianca yang tersenyum sumringah atas kedatangan Bella.


"Makasih uda datang"


"Selamat ya dek" Gantian Brian yang memeluk Bianca dan mencium kening adiknya yang terlihat masih sedikit pucat.


Dipeluk kakak nya Bianca tiba-tiba merasa sedih. Tangisnya akhirnya pecah membuat Brian, Bella dan Alex kelabakan.


"Kamu kenapa?" Tanya Brian sambil menatap wajah Bianca yang tersedu. Alex yang begitu panik ingin sekali mendorong Brian namun Ia melihat Bianca masih berpaut erat pada tubuh kakak nya.


"Bian kangen mama, melahirkan itu sakit banget. Bian mau minta maaf sama mama dulu suka bandel" ucap Bian sambil terisak. Ketiga orang yang ada di dalam sana menghela nafas lega. Seketika kepanikan itu sirna meski suasana berubah sendu.


"Mama dan papa udah bahagia di surga sayang, mereka pasti bangga putri mereka yang dulunya manja kini sudah menjelma menjadi seorang ibu yang berhasil berjuang melahirkan bayi nya ke dunia" Ucap Brian sendu. Ia pun ingin menangis tapi pria itu berusaha menahan nya, ia tak mau Bianca semakin bersedih.


"Coba aja mama masih ada"


"Kan ada mama Rani dek" Brian memeluk Bianca dan mengusap punggung adik kesayangan nya itu.


Brian menatap protes pada Alex yang melepas paksa pelukan nya dari Bianca. Alex dengan cuek mengambil Alih tubuh Bian dan menyesapkan kepala sang istri ke dadanya. Alex menciumi puncak kepala Bianca sambil mengucapkan kata-kata yang ia harap mampu menenangkan wanita nya.


Bella menahan senyum melihat ekspresi kesal suaminya. Ia melingkarkan tangan nya pada perut Brian.


"Maklumin aja sayang, bucin nya udah akut" bisik Bella, Brian tersenyum masam. Sepasang suami istri itu beralih menuju box bayi meninggalkan Alex dan Bianca yang masih berpelukan.


"Tampan seperti Alex" Puji Bella. Ia tersenyum dengan wajah berbinar memandangi bayi laki-laki yang terlihat menggemaskan. Ia tak menyadari Brian yang menatap tajam padanya.


"Jadi Alex tampan?" Bella tersentak, ia mengalihkan tatapan nya pada Brian. Dari nada bicara Brian sepertinya pria itu tak terima istrinya memuji pria lain.


"Lebih tampan suamiku tentu saja, maksud aku bayi mereka tampan dan mirip papa nya, bukan berarti Alex tampan" Ucap Bella, ia berusaha memperbaiki kata-kata yang sebelumnya terlanjur ia ucapkan.


Bella menatap Brian dengan salah tingkah ketika suaminya masih terlihat kesal.


"Sayang aku mau menggendong adik bayi nya, boleh nggak ya tuh lihat bayinya sangat menggemaskan" Bella mengalihkan pandangan nya pada makhluk kecil yang begitu lelap.


"Semoga kita bisa segera memiliki yang seperti ini juga ya" Lirih Bella sambil mengusap lembut pipi bayi montok Bianca dan Alex.


Ucapan Bella membuat rasa cemburu di hati Brian menguap. Ia memeluk istrinya dari belakang ia ikut memandangi wajah bayi laki-laki adiknya.


"Tidak lama lagi kita akan memilikinya juga sayang" Bisik nya.


"Semoga saja, aku sudah tidak sabar" Gumam Bella yang membuat hati Brian semakin tercubit.


"Kalian akan mendapatkan nya juga tenang saja" Ucap Alex sambil mendekat ke arah sepasang suami istri itu.


"Mau mencoba menggendong nya?" Alex terlihat begitu telaten mengangkat tubuh putranya dan memberikan nya pada Bella.


Wajah Bella begitu berbinar, hatinya menghangat merasakan tubuh mungil itu di tangan nya.


"Siapa namanya?" tanya Bella sambil menciumi pipi montok si bayi. Bella membawa nya mendekat ke arah Bianca.


"Siapa namanya bang?" Bianca menatap ke arah Alex.


"Regan Valentino" Ucap Alex dengan senyum bangganya.


"Punya Arti khusus?" tanya Brian.


"Regan dari bahasa Irlandia artinya penuh kejutan, seperti kehadiran nya yang mengejutkan banyak orang" Ucap Alex sambil terkekeh, Brian memutar matanya malas seperti biasa pria itu akan begitu kesal jika diingatkan pada peristiwa itu. Sementara Bella dan Bianca hanya mengulum senyum.


"Tapi Regan juga mengandung makna lain contohnya humanis, kritis, senang memberi hadiah dan banyak lagi kami harap Regan nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik sesuai dengan namanya. Sementara Valentino dari nama belakang ku" Lanjut Alex lagi.


"Bang Alex baik, sayang sama Bian, bertanggung jawab, romantis yah pokok nya tipe suami idaman. Bian malah berharap Regan seperti ayah nya nanti" Bianca membela suaminya.


"Tapi semoga nggak meniru kejelekan nya"


"Bang, Cuma Tuhan yang maha sempurna. Sementara manusia nggak, selalu ada kekurangan nya. Semua juga pasti melakukan kesalahan, tapi baik buruknya seseorang bisa kita lihat dari bagaimana cara orang tersebut bertanggung jawab atas kesalahan nya. Jangan selalu menghakimi keburukan nya saja" Ucap Bella.


"Tuh bang dengerin" cebik Bianca.


"Ah istriku ini sungguh bijaksana, aku mencintaimu" Ucap Brian sambil mencium pipi Bella yang langsung bersemu merah


"Aku juga mencintaimu" Jawab Bella malu-malu.


"Duh jadi baper" ucap Bianca gemas.


"Aku mencintaimu" Bisik Alex tak mau kalah.


Mereka semua tak bisa menahan tawa melihat ulah pria itu.


"Kenapa malah tertawa?" Alex menaikkan alisnya sambil menatap Bianca.


Ah baiklah "Bian juga cinta sama abang"


Bianca mengulum senyum nya. Ucapan cinta dari Alex selalu membuat hati Bianca bergetar.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Nantikan extra part selanjutnya ya guys


๐ŸŽ‰Guys yang belum mampir hayuk mampir ke novel ke 2 aku yg berjudul


"Affair dengan tunangan sahabatku"


sinopsis :


Apa yang kamu rasakan ketika cintamu berlabuh pada orang yang tak seharusnya?


Bukan kah sakit?


Yah begitulah yang Aleena rasakan, mencintai orang yang terlarang untuk ia cintai. Dia, pria itu Ivander Handono. Seorang pria tampan penuh kharisma. Aleena tak bisa menghentikan perasaan nya yang sudah bersemi sejak 5 tahun yang lalu, ia tak mampu memalingkan wajah nya di detik pertama pertemuan mereka. Namun sayang pria itu kini menjadi tunangan dari sahabatnya.


dan


๐ŸŽ‰Novel ke 3 aku


Tragedi Bachelor Party


sinopsis : Judulnya "Tragedi Bachelor Party"


sinopsis :


Loli tidak menyangka bahwa nasip buruk akan menimpa nya. Ia harus hancur di tangan calon kakak iparnya sendiri.


Menjelang pernikahannya, teman-teman Marcell mengadakan Bachelor Party untuknya. Namun Marcell tidak menyangka bahwa malam itu adalah awal dari segala kerumitan dalam hidupnya. Akibat obat perangsang yang teman-temannya berikan membuat Marcell melakukan hal yang paling bejat. Merenggut kesucian Loli sang calon adik ipar.


Tatapan penuh luka dari gadis yang meringkuk memegang erat selimutnya terus menghantui Marcell. Ia harus memilih dua hal tersulit dalam hidupnya. Melanjutkan pernikahan dan lari dari tanggung jawab atau melepaskan gadis yang dicintainya untuk sebuah pertanggung jawaban.


Jangan lupa mampir ya, siapa tau suka ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ