
"Apa penjelasan ku di restoran tadi tidak juga mengetuk hatimu Bella? aku sudah katakan aku mencintaimu dan tak peduli pada keutuhan selaput dara mu. Keperawanan bukan satu-satunya penentu kesucian atau kehormatan mu. Kebaikan dan ketulusan hati mu jauh lebih penting dari pada itu semua." Ucap Brian tulus, bohong jika ia mengatakan tak ada rasa kecewa di hatinya saat mengetahui bahwa gadis yang ia cintai sudah pernah disentuh oleh pria lain.
Tapi rasa cinta nya pada Bella lebih besar hingga mampu menutupi perasaan kecewanya. Lagi pula Bella kehilangan harta berharga bukan dengan kerelaan melainkan direbut paksa oleh pria jahanam yang berulah seperti binatang.
"Tapi abang berhak mendapatkan yang jauh lebih baik dari ku, yang masih suci dan belum pernah ternoda" ucap Bella yang membuat rahang Brian sedikit mengetat.
"Berhenti mempermasalahkan itu Bella, aku tetap ingin memiliki mu karena aku sungguh mencintaimu. Aku sama sekali tak peduli pada kondisi fisik mu, di mata ku kamu tetap gadis terbaik yang pernah aku temui. Ada begitu banyak hal berharga lain nya yang ada pada dirimu sayang" Ternyata begitu sulit mengembalikan kepercayaan diri Bella, Brian mengutuki perbuatan bejat Doni yang sama sekali tidak memiliki hati dan nurani.
"Apa abang nggak jijik sama aku?"
Begitu sulit untuk percaya bahwa Brian benar-benar menerima dirinya apa adanya. Pria itu begitu sempurna sementara dirinya?
Brian menarik Bella ke dalam pelukan nya. "Aku mencintai kamu, bagaimana bisa aku jijik pada wanita yang aku cintai. Percayalah sayang"
Brian menciumi puncak kepala Bella, mendekap erat tubuh gadis yang terlihat begitu rapuh. Brian dapat merasakan getaran pada tubuh Bella menandakan wanita itu belum menghentikan tangisan nya.
"Menikahlah dengan ku Bella, agar aku bisa segera menghapus jejak pria brengsek itu pada tubuhmu. Agar kamu tidak lagi terbebani akan hal itu" Bisik Brian yang membuat isak Bella semakin kencang. Ia masih tak menyangka Brian begitu berlapang dada menerima nya. Di saat sang mama telah membuang nya Brian malah mengulurkan tangan dan memberikan harapan baru pada diri Bella yang sempat kehilangan mimpi-mimpinya.
"Bella, menikahlah dengan ku" ucap Brian lagi, ia melepaskan dekapan nya pada Bella dan menangkup pipi gadis itu. Brian mengusap lelehan air mata yang membanjiri wajah cantik gadis kesayangan nya. Ia bisa saja menjamah tubuh Bella sekarang juga untuk menghapus jejak-jejak Doni yang menyakiti Bella, namun ia tak mau semakin menghinakan gadis itu dengan menyentuhnya tanpa ada ikatan yang sah diantara mereka.
Ucapan dan tatapan tulus Brian menggetarkan hati Bella, ia benar-benar bersyukur Tuhan mengirimkan Brian di tengah kehampaan nya.
"Tapi aku tidak..." ucapan Bella terhenti karena Brian telah menyesap bibir Bella lebih dulu, sungguh ia jengah pada pembahasan berulang Bella tentang kesucian nya.
"Aku tidak peduli, aku menerima mu apa adanya karena aku sangat mencintaimu." Bisik Brian setelah melepaskan pagutan nya. Bella tak berdaya untuk menolak permintaan penuh permohonan pria yang ia cintai itu. Dengan senyum yang beriring air mata Bella menganggukkan kepalanya. Sebuah senyum bahagia terukir di bibir Brian, ia menarik Bella ke dalam dekapan nya lagi. Pria itu menciumi puncak kepala Bella bertubi-tubi.
"Terimakasih sayang, kita harus segera menemui orang tua mu" Bisik Brian yang diangguki oleh Bella.
🍁🍁🍁
Langkah Bianca dan Alex terhenti saat tanpa mereka duga sebelumnya ada Salsa yang berdiri di depan pintu apartemen Alex. Salsa menatap sinis pada Bianca. Senyum jijik tampak jelas di sana kala matanya menangkap perut Bianca yang terlihat menonjol.
"Jaga bicara mu Salsa, jangan lupakan bahwa kamu adalah ja*ang yang sebenar nya" ucap Alex geram.
"Oh ya? lantas apa menurutmu kamu pria yang suci? lihatlah bahkan usia pernikahan kalian masih bisa dihitung jari tapi perut istri ja*ang kecilmu ini sudah begini besar" Ucapan Salsa berhasil menghancurkan leburkan perasaan Bianca.
"Bahkan perutku saja kalah besar meski bayi kita juga ada di dalam sini" ucap Salsa sambil mengusap perutnya hingga membuat wajah Bianca memucat. Ia menatap penuh tanya pada Alex yang juga tak kalah kaget.
"Apa maksud mu? jangan asal bicara!" Bentak Alex. Namun Salsa begitu santai menanggapi kemarahan Alex yang memuncak.
"Lihatlah ja*ang kecil, laki-laki selalu seperti ini. Pura-pura bodoh dan lari begitu saja dari tanggung jawab nya." ucap Salsa pada Bianca. Ia dapat melihat gadis itu mulai terpengaruh pada hasutan nya.
"Kamu lupa pada malam-malam indah yang pernah kita lewati sayang? kamu lupa bahwa pertukaran keringat yang kita lakukan bisa menghasilkan seorang bayi?" Bisik Salsa pada Alex yang tampak begitu jijik padanya.
"Omong kosong! aku tidak pernah menyentuh mu. Segeralah enyah dari hadapan ku! jika tujuan mu kemari bermaksud untuk menghancurkan pernikahan kami maka kamu salah. Kami sama sekali tak akan termakan hasutan mu yang penuh dusta!" Alex hampir mencapai batas kesabaran nya, jika tak mengingat bahwa Salsa adalah seorang wanita maka Alex sudah menghajarnya hingga babak belur.
"Kamu kejam Lex, bayi kita butuh kamu" ucap Bella dengan suara yang dibuat-buat.
"Bang selesaikan urusan kalian, Bian capek mau istirahat" Ucap Bianca lirih. Alex begitu terhenyak kala melihat mata istrinya berkaca-kaca. Ia takut Bianca termakan hasutan Salsa. Bianca memencet password apartemen mereka, ia tak menggubris panggilan Alex padanya bahkan ia menghempas tangan Alex yang berusaha meraih tangan nya.
"Aku akan buat perhitungan sama kamu Salsa, aku nggak nyangka kamu bisa berbuat selicik ini. Permainan kamu sungguh menjijikkan! Segera sudahi rencana kamu atau kamu akan menyesal" Ancam Alex, Salsa tetap tersenyum meski nyalinya sedikit menciut melihat kobaran amarah di mata Alex.
"Kita lihat siapa yang akan hancur Lex, aku atau ja*ang kecil mu itu. Kalian nggak boleh bahagia di atas luka aku. Aku begitu puas melihat ia begitu tersakiti dengan kabar kehamilan ku, dan ini baru langkah awal" Ucap Salsa dengan licik.
"Bianca tidak akan percaya padamu. Ia tau aku tak pernah menyentuh kamu sedikitpun. Ia tidak bodoh Salsa."
"Oh ya? aku jelas dapat melihat kesedihan di matanya. Jangan terlalu percaya diri Lex, kamu tidak bisa membuktikan bahwa kamu tidak pernah menyentuhku. ****** kecil itu tak akan percaya. Aku yakin dia percaya bahwa aku hamil anak mu" Alex mengepalkan tangan nya, ia tak menyangka Salsa bisa berubah seperti ini.
"Aku peringatkan padamu jangan coba-coba mengusik ku dan juga istriku. Aku tak akan segan untuk memenjarakan mu, bahkan aku bisa saja membunuh mu" ancam Alex yang dijawab senyum sinis Salsa. Alex segera masuk ke apartemen nya tanpa mempedulikan Salsa yang masih tak bergerak pada posisinya.
🍁🍁🍁