
Brian berulang kali mengecek ponsel nya, Sudah 5 hari ini Bella tak pernah lagi mengirimkan chat-chat receh yang biasanya hampir setiap jam selalu gadis itu kirim kan. Mengingatkan makan lah, mengucapkan selamat pagi, sore dan malam atau segala chat tak penting lain nya sudah menjadi santapan rutin Brian selama beberapa bulan ini.
Brian juga sudah tidak bertemu Bella sejak seminggu yang lalu. Tentu saja selama ini Bella datang ke rumah nya karena ada Bianca dan sekarang Bianca sudah tinggal bersama Alex maka sudah tak ada lagi alasan gadis itu untuk ke rumah nya. Merasa kehilangan? Hati Brian masih menolak untuk mengakuinya.
Brian membuka aplikasi chat nya, melihat kontak Bella yang terlihat online beberapa menit yang lalu. Brian tak bisa menepis tanya yang menyeruak. Apa gadis itu ingin mengujinya? atau memang sudah menyerah? tapi bukan kah ia bilang belum berencana menyerah dalam waktu dekat ini?
Beragam pertanyaan di otaknya membuat Brian merasa kalut.
"Aku hanya merasa heran karena gadis cerewet itu tak mengganggu ku lagi, Bukan karena apa-apa. Baguslah kalau dia menyerah sekarang. Sungguh melegakan tak menghadapi gadis berisik dengan segala tingkah aneh nya itu" Ucap Alex meyakinkan hatinya. Gengsi nya masih terlalu tinggi untuk mengakui bahwa ada rasa kehilangan yang diam-diam menyapa perasaan nya.
Meski bibirnya berucap demikian namun nyatanya pria itu tengah dilanda kegamangan. Satu sisi hatinya memerintahkan untuk menghubungi Bella lebih dulu, namun hatinya yang lain berkata sebaliknya.
"Dia akan besar kepala dan menyangka bahwa aku menyukai nya, padahal aku hanya penasaran kenapa dia tidak berkicau beberapa hari ini" gerutu Brian.
Untuk bertanya pada Bianca Brian juga enggan, wajah nya belum setebal itu untuk sanggup mendengar ledekan sang adik. Lagi pula Bianca dan Alex baru saja berangkat untuk berbulan madu. Tidak bijak rasanya mengganggu mereka untuk kondisi seperti ini.
"Ah gadis cerewet itu sungguh merepotkan" Brian meremas rambutnya frustasi.
Ucapan Bella pada pertemuan mereka yang terakhir kali kembali mengusik batin pria itu.
"Jangan sampai menyesal kalo aku tiba-tiba berhenti mengejar abang, ingat kita kadang telat menyadari perasaan. Nanti abang baru sadar kalo aku tu berarti buat abang setelah aku uda pergi. Jadi selama aku masih ada pahami hati abang baik-baik" ucapan Bella waktu itu terngiang dengan begitu jelas. Benarkah ia menyesal sekarang?
Sementara di tempat lain Bella tampak murung, pandangan nya menerawang. Kondisi gadis itu tampak menyedihkan. Ia tengah memeluk lututnya, beberapa hari ini ia mengurung diri di kamar sepanjang hari. Hanya keluar saat akan makan itupun karena dipaksa oleh sang mama. Orang tuanya pun dilanda kebingungan atas perubahan sikap gadis itu. Namun berulang kali bertanya jawaban Bella tetap sama, ia hanya sedang tidak enak badan.
Air mata sesekali menetes, ia merasa berada pada titik terendah. Semua seakan hancur hingga tak ada semangat untuk menatap hari depan. Bella benar-benar kehilangan harapan.
Gadis itu merasa teramat pilu kala bayangan wajah Brian melintas di benaknya, ia tergugu menangisi kondisinya yang tak lagi bisa mengharapkan apapun yang berkaitan dengan pria itu. Mimpi-mimpi indah yang sempat ia rangkai harus ia hancurkan begitu saja.
Ia harus mati-matian menahan dirinya untuk tidak menghubungi Brian. Meski tak pernah mendapat respon sesuai harapan namun Bella belum ingin menyerah sekarang. Tapi sekarang situasi nya sungguh berbeda, keadaan memaksanya untuk menyerah di saat ia masih begitu bersemangat untuk berjuang. Dan rasanya sungguh menyakitkan.
Rasa rindu yang membuncah menuntun tangan Bella untuk membuka aplikasi chat, membuka kontak Brian dan berniat mengetikkan pesan seperti biasanya. Namun tangan nya terasa kaku, ia merasa sudah tidak pantas untuk sekedar berharap apalagi mengejar cinta pria itu. Air matanya menetes semakin deras, membuat pandangan nya mengabur.
Bella menutup kembali ponselnya lalu melemparkan nya asal. Ia mengubah posisi menjadi tiduran, memandangi langit-langit kamar.
Gadis itu terus berfikir hingga ia memperoleh titik akhir, ia akan berusaha merangkai langkah untuk menata hidupnya ke depan meski akan sulit dan menyakitkan untuk ia jalani namun Bella tak ingin menghentikan hidupnya sampai di sini saja. Sudah cukup rasanya selama 5 hari ini Ia mengasihani diri.Ia harus melanjutkan beberapa mimpinya, namun tidak untuk Brian. Bagian mimpi tentang pria itu harus ia kubur dalam-dalam. Untung saja pria itu belum membuka hati untuknya atau ia akan semakin menderita jika harus menyakiti pria itu.
Beberapa saat termenung, lamunan nya harus terpecah. Bella menoleh pada ponsel nya yang berbunyi, menunjukkan notifikasi chat masuk. Bella meraih ponselnya, jauh di lubuk hatinya berharap Brian yang mengiriminya pesan meski mustahil rasanya karena selama ini dirinyalah yang selalu berinisiatif menghubungi pria itu duluan, namun bagian lain dari dirinya tak ingin harapan nya menjadi nyata. Ia takut berubah menjadi tak tahu diri dan kembali mengejar Brian.
Air mata yang sempat mengering kini kembali terberai kala apa yang menjadi harapnya terkabulkan. Nama Brian tertera di sana, Bella mengusap matanya untuk meyakinkan bahwa ia tak salah melihat, namun semua begitu nyata. Brian benar-benar mengirim pesan padanya.
Dengan tangan bergetar Bella membuka pesan tersebut meski awalnya ia merasa ragu.
Kamu baik-baik saja?
Ini pertama kalinya Brian mengirimkan pesan duluan padanya, tapi kenapa di saat semua sudah tidak mungkin lagi Brian baru melakukan nya?
Hatinya benar-benar kelu, ia bahagia namun rasa sakit lebih menghujam. Bella menutup mulutnya agar isakan nya tak terdengar sampai keluar.
"Apa abang merindukan ku?" ucap Bella, matanya tak lepas menatap pada pesan yang Brian kirimkan.
"Tapi semua sudah terlambat, maaf aku menyerah lebih cepat" lanjut gadis itu tersedu.
"Aku sudah tak memiliki muka untuk mengejar abang lagi" Bella memeluk ponselnya seolah tengah memeluk Brian, kilasan kejadian saat Brian menciumnya pertama kali juga ciuman kedua yang terjadi seminggu yang lalu memenuhi benaknya, senyum terukir bersama air mata yang mengalir semakin deras.
"Aku mencintai mu, aku merindukan mu, tapi aku sadar aku sudah tidak boleh memiliki perasaan ini padamu."
Bella tak berniat membalas pesan yang Brian kirimkan meski keinginan itu begitu besar. Namun demi kebaikan pria yang ia cintai itu lebih baik ia menahan diri, biarlah ia tanggung semua kesakitan nya sendiri tanpa harus melibatkan Brian.
🍁🍁🍁
Nah si Bella kenapa tuh? ada yang tau? 🙄🙄🤔🤔