
"Hai merindukan ku?" Salsa tersenyum manis pada Alex, ia begitu bahagia saat pria itu mengajaknya bertemu.
"Aku tidak punya waktu untuk basa basi. Aku datang untuk memperingatkan mu, jangan coba-coba mengganggu istriku lagi. Bianca tidak bodoh, dia tidak akan terpengaruh pada semua hasutan mu." Alex mengucapkan kata-kata nya dengan penuh penekanan. Matanya menatap tajam pada Salsa, tatapan yang seakan mampu menguliti siapapun yang berada dalam jangkauan matanya.
"Apa maksud mu babe aku nggak ngerti"
"Jangan pura-pura! jangan membuatku semakin muak dan akhirnya menghancurkan kamu."
"Sumpah aku beneran nggak ngerti. Kapan aku ganggu dia. Ja* lang kecil itu pasti menghasut kamu supaya kamu benci sama aku. Dia sengaja fitnah aku" Salsa memasang raut sedih yang membuat Alex semakin murka.
"Berhenti menyebut istriku ja* lang. Dia jauh lebih suci dari mu! Kamulah ja* lang yang sebenar nya. Bianca ku tidak akan menyakiti hati orang lain apalagi memfitnah. Kamu sengaja memeluk ku lalu menyuruh orang mengambil foto dan mengirimkan nya pada Bianca. Tapi sayang usaha mu menghasut istriku tidak akan pernah berhasil"
Salsa tersenyum pahit, ia menatap pada Alex dengan tatapan tajam penuh kemarahan bercampur dengan rasa kecewa.
"Dia merebut mu dari ku, menghancurkan hatiku tanpa perasaan. Dan itu yang kamu bilang dia tidak akan menyakiti hati orang lain? bulshit tau nggak Lex"
"Bianca tidak bersalah, dia juga tidak pernah merebut ku dari mu. Karena pada kenyataan nya akulah yang menariknya masuk dalam duniaku. Aku mencintai Bianca melebihi apapun di dunia ini. Jadi jangan coba-coba mengusik nya lagi. Atau aku akan menghancurkan mu" Ucap Alex dengan kejam, dari sikap yang Alex tunjukkan pada Salsa sulit dipercaya bahwa pria itu pernah mencintai wanita itu. Ucapan Alex menusuk-nusuk perasaan Salsa, dulu pria itu begitu menjaga perasaan nya namun kali ini ia terlihat begitu tak peduli bahwa ucapan nya menghancurkan hati Salsa.
"Aku punya semua video syur mu saat bercinta dengan kekasihmu itu. Aku tidak akan segan-segan menyebarkan nya jika kamu kembali berusaha merusak pernikahan ku dengan semua kebusukan mu!" Ancam Alex lagi yang jelas membuat Salsa terlonjak. Wajahnya berubah pucat. Ia berulang kali menggeleng-gelengkan kepala nya dengan senyum getir.
"Kamu ngancam aku Lex? nggak akan berhasil. Aku nggak takut sama ancaman kamu itu, aku tidak pernah memiliki video seperti yang kamu bilang" Nyatanya suara Salsa terdengar bergetar.
"Oh ya? kamu perlu bukti?" Alex membuka ponsel dan terlihat mengotak atik nya. Beberapa wakti kemudian Salsa merogoh ponselnya saat terdengar notifikasi pesan.
Matanya membulat tak percaya kala melihat video saat dirinya sedang bertukar hasrat dengan Riko. Wajahnya begitu jelas terlihat seketika membuat tubuhnya semakin bergetar ketakutan.
"Mau lagi? aku masih punya banyak yang lebih dari itu" Alex tersenyum licik. Ia sengaja menemui Riko karena tau pria itu sangat mencintai Salsa. Riko bersedia memberikan koleksi video milik nya agar Salsa mau menjauhi Alex dan mau menjadi milik Riko seutuhnya.
"Bayangkan jika aku mengirimkan video ini pada bos kamu, aku yakin karier mu akan hancur detik ini juga" ancam Alex lagi.
"Aku nggak nyangka kamu bisa sekejam ini sama aku Lex. Padahal aku begitu mencintai kamu" air mata berhamburan di wajah Salsa, namun sama sekali tak berhasil membuat Alex iba.
"Kamu yang memaksa aku berlaku kejam Salsa. Aku berniat berpisah dengan cara baik-baik, tapi kamu lebih memilih jalan ini" ucap Alex sinis. Ia segera berlalu dari hadapan Salsa, dari ketakutan yang tampak jelas di matanya Alex yakin Salsa tidak akan pernah berani mengganggu Bianca dan dirinya lagi.
🍁🍁🍁
"Salsa mengirimiku pesan sesaat setelah abang pergi untuk menemuinya" Ucap Bianca sambil menyesapkan wajahnya pada dada bidang pria itu.
"Oh ya? dia bilang apa?" Alex membelai rambut Bianca.
Bianca memperlihatkan isi pesan tersebut pada suaminya, andai saja Alex tak mengatakan akan menemui Salsa mungkin ia akan kembali merasa tersakiti.
"Bodoh, dia kira dia itu siapa" keduanya terkekeh, tingkah Salsa begitu konyol.
"Entah akan seperti apa wajahnya andai wanita itu tau bahwa yang mengetikkan pesan ajakan bertemu itu adalah istriku" Ucap Alex lagi.
"Tapi kasihan juga ya bang, dia masih berharap sama abang. Sepertinya Salsa sangat mencintai abang"
"Jangan menggali keraguan di hati Bian, takutnya nanti malah timbul prasangka macam-macam. Nanti Bian malah berfikir kalau abang masih mencintainya.
Alex mengeluarkan ponsel lalu menyerahkan pada Istrinya.
"Apa ini bang?" Tanya Bianca heran saat sang suami memberikan ponsel padanya.
"Tonton videonya sayang" Alex memeluk Bianca erat, menciumi dan menyesap wangi rambut Bianca yang tengah fokus memperhatikan sebuah video yang memperlihatkan dirinya dan Salsa.
"Abang sengaja mengajak Brian dan memintanya mengambil video dan merekam diam-diam percakapan kami berdua. Supaya Bian tenang dan tidak berfikiran macam-macam. Abang tau wanita itu suka sekali over thinking. Jadi dari pada istri abang menduga-duga dan berfikiran yang tidak-tidak lebih baik abang buat itu sebagai bukti bahwa abang tidak macam-macam" Jelas Alex, Bianca menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Ia tidak menyangka Alex melakukan ini agar ia merasa tenang.
"Makasih abang uda bikin hati Bianca tenang, Bian percaya sama abang. Tapi Bian juga nggak bisa memungkiri bahwa setan kadang suka membisikkan hal-hal yang membuat Bian curiga. Makasih abang uda pengertian banget sama Bian" Bianca memeluk Alex erat. Ia tak menyangka Alex akan berfikir sejauh ini untuk membuat ia tenang.
"Iya sayang. Bian nggak usah khawatir lagi. setelah ini abang bisa jamin wanita itu tak akan berani lagi mengusik kita"
"Ada berapa video yang abang punya?" Tanya Bianca. Raut wajah nya membuat perasaan Alex sedikit tidak enak.
"Ada lima video" Jawab Alex jujur.
"Abang uda tonton semua?" Meski ragu namun akhirnya Alex mengangguk. Seketika Bianca mengerucutkan bibirnya.
"Abang pasti terpesona kan melihat tubuh Salsa yang tanpa pakaian? abang pasti udah mengkhayal andai pemeran pria nya itu abang iya kan?"
Sudah Alex duga akhirnya akan seperti ini.
"Enggak sayang, abang menonton nya juga nggak sampai selesai, cuma sekilas doang untuk memastikan bahwa orang yang ada di dalam video itu memang Salsa dan kekasihnya" Ujar Alex panik.
"Beneran sayang, mana bisa abang mengkhayalkan tubuh wanita lain sementara di dalam hati dan jiwa abang cuma ada Bian. Nggak ada yang bisa membangkitkan hasrat dalam diri abang selain Bian"