
Sepanjang menuju kamar Alex tak berbicara apapun pada Bianca, membuat Bianca sedikit ketakutan. Ia bingung harus mengatakan apa. Alex begitu menyeramkan saat cemburu seperti ini.
"Bang" cicit Bianca dengan suara lembut memanggil Alex yang merebahkan diri di ranjang. Pria itu tak menjawab, matanya tampak terpejam.
"Bian boleh bobok dekat abang?" tanya Bian takut-takut. Alex menghela nafas lalu membuka matanya dan menatap ke arah Bian.
"Kemari lah" ucap Alex sembari merentangkan tangan nya. Bianca segera menaiki ranjang dan masuk ke dalam rengkuhan lengan kokoh suaminya. Bianca mengambil posisi favoritnya yaitu merebahkan kepala di dada Alex dengan tangan melingkari perut suaminya.
"Abang marah sama Bian?" Tanya nya hati-hati. Namun Alex tak menjawab itu sudah cukup bagi Bianca sebagai jawaban bahwa pria itu sedang marah padanya.
"Kak Andre nggak merayu Bian, tadi nggak sengaja ketemu. Kak Andre sama seperti kita sedang bulan madu" Bianca mengusap dada bidang Alex. Kening pria itu sedikit berkerut, ada kelegaan saat Bianca mengatakan bahwa Andre sudah menikah berarti Brian tidak berbohong waktu itu. Namun ia masih tetap bertahan dengan kebisuan nya.
"Waktu terakhir kak Andre meluk Bian itu juga sebagai salam perpisahan karena kak Andre akan menikah bang, bukan karena apa-apa. Kak Andre uda Bian anggap kakak, kita juga nggak pernah ada hubungan apapun" Bianca tak ingin Alex terus cemburu, hatinya terasa amat gusar.
"Tapi dia pernah suka sama Bian, dia juga seenak nya sentuh-sentuh Bian. Kalian terlihat akrab banget sampai tertawa bersama. Sepertinya Bian bahagia banget saat bersama dia" ucap Alex dingin. Ia tak suka saat Andre mengusap rambut istrinya, ia sungguh kesal saat melihat Bianca berbagi tawa pada laki-laki lain.
Bianca menggusur tubuhnya lalu menatap ke arah sang suami.
"Abang tau banget kalo nggak ada yang bisa membuat Bian lebih bahagia selain abang. Uda Bian bilang kak Andre itu hanya Bian anggap sebagai kakak. Nggak lebih" Bianca menatap sendu pada Alex yang masih memasang ekspresi tak ramah.
"Abang cemburu? padahal Bian uda kasih semua yang Bian punya ke abang, hati dan seluruh tubuh Bian uda buat abang semuanya. apalagi yang mau abang cemburuin?" lanjut Bianca sedikit frustasi. Alex segera memeluk Bianca saat melihat air mata mulai menggenangi pelupuk mata sang istri.
"Iya-iya maafin abang, tapi jangan dekat-dekat sama laki-laki lain selain abang dan Brian ya, Bian harus jaga jarak. Abang nggak suka Bian bersikap ramah pada laki-laki lain. Jangan bicara, jangan tersenyum ataupun tertawa pada mereka. Bian cuma milik abang" Ucap pria itu sambil menciumi puncak kepala Bianca berulang kali.
"Jadi Bian harus judes sama mereka?" Tanya gadis itu polos yang membuat Alex mengulum senyum menahan agar tawanya tidak pecah
"Iya, anggap tidak mengenal mereka saat bertemu" Ucap Alex dan Bianca mengangguk patuh.
"Sama papa Johan juga nggak boleh?" Tanya Bianca saat mengingat Alex mengatakan hanya boleh dekat dengan Brian dan dirinya.
"Oh iya kalo sama papa boleh. Abang lupa" Ucap Alex sambil terkekeh. Bianca kembali mengangguk patuh yang membuat Alex merasa gemas.
"Jadi beneran hati dan tubuh Bian cuma buat abang?" Ah Bianca merasa tak enak saat Alex sudah berkata demikian dengan tatapan penuh damba dan suara seraknya. Ini pertanda ia akan kembali dibuat tak berdaya oleh pria ini.
"Iya cuma buat abang" Ucap nya pasrah. Memang nya dia bisa apa? untuk sejenak ia benar-benar harus mengubur niatnya untuk jalan-jalan keluar lagi. Ia hanya akan mengikuti mau suaminya, jikapun sampai pulang mereka tak keluar kamar Bianca tak akan lagi mempermasalahkan nya.
Alex tersenyum puas, ia segera meraih wajah Bianca dan mendaratkan kecupan di bibir itu, menyesapnya dengan penuh semangat seolah ini pertama kali baginya. Dalam waktu singkat sentuhan Alex mampu membuat Bianca larut dalam hasrat yang Alex ciptakan, meresapi dan menikmati apa yang Alex suguhkan pada tubuhnya. tak ada yang lebih membahagiakan baginya selain berada pada posisi terdekat tanpa penghalang apapun pada suaminya. Untuk kesekian kalinya mereka kembali memadu kasih dengan bahagia.
🍁🍁🍁
"Selamat pagi" Sapa Brian menyadarkan Bella dari keterpakuan nya
"Pagi, abang kenapa di sini?" tanya Bella dengan heran atas kehadiran tiba-tiba pria itu
"Kamu ada kuliah kan pagi ini? aku datang buat jemput kamu" ucap pria itu yang membuat Bella semakin bingung.
"Tapi aku bawa mobil bang" timpal Bella yang masih berusaha menenangkan detak jantung nya
"Ya nggak usah bawa mobil, ikut aku aja. Nanti pulang nya pas makan siang kan? aku bisa jemput kamu di kampus" Tentu saja Brian hapal dengan jadwal Bella mengingat gadis itu satu kelas dengan Bianca adiknya.
"Nggak usah bang, aku pergi sendiri saja" tolak Bella. Ia tak mengerti kenapa Brian bisa berubah begini. Dulu menoleh pun Brian enggan pada nya. Dan sekarang pria itu malah dengan suka rela menawarkan diri untuk mengantar dan menjemputnya.
"Masa kamu tega aku uda jauh-jauh dari rumah jemput kamu terus kamu tolak gitu aja" ucap Brian dengan wajah memelas.
"Kan aku nggak minta abang buat jemput aku" Jauh di kedalaman hatinya Bella tidak tega untuk menolak Brian, sebenar nya ia merasa sangat bahagia namun ada sesuatu yang mencegah nya untuk merasa bahagia dan memangkas harapan nya.
"Ya tapi aku yang mau" Balas Brian yang membuat Bella hanya diam. Ia benar-benar dilanda kebimbangan.
"Ayo masuk Bell" Brian membukakan pintu mobilnya, yang membuat Bella tak memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang Brian minta.
Brian tersenyum puas karena berhasil membujuk Bella untuk ikut dengan nya, semalaman Brian tak bisa tidur memikirkan Bella. Pagi ini ia akhirnya nekat untuk menemui Bella, ia ingin memastikan lagi perasaan nya pada gadis itu.
Pria itu berlari ke sisi mobil dan duduk di kursi kemudi. Ia menoleh pada Bella yang menatap lurus ke depan.
"Kamu kenapa jadi pendiam? biasanya selama ini kamu selalu berisik" ucap Brian, ia kini fokus ke depan membelah jalanan pagi itu.
"Nggak apa-apa" Jawab Bella tanpa menoleh pada Brian.
"Kamu ada masalah?" cecar Brian lagi.
"Nggak ada bang, sekarang kenapa jadi abang yang berisik? lagian kenapa pake acara jemput segala, nanti cewek yang mau abang deketin salah sangka lagi" Ketus Bella, Brian malah tertawa.
"Kamu cemburu?" Goda Brian yang membuat Bella membulatkan matanya, ia menjadi salah tingkah.
🍁🍁🍁🍁