
"Selamat pagi" Brian merangkul pinggang Bella dan mencium pipi gadis itu kala Bella datang menemui Brian yang sudah menunggu di meja makan. Bella terdiam menatap wajah Brian yang tersenyum manis padanya. Kemarahan tadi malam sedikitpun tak tersisah pada wajah itu.
"Abang uda nggak marah?" Tanya Bella dengan takut-takut. Namun Brian hanya tersenyum dan menarik kursi untuk Bella.
"Duduk, aku sudah menyiapkan sarapan pagi. Supaya nanti abis bisa langsung cari kontrakan, mumpung week end aku bisa nemenin" Ucap Brian, tak menjawab pertanyaan Bella.
Sebelumnya Bella berniat untuk pamit, namun ia tak menyangka akan mendapat sambutan ramah dari Brian. Padahal tadi malam jelas sekali gurat kekecewaan pada wajah pria tampan itu.
Brian menyodorkan semangkuk oatmeal dengan taburan buah berry di atas nya. Benar kata Bianca, Brian selalu menyiapkan menu sarapan sehat.
"Aku nggak tau kamu suka apa nggak, tapi ini salah satu menu sarapan favorit aku" ucap Brian.
"Aku suka kok bang" jawab Bella sambil tersenyum.
"Habiskan kalau begitu" Brian mulai melahap sarapan milik nya, begitupun dengan Bella. Meski malas untuk makan karena berbagai permasalahan yang ia hadapi tapi Bella memaksakan diri agar tidak sakit. Akan sangat merepotkan andai ia harus di rawat di rumah sakit. Siapa yang akan menemaninya?
Brian meminum segelas air putih setelah menghabiskan sarapan nya. Ia lalu menatap pada Bella yang masih menikmati oatmel nya yang masih bersisah lebih dari setengah.
"Nggak enak ya?" Mendengar itu Bella menatap pada Brian.
"Enak kok, kenapa?"
"Sarapan kami baru tersentuh sedikit sementara punya aku uda abis" Ucap Brian.
"Aku makan nya pelan bang, bukan karena nggak enak" Bella mencebik dan melanjutkan kegiatan sarapan nya.
"Hampir 4 bulan kamu berjuang untuk mendapatkan perhatian ku namun tak mendapat sambutan baik. Kamu gadis tangguh Bella, berkali-kali aku tolak kamu tetap kukuh dan ceria di hadapanku, padahal rasanya sangat sakit. Aku yang baru ditolak oleh mu satu kali sudah membuat aku hampir kehilangan akal sehat, bagaimana kamu bisa sekuat itu menghadapi keangkuhan ku selama beberapa bulan ini" Bella kembalu menghentikan aktivitasnya dan menatap pada Brian yang masih menatap padanya.
"Jadi setelah berfikir semalaman aku memutuskan untuk gantian mengejar mu. sampai kamu kehabisan kata untuk menolak ku" Ucap Brian dengan senyum manisnya, ada semangat pada setiap kata yang ia ucapkan.
Bella menatap tak percaya pada Brian, ia kira tadi malam semua sudah berakhir. Tapi Brian masih tak menyerah.
"Tapi bang"
"Ssstt... Jangan menolak sekarang sayang. Aku belum memulai perjuangan ku" ucap Brian. Senyum pria itu membuat Bella seakan membeku.
Bella tak tau apa ia harus bahagia atau bersedih dengan keputusan Brian. Namun yang nyata terasa bagi Bella adalah ketakutan. Ia takut Brian akan lebih sakit saat telah lelah berjuang, pria itu mengetahui bahwa dirinya bukanlah gadis yang pantas untuk ia perjuangkan.
"Aku nggak mau membuat hati abang patah lebih parah. Sebelum terlalu jauh mungkin lebih baik abang urungkan niat abang" ucap Bella getir.
"Nggak akan, aku baru akan berhenti setelah mendapatkan jawaban 'Iya' dari kamu" Tegas Brian, ia tak memberikan kesempatan pada hatinya untuk kecewa atas ucapan Bella yang melarang nya untuk berjuang. Ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada Bella hingga sikap nya berubah begitu drastis. Brian akan berusaha mencari tau apa yang membuat gadis berisiknya berubah pendiam dan terlihat muram.
🍁🍁🍁
Sebelumnya mereka sudah mendapatkan kost-kost an yang nyaman untuk tempat tinggal Bella. Sebuah kamar dengan kamar mandi dan dapur kecil di dalam nya. Tadinya Bella ingin mengontrak sebuah rumah, namun rasa takut tinggal sendiri membuat Bella membatalkan niatnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit mereka tiba di apartemen milik Alex. Sepasang pengantin baru itu memang memutuskan untuk tinggal di apartemen Alex untuk sementara waktu karena Alex berencana membangun sebuah rumah untuk mereka. Alex dan Bianca menolak untuk tinggal bersama mama Rani dan papa Johan dengan alasan ingin mandiri.
"Hai Bell, aduh kangen banget" Bianca memeluk Bella saat melihat sahabat nya itu datang.
"Iya aku juga kangen" ucap Bella. Bianca mengernyit heran menyadaru Bella tak seceria biasanya. Yah mereka begitu saling memahami hingga sekecil apapun perubahan pada salah satu diantara mereka bisa langsung dapat mereka rasakan.
"Kita ke kamar aja ya. Bang Bian ajak Bella ke kamar ya." Pamit Bian pada Alex yang sedang bercengkrama dengan Brian.
"Sini peluk dulu" Ucap Alex sambil merentangkan tangan nya. Dan Bian dengan senang hati menghambur ke dalam pelukan hangat sang suami.
Brian memutar matanya malas sembari tersenyum masam melihat adik dan sahabatnya ini begitu berlebihan. Alex menciumi puncak kepala Bianca seolah mereka akan berpisah jauh dan dalam waktu yang lama.
Berbeda hal nya dengan Bella yang menatap sambil tersenyum pasangan yang menurutnya begitu manis dan romantis.
"Bisa nggak sih nggak usah bermesraan di sini. Jijik gue ngeliatnya" ucap Brian yang membuat Alex terkekeh. Bian menoleh pada Brian dan mengerucutkan bibirnya.
"Abang tu kebiasaan nggak suka lihat orang seneng"
"Ya lagian, kan abis bulan madu. Masa masih kurang aja. Kamu juga cuma pamit mau ke kamar doang kayak mau pisah jauh dan lama aja. Ini lagi mentang-mentang uda punya laki abis dari perjalan jauh nggak ada nyapa atau meluk abang nya" Gerutu Brian panjang lebar.
"Oh ya ampun Bian lupa" Bianca melepaskan diri dari dekapan sang suami lalu memeluk Brian yang mencebik sini.
"Udah telat" Ucap Brian sambil pura-pura mendorong Bianca agar melepaskan pelukan nya, namun Bian malah semakin erat memeluk abang nya itu sambil tertawa.
"Bro jangan dorong-dorong bini gue kayak gitu. Nanti kalo dia jatuh gimana" Ucap Alex panik.
"Lebay banget lu, jangan lupa bini lu ini adek gue. Gue nggak mungkin bikin dia celaka"
"Udah ah debat mulu, kasihan Bella nunggu kelamaan. Bian ke kamar ya bang" Bian mengecup pipi Alex lalu beranjak menuju Bella. Bianca menggandeng sahabatnya itu dan membawanya ke kamar.
"Duh ada yang lagi jatuh cinta nih" Goda Alex kala mendapati Brian tak lepas menatap pada Bella hingga gadis itu menghilang dari pandangan nya.
Brian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa salah tingkah karena kedapatan oleh Alex sedang memandangi Bella.
"Atau jangan-jangan uda jadian selama gue sama Bian honeymoon?" Alex menatap penuh selidik pada Brian yang semakin terlihat salah tingkah.
🍁🍁🍁