
"Hwa? siapa?" tanya Yoosaa bingung
"kok siapa? dia kan pernah dekat denganmu, dia paling dekat loh denganmu" jelas Taehyung
"apasih? gak ada aku kenal nama itu, itu siapa?"
"Hwajun, dia pernah jadi staff disini"
sekilas Taehyung berpikir Yoosaa pernah mengatakan kepadanya jika Hwajun bukan manusia tapi hantu
"ahh kamu pernah menjelaskan kepada ku kalau Hwa itu adalah hantu penjaga yang nyamar manusia" kata Taehyung
"heeei, Taehyung, apa kamu bicarakan sih? kamu mabuk ya? buat tidur"
"nunaaaa, aku serius, kamu tidak kenal?"
"tidak ada aku kenal nama Hwajun Hwajun itu, demi apapun aku tidak kenal" kata Yoosaa
"kamu indigo kan?" tanya Taehyung
"ahh! mana ada? gak ada. aku normal, kalau aku indigo ya udah gila"
"serius? arrrrgh"
"kamu mabuk, sana tidur lah"
Taehyung kesal tidak mendapatkan apapun soal Hwajun jadi ia lelah dan ia pun memutuskan untuk mencari Hwajun dengan berjalannya waktu, karna ia yakin Hwajun itu nyata dan ada didunia dan ia yakin akan dipertemukan nantinya
karna Taehyung melihat baju baju Hwajun yang Taehyung belikan semua masih ada, hape Hwajun ada tapi nomornya sudah mati tanpa sebab, bahkan atm nya yang berisi uang selama Hwajun kerja dan Taehyung juga sering isikan untuk Hwajun memenuhi kebutuhannya masih ditangan Taehyung
beberapa hari beberapa minggu hingga berganti terus bulan demi bulan, tidak ada ia dapat kabar Hwajun dimana perlahan tapi pasti Taehyung mulai bisa mengiklaskan hubungannya dengan Hwajun tapi untuk melupakan belum
karna mengiklaskan bukan berarti melupakan tapi melupakan sudah jelas mengiklaskan
berjalannya waktu, hingga tiba dimana bangtan ada dua acara di amerika, pertama ada acara di salah satu award bergengsi amerika dan salah satu nya lagi undangan dari kampus ternama atas perayaan unniversary pembangunan kampus itu dan juga ulang tahun dari pemilik kampus tersebut
jarang mengundang idol, tapi karna tahun depan pemilik kampus itu akan mengambil masa pensiun dan akan di kelolah anak dan adiknya jadi ia ingin di akhir masa jabatannya tepat ulang tahunnya mengadakan pesta dengan mengundang super idol kpop yaitu bangtan
bangtan bersiap siap, Taehyung memutuskan balik dulu ke apartemen untuk mengurusi beberapa kebutuhan akan ia bawa nantinya
"kemana hyung?" tanya Jungkook
"ke apartemen, mau ikut?"
"boleh, ayo, tunggu aku ambil tasku"
"kamu gak bawa persiapan ke amerika memang?"
"sudah, kan semua barangku di dorm, gak ada dirumah jarang kerumah kan"
"oh yaudah"
"ikuttt" teriak Jimin
"ayo deh" kata Taehyung
mereka pergi berbertiga ke apartemen Taehyung, sampai disana mereka masuk, Taehyung pergi mandi dulu sementara Jungkook di kamar Taehyung dan Jimin di depan televisi
Jimin yang duduk di depan ruang televisi tak sengaja melihat satu barang membuatnya penasaran dan saat mengambilnya, barang itu ternyata bandana perempuan, Jimin mengambilnya dan merasa tidak mungkin jika Taehyung memakai bandana kan?
sementara Jungkook dikamar Taehyung, ia melihat lihat, awalnya biasa saja, tidak ada apapun disana yang membuat nya aneh dan bingung, hingga ketika Taehyung meminta Jungkook mengambilkannya sabun di lemari dalam kamar wardrobe Taehyung
"Jekey, tolong dong ambilkan aku sabun cairku, ada dilemari kecil dalam wardrobe" kata Taehyung
"yaa hyung, tunggu"
Jungkook pergi ke kamar wardrobe, dan disini mulai merasa anehnya, karna terlihat di gantungan koleksi jaket Taehyung ada beberapa jaket perempuan bahkan sweater perempuan
ketika mendekati wardrobe penyimpanan aksesoris, Jungkook juga melihat ada beberapa aksesoris wanita, dan itu tidak mungkin dipakai oleh Taehyung
"gak ketemu ya?" tanya Taehyung mengagetkan Jungkook
"ahh hyung? astaga iya, dimana?"
"ini, lemari ini, kan?"
"oh astaga"
tak lama Jimin masuk, memberikan kode agar Jungkook menghampirinya, mereka bicara diluar kamar Taehyung, Jimin mengatakan apa yang ia temukan, begitupun Jungkook
"kamu tau ini?" tanya Jimin
"apa itu?"
"ini bandana, sama ikat rambut perempuan, apa yakin Taehyung memakainya?"
"ahh kamu tau yang ku dapatkan?"
"apa?"
"baju baju banyak banget punya perempuan di wardrobe hyung, aku tadi melihatnya"
"kenapa kamu masuk?"
"aku disuruh hyung ambilkan sabun"
mereka berpikir mungkin Taehyung memiliki hubungan spesial dengan seseorang, tapi kalau sampai baju, aksesoris dan lainnya di kamar Taehyung, berarti sudah hubungannya sangat jauh, tapi bahkan mereka tidak tau
mereka membahas semuanya dan tak lama Taehyung selesai, keduanya langsung menarik Taehyung untuk menginterogasinya
"ada apa ya?" tanya Taehyung
"hyung, tadi pas aku disuruh kamu buat ke wardrobe, aku melihat ada beberapa pakaian dan aksesoris perempuan" kata Jungkook
"kamu melihat?" tanya Taehyung
"tidak sengaja sih, tapi punya siapa itu?"
"ini juga aku temukan di bawa meja kaca ini" kata Jimin
"oh iya, aku mencari ini mau ku cuci, sini mana"
"kamu membawa gadis masuk sini?" tanya Jimin
"oh iya itu punya Hwa"
"Hwa?"
"siapa sih itu?"
"kalian bagaimana sih tidak mengenal Hwa, tapi yasudah lah aku menghargai niat kalian"
"niat apa? kami tidak tau siapa itu dan apa hubungan nya dengan pemilik baju baju itu"
"sudah lah, nanti kalian akhirnya tau"
hari tiba Taehyung, bangtan, staff, setelah acara award, esoknya mereka pergi ke tempat acara berikutnya, semua kru terkait datang ke kampus itu dan bersiap menyambut beberapa tamu yang akan hadir
dua sahabat yaitu dosen utama kampus terbesar dan guru pemilik sekolah terkenal, bertemu..
yaitu Daniel pemilik sekolah terkenal itu dan Ton Mi dosen utama kampus itu
"oh ya pak, ini kenalkan para murid kebanggaan saya, rokomendasi dari saya nih pak" kata Daniel, guru sekolah Hwajun
"oh ya? waaah dari mana saja ini?" tanya Ton Mi, dosen utama
"nah ini Jossie, asli amerika, kalau ini Yuuto dari jepang dan ada Huan dari China, dan ini Hwa, korea, sama dengan idol bangtan kan?"
Daniel mengenalkan beberapa murid nya, semua kebanggaan tapi termasuk empat pertemanan ini yang paling dia handalkan dari yang lain karna melihat bagaimana Hwajun memiliki otak sangat encer dan ketiga temannya jadi ikutan imbas kebaikannya dan menjadi memiliki citra baik juga
"waah iya iya, salam kenal ya, saya bangga sama kalian juga, teman saya ini tidak akan salah pilih sih"
"haha pak dosen bisa saja" jawab Daniel
"oh ya ini dari korea kan ya?" tanya Tonmi
"iya, korea dia, asli korea pak"
"kenal dong sama bangtan ini?"
"ahh oh ya kamu kenal mereka? ini dari korea loh"