
yaa, dua kali rumor jalan mereka sudah tersebar, tapi keduanya tidak sadar, lalu apa hubungannya padahal mereka bukan idol atau pemain film?
karna Kunwoo cukup banyak yang mengenal sejak ia menjadi boardiguard nya iu
berjalan nya waktu, Hwajun masih jalan bersama Kunwoo, mereka jalan menikmati pinggiran kota dan melihat lihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang didepan mereka
lalu mereka duduk dipinggiran jalanan itu dimana terdapat bangku taman, dan Hwajun melihat kearah langit, ia merasakan jika setiap ia memandang keatas, entah sepertinya ingin sekali ia terbang, tapi ia tidak tau akan terbang kemana ia pergi
"dia cantik" kata Kunwoo dalam hati
Kunwoo disana tidak fokus pada langit seperti Hwajun yang fokus pada langit, tidak fokus pada jalanan lalu lalang kendaraan, juga tidak fokus dengan orang orang jalan disekitarnya
ia fokus menatap wajah cantik Hwajun yang terlihat masih sangat polos dan masih seperti gadis sekolah
"berapa usiamu?" tanya Kunwoo
"aku sudah berusia 22 tahun" kata Hwajun
usia Hwajun disini setahun diatas usia Jungkook, jadi Jungkook berusia 21 tahun sementara Hwajun 22, lalu Taehyung 23, tapi itu kan perhitungan jalan
sementara harusnya perhitungan itu tidak berjalan setiap tahunnya karna memang usia Hwajun sebenarnya tidak akan pernah bertambah mau berapa tahun pun dilaluinya
"emm masih sangat muda" jawab Kunwoo
"hemm" jawab Hwajun
Hwajun masih sibuk dengan memandangi langit, tapi ketika suara chat masuk dalam hapenya, ia menarik hapenya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan chat
ternyata itu grup kerjaan kantor saja membahas soal pekerjaan bulan depannya, Hwajun melihat jam juga masih pukul sembilan malam jadi masih lama untuknya bisa lanjutkan jalan
"ahh oppa, ayo lanjutkan jalan, masih jam sembilan, karna jam satu aku harus sudah sampai dirumah" kata Hwajun
saat asik memerhatikan Hwajun sibuk dengan hapenya, Kunwoo memerhatikan Hwajun sejak tadi dengan tatapan nya yang penuh makna
"emm Hwa.. tunggu" kata Kunwoo menyentuh tangan Hwajun
"yaa oppa?" sapa Hwajun
"aku.. emm" kata Kunwoo gugup
"kenapa oppa? ada yang mau kamu katakan?"
"boleh jujur?"
"boleh"
"emm, oh aku mau tanya, kamu bisa membaca pikiran orang ya?"
sebenarnya Kunwoo ingin mengatakan bagaimana ia memiliki rasa suka kepada Hwajun meskipun baru dua kali ini jalan, tapi perasaannya cukup nyaman, tapi Kunwoo teringat bagaimana Hwajun bisa mendengarkan suara hatinya saat kemarin ditelfon
"kok tau?" tanya Hwajun
"kemarin waktu si telfon kan? aku bicara dalam hati loh, kamu dengar"
"apa iya? ah memang aku sering begitu"
"sering? apa itu artinya kamu memang bisa mendengar kata hati orang?"
"emm" jawab Hwajun membenarkannya
"wooh? sejak kapan?"
"sejak kapan? gak tau lah, pokoknya aku bisa"
"jadi sejak tadi kamu dengar apa yang ada dipikiran ku?"
"emm, tadi kau mengatakan aku cantik" kata Hwajun dengan sangat percaya dirinya
"wooh? iya, bener, astaga" ucap Kunwoo merasa malu
Kunwoo merasa malu, ia berpikir jangan jangan Hwajun juga tau soal dia menyukai Hwajun, tapi lagi lagi Hwajun menjawabnya
"iya tau lah" jawab Hwajun
"wooh? apa yang kamu katakan?"
"kamu bilang baru saja, apa aku tau soal perasaan kamu menyukaiku?"
"oh kamu benar benar bisa dengar semua nya"
"yaa"
"waah"
Kunwoo semakin kagum, ia antara tak percaya tapi nyata, tapi juga sedikit takut, berarti jika bersama Hwajun tidak akan ada yang bisa dia tutupi tapi dibalik itu ketakutannya masih ada rasa kagumnya
mereka lanjutkan jalan, karna sampai di jam 12 tengah malam, Hwajun harus cepat pulang, sebelum sejam lagi Taehyung sampai apartemen
"emm, kamu mau pulang?"
"iya, aku harus pulang"
"ayo kuantarkan"
"oh tapi aku tidak balik kerumah"
"lalu?"
"ke apartemen"
"kamu punya apartemen?"
"apartemen pacarku"
"pacarmu?"
"emm, aku tinggal bersama pacar ku pas kami kosong jadwal, tadi aku gak pamit sama dia keluar, dia akan datang jam satu malam nanti" jelas Hwajun
"jadi kamu punya pacar?" tanya Kunwoo
"iya punya" jawab Hwajun
"kok gak bilang?" tanya Kunwoo lagi
"kan kamu tidak menanyakan soal itu"
"ahh iya benar sih" jawab Kunwoo
"jadi mau anter? atau aku pulang sendiri deh"
"yaudah ayo, kuantar"
mereka pergi ke apartemen Hwajun, setelah sampai ditempat apartemen itu, Kunwoo merasa ada yang aneh lagi, karna apartemen yang dimaksud oleh Hwajun terbilang cukup mahal, setidaknya sekelas orang orang yang memiliki kekayaan berlimpah yang bisa memiliki apartment itu saja
bahkan iu sendiri tidak memiliki apartemen semahal apartemen disana
"sudah, terimakasih ya oppa, sudah mengantarkan ku" kata Hwajun
"emm Hwa.. boleh aku tanya sesuatu?" tanya Kunwoo
"apa?"
"kalau boleh aku tau, siapa nama pacarmu?"
"Taehyung" jawab Hwajun
karna nama Taehyung kan cukup banyak, Kunwoo tidak berpikir kearah bangtan
"Taehyung?" tanya Kunwoo
"yaa Taehyung, V bangtan" jawab Hwajun
seketika Kunwoo kaget, ia seperti merasa ada yang melemparkan batu tepat ke dadanya
Hwajun habis mengatakan itu, ia mendekati arah Kunwoo dan meminta nya agar ini jadi rahasia mereka, karna Hwajun tidak mau karier Taehyung jadi hancur hanya karna dirinya, disisi lain Hwajun harus mengatakan siapa pacarnya karna memang Kunwoo harus tau
"tapi oppa, tolong ya jangan mengatakan apapun ini kepada siapapun" kata Hwajun
"emm, kau tenang saja" jawab Kunwoo
"oh ya makasih oppa, sudah menemaniku semalam ini, lalu mengantarkanku pulang" kata Hwajun
"yaa Hwaa.. masuk deh, aku pulang"
"yaa, byebye"
tapi ternyata dari jendela kamar apartemen Taehyung, Taehyung melihat Hwajun diluar bersama lelaki lain, dan betapa dadanya seketika sesak melihat kedekatan keduanya
balik ke cerita Taehyung yang selepas pamit dari apartemennya, ia pergi kerumah ibunya dan balik ke apartemen nya lagi jam 11 malam, ia merasa tidak enak dengan Hwajun di apartemen nya
saat ia membuka dan mencari Hwajun benar saja tidak ada dalam kamar itu
Taehyung menunggu, ia sengaja tidak menelfon Hwajun dan membiarkan sampai kapan Hwajun akan datang, hingga sampai sekitar sejam lamanya menunggu
"benar benar anak satu ini mulai bisa membohongi aku" gerutu Taehyung kesal
Taehyung terasa kesal karna tidak juga Hwajun datang jadilah ia membuka pintu balkon apartemennya dan menunggu Hwajun datang disana sembari melihat pergi dengan siapa Hwajun hari itu
ketika ia berdiri di balkonnya, ia melihat mobil berhenti, tak lama seorang gadis keluar, dan ia memerhatikan karna ia mengingat jaket dipakai gadis itu sepertinya ia kenal
dan benar saja, ketika melihat dengan sangat teliti, itu adalah Hwajun, semakin kagetnya ketika ada pria berbadan cukup kekar