
Taehyung mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil lalu melemparnya disamping Hwajun duduk
"kan sudah kubilang, jangan main main dibelakang, siapa pria semalam?" tanya Taehyung
"itu hanya temanku, dan semalam aku tidak sengaja bertemu"
"baru kenal berarti malam itu?"
"tidak, aku sudah kenal cukup lama" kata Hwajun
"berapa kali jalan?"
"sering, dia baik"
"sering?" tanya Taehyung menatapnya tajam
"iya, maaf, aku tidak bilang"
"meskipun dia baik, gak harus kamu jalan sama dia, berdua pula" kata Taehyung
"iya kan teman kita gak ada lebih"
"kamu itu milikku, jangan ada yang ganggu, kenalin aku kepada dia" kata Taehyung
"aku sudah mengatakan padanya semalam" jelas Hwajun
"mengatakan apa?" tanya Taehyung
"kalau aku pacarmu"
"lalu apa dia tau aku?"
"tau, dia cukup tau"
"bagus, tapi tetap, ketemukan aku dengan dia"
"aku belum tau kapan pergi ketemu sama dia"
"yaudah jangan lagi jalan sama dia, putuskan pertemanan mu, kamu boleh ketemu tapi kalau ajak aku" kata Taehyung
"iyaa"
"kamu boleh keluar jika bersama aku"
"iyaaa babe"
"yaudah sana mandi, kita ada pergi"
"sakit babe" kata Hwajun
"apanya? mana lihat"
"udah udah, apa mau dilihat?" tanya Hwajun
Hwajun berjalan kearah toilet dan membersihkan badannya, Taehyung tau jika Hwajun lama di toilet, ia langsung masuk dan memandikan Hwajun hingga selesai
selesainya mereka pun berangkat ke agenci lalu kembali kepekerjaan mereka masing masing, beberapa hari berikutnya, dimana Hwajun sedang santai di dorm bangtan, ia bosan melihat situasi disana, jadilah ia memutuskan untuk menelfon iu
menelfon inilah ia mengobrol dan akhirnya berbicara dengan Kunwoo lagi, tapi pas ketika Kunwoo yang bicara, Taehyung datang menghampirinya padahal tidak niat mengganggu pacarnya
"siapa?" tanya Taehyung
"Kunwoo oppa"
"siapa itu?"
"pria itu yang semalam antar aku"
Taehyung menatap Hwajun tajam, berubah wajahnya menjadi sedikit marah dan kesal, lalu meminta Hwajun untuk mengaktifkan speakernya
dan mereka mengobrol disana dengan didengarkan oleh Taehyung, pembahasan biasa, tidak ada yang aneh, hanya saja Taehyung belum sadar pria itu adalah boardiguard dari iu, gadis yang diidamkan oleh member bangtan termuda itu
setelah menutup pintunya, Hwajun menjelaskan jika akan ada acara bersama temannya, menanyakan Taehyung akan ikut atau tidak
"aku ada acara sama teman temanku, akhir bulan ini, kamu mau ikut?" tanya Hwajun
"sama pria yang mengantarkanmu ke apartemen itu?"
"gak tau dia ikut atau tidak, tapi aku penting sudah bilang sama kamu"
"ya sudah, aku gak ikut" jawab Taehyung
Taehyung mengatakan tidak ikut, padahal ia ada rencana mengikuti Hwajun diam diam, ia ingin tau siapa saja teman Hwajun nanti yang bertemu dengan Hwajun
"yaudah beneran gak ikut? yang penting kan aku sudah pamitan yaa" ucap Hwajun
hari berlalu, dimana ketika pertemuan Hwajun dengan iu, mereka sengaja mengisi waktu kosong week end akhir bulan itu dengan jalan bersama
iu mengajak Kunwoo, tapi Kunwoo menolaknya karna bukan urusan pekerjaan, jadi jelas Kunwoo tidak ikut, tapi yang ada Kunwoo sudah berencana akan mengikuti perginya iu, agar bisa memerhatikan Hwajun dan iu apa saja mereka lakukan
di dorm, sudah tidak ada pekerjaan apapun, jadi Taehyung dan member lainnya ya hanya santai, week end mereka memang bebas, terserah mereka mau kemana asalkan tepat untuk pergi pekerjaan waktu selepas week end berakhir
saat di dorm duduk berdua, Hwajun memakan camilannya wafer nya, Taehyung mengatakan gerah, ia membuka kaos baju ia pakai, Hwajun awalnya biasa saja, tapi saat Luxie baru datang dari luar membeli makanan, akan masuk kedalam dorm, Hwajun langsung menarik baju Taehyung dan menutupi badan Taehyung
"astaga, apa yang kalian lakukan" kata Luxie
"babe?" ucap Taehyung
"ada gadis lain kenapa kamu malah membuka baju?" ucap Hwajun kepada Taehyung
"yaa kenapa? sudah biasa kok, Luxie kan juga tinggal disini" jelas Taehyung
"emm, sudah biasa ya?" jawab Hwajun kesal
"iya Hwa, kupikir kenapa, santai lah saja kalau denganku, aku sudah lama kenal Taehyung" jawab Luxie
Hwajun cemburu terbilang cukup jarang, dibandingkan Taehyung tapi sekalinya cemburu, kadang bikin orang lain melihatnya merasa aneh karna pada waktu yang tidak tepat
setelah akhirnya mereka berdua akan balik, Taehyung dan Hwajun siap akan pergi ke apartemen, ia pun memutuskan untuk balik ke apartemen saja bersama Hwajun
ketika sama sama siap, Hwajun sudah akan berangkat, sesampainya di apartemen, Hwajun membersihkan badannya, bergantian dengan Taehyung, saat Taehyung keluar dari kamar mandi, masuk kamar, melihat Hwajun mengeringkan rambut, Taehyung mendekatinya dan memeluknya dari belakang
"babe? ih rambutmu basah kenapa menempel dibaju belakang?" tanya Hwajun
"emm" jawab Taehyung tak mau melepaskan Hwajun
Hwajun menawarkan mengeringkan rambut, Taehyung mau tapi tidak mau menghadap ke cermin tapi dengan memeluk Hwajun
"ayo kukeringkan rambutmu babe" kata Hwajun
"emm, tapi aku tidak mau melihat ke cermin itu" kata Taehyung
"aah? kenapa?"
"aku mau nya menghadap kamu sambil memelukmu, begini"
"astaga terserah kamu saja deh"
Hwajun mengeringkan rambut dengan Taehyung menghadap ke arah Hwajun sambil memeluk Hwajun
Hwajun berpikir, betapa pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta pada seorang pria dengan penuh ketulusan hatinya dan ia tau pria ia cintai juga tulus kepadanya
malamnya, Hwajun menonton televisi, baru besok siang dia akan pergi bersama iu, jadi masih ada waktu menemani Taehyung dari sore balik dari dorm hingga malam ke paginya
saat melihat Taehyung bermain game di televisi sana, Hwajun duduk sambil membawa mac and cheese yang baru saja ia buat
"babe, cobain buatan ku, aku barusaja nyoba resep mac and cheese" kata Hwajun
"yaa, mana? suapi, aku sibuk"
"emm"
Hwajun menyuapi Taehyung dengan perhatian, menghapuskan sisa yang belepotan di bibirnya
"minum, minum" kata Taehyung dengan masih sibuknya
"ahh tunggu aku ambilkan"
bahkan mengambilkan minum dan menyuapinya juga kepada Taehyung
"gimana rasanya?" tanya Hwajun
"pas, enak"
"mau lagi?"
"iya"
Hwajun jadi makan sendiri sembari ia menyuapi Taehyung, si bayi besarnya itu
Hwajun memang selalu menyuapi Taehyung makanan yang Taehyung minta jika ia sibuk pekerjaan atau game
Taehyung bukan tipe lupa dengan jadwal makan meskipun ia sibuk, ia selalu teratur soal jam makan, jam istirahat dan jam jam lainnya tapi hanya saja ia manja terhadap Hwajun
jadi wajar saja jika Hwajun bersabar sabar untuk mengurusi Taehyung seperti saat saat seperti ini
setelah makan berdua disana sembari menyuapi Taehyung, Hwajun duduk lagi disamping Taehyung, main hapenya, lama kelamaan bosan juga, ia pun perlahan tertidur, hingga terlelap beberapa menit barulah Taehyung sadar