Me Born In Death

Me Born In Death
102



Jossie menjelaskan kepada dua temannya yang lain tanpa sepengetahun Hwajun dan keduanya pun ikut kaget, bagaimana bisa idol terkenal mengejar Hwajun


"waah serius ini kamu?" tanya Huanran


"serius, ini dapat nomor dia, dia meminta ku mendekatkan dia dengan Hwa" jawab Jossie


"apa nya Hwa yang bisa membuat idol tertarik ya?" tanya Huanran


"Huan, Hwa itu pinternya banget loh, kepintarannya super keren tau, jelas banyak yang mau sama dia" jawab Yuuto


"ya termasuk itu kamu?"


"kamu suka seriusan sama Hwa?" tanya Jossie


"yaa kagum biasa nya lah"


"oh"


setelah dari sana, Jossie menjelaskan juga pada Taehyung jika dua temannya yang lain akan membantunya dan Taehyung berterimakasih cukup besar kepada Jossie


tapi sayangnya Taehyung balik lagi ke korea, tapi nanti ada kabar apa pun dari Jossie ia akan menanggapinya dengan fast respon


beberapa hari berlalu, dimana ketiga teman Hwajun mulai menjelaskan soal Taehyung, Jossie mulai terbuka soal bagaimana ia sudah bertemu Taehyung dan meminta kerja sama nya


"apa kamu tidak lebih baik mencoba nya dulu? memberikannya kesempatan?" tanya Jossie


"aku tidak tau Jossie, aku pikirkan sekolah, aku kalau sudah sekolah ya tidak akan memikirkan hal lainnya" jawab Hwajun


"yaudah bisa lah dipikirkan lagi dulu" kata Huanran


"bisa kok, tapi nanti nanti deh" kata Hwajun


"jangan kelamaan tau, ini bangtan loh. terkenal loh dia" kata Jossie


tapi Hwajun menjelaskan tidak peduli siapa Taehyung, berapa kekayaannya, dan apa pekerjaannya Hwajun terus menolak, ya sekarang pikir kan saja bagaimana wanita bisa menjalani hubungan yang sebelum ia tidak tau soal Taehyung yang sebelum nya bahkan kehidupan mereka sangat lah jauh


Taehyung dari kehidupan penuh glamour dan hiburan sementara Hwajun murid teladan sekolah internasional, dari sini saja mereka sudah berbeda bukan?


beberapa hari berikutnya ketika Taehyung balik ke amerika, ia mengabari Jossie, dimana kebetulan Jossie bersama Hwajun berada di cafe dekat kampus tempat biasa anak kampus mengerjakan pekerjaan kampus diluar kampus dengan sekalian bisa launch kan


mendapatkan kabar itu, Jossie pamit ke toilet dan menyuruh Taehyung datang saja ke alamat cafe itu, lalu Taehyung mengiyakan nya


Jossie keluar lagi balik kepada Hwajun, selang satu menit baru Jossie berpamitan


"astaga aku lupa ada janji kepada papaku" kata Jossie


"pergi?"


"iya aku pergi, kamu bisa kan balik ke kampus"


"bisa dong, tinggal jalan"


"okeh deh"


Jossie pergi tapi tak berpapasan dengan Taehyung tak lama Taehyung datang, lalu berdiri disamping Hwajun


"Hwa" sapa Taehyung


"kamu lagi?"


"Hwa, bisa dengarkan aku?"


"apalagi? kamu sama Jossie sudah janjian ya?"


terus tanpa henti menjelaskan kepada Hwajun soal perasaannya, akhirnya tiba pada saatnya hati seorang wanita luluh ketika akhirnya Taehyung mengalah dan tidak lagi mengingatkan Hwajun


"okeh, aku berhenti mengingatkan mu, maaf kan aku memaksa mu" kata Taehyung


"maafkan aku, aku memang tidak mengingat apapun soal kamu" kata Hwajun


"will you marry me?"


tapi malah mengajaknya menikah...


"what? you crazy?" tanya Hwajun


"yaa, i crazy because i love you"


"no, bagaimana kamu bisa mencintaiku bahkan kita tidak pernah kenal, kita ketemu juga baru" jawab Hwajun


"percaya lah aku tau semua soal kamu"


"apa yang kamu tau soal aku?"


"kamu pernah menjadi hantu menyamar manusia dan hidup denganku" kata Hwajun


"kamu tinggal sama Mirseong kakak hantu juga, dan kedua orang tua hantu"


"gila sih, jangan dekat dekat"


"kamu menyukai warna merah tua dan kuning tua?"


"dari siapa kamu tau ini?"


"kamu tidak bisa makan makanan terlalu menyengat rasa nya dan kamu selalu suka makanan hambar?"


"kamu tau semua?"


semua kebiasaan Hwajun disebutkan Taehyung karna memang Taehyung tau, dan bukan main ia selalu tau tentang kebiasaan hal hal kecil dari Hwajun, membuat Hwajun kaget bagaimana bisa semua nya Taehyung tau


tanpa lelah nya Taehyung terus memohon agar diberikan kesempatan, bahkan sampai pada akhirnya melihat betapa seriusnya pria ini, kenapa tidak memberikannya kesempatan? seperti yang dikatakan Jossie


Hwajun luluh, dan bersikap lebih baik


"okeh, kita bisa berteman" kata Hwajun


"berteman?"


"iya berteman, aku tidak bisa selain itu karna bagaimana kita baru saling kenal"


"okeh" jawab Taehyung dengan cepat


mereka mulai menjalin hubungan cukup sejak itu sebagai teman biasa dulu, tidak apa apa semua kan butuh proses dan ada perjalanannya


"berikan aku kesempatan untuk ini" kata Taehyung sekali lagi setelah berkali kali ia mengatakannya


Hwajun menarik napasnya dan mengatakan "baiklah, aku menerima"


"seriously?" tanya Taehyung


Hwajun mengangguk dan Taehyung langsung memeluk Hwajun sangat erat, saat ini Taehyung berjanji pada dirinya akan menjaga hubungan dan menjaga sikap lebih baik kepada Hwajun


"tidak akan lagi aku sedikit saja menyakitimu sampai kehilangan kamu" kata Taehyung dalam hati


beberapa waktu lamanya, mereka menjalani hubungan pendekatan, Hwajun juga mulai nyaman, dengan segala kelebihan Taehyung, Taehyung terbilang anak yang cukup pintar dan cerdas, bahkan mungkin mengalahkan kepintaran Namjoon, member paling tinggi iq nya itu


karna Taehyung orang yang mudah berpikir cepat dalam beberapa hal


sejak hubungan mereka ini lah Taehyung paling sering pergi ke amerika menemui Taehyung dan ketika pas dimana ayah ibu Hwajun datang bersamaan ketika Taehyung mengapel Hwajun di taman depan asrama sekolah


dan akhirnya ketika orang tua Hwajun datang, Hwajun meminta Taehyung datang untuk dikenalkan kepada orang tuanya


Taehyung tidak berpikir ulang lagi, langsung menyanggupinya dan sesampainya Dongchun dan Junlee di amerika, tak lama orang tua Hwajun dan Taehyung bertemu


"amma, appa?" ucap Hwajun menyapa mereka


"gimana kabarmu nak?"


"baik ma, mama perjalanan gimana?"


"yaaa lancar dong, kan sampai sini"


"Hwa, ini?" tanya Dongchun


"ini Taehyung pa, kenalin"


"Taehyung? orang korea?"


"iya paman, salam kenal, saya Taehyung, dari korsel"


"oh ya? waaah salam kenal, saya ayah Hwa, Dongchun"


"ini appa ku, dan ini amma" kata Hwajun


"salam kenal juga, saya Junlee"


"salam kenal paman, bibi" sapa Taehyung ramah


disinilah momen pertama Taehyung bertemu Junlee dan Dongchun dan Hwajun menjelaskan soal kedekatannya dengan Taehyung


dimana mereka mengobrol menjadi nyambung karna sama sama bisa menggunakan bahasa umum dari korea dan mereka mengobrol dengan sangat dekat


hingga sejak itu kedua orang tua Hwajun tau jika anaknya dan Taehyung memiliki hubungan khusus, mereka tidak masalah kan asalkan Hwajun bisa membagi waktunya


"ingat kalian boleh dekat tapi Hwa, kamu harus fokus sekolah" kata Dongchun


"pasti pa" jawab Hwajun


"semoga kamu juga paham ya karna kan anak saya masih sekolah" kata Dongchun kepada Taehyung