Me Born In Death

Me Born In Death
1



hai guys, apa kabar? waah sudah lama ini saya tidak up buat story fanfic, hehe padahal baru seminggu doang..


okeh saya mulai produksi lagi nih, buat pecinta kpop semoga terhibur dan suka, maafkan bila anda tersinggung karna ini hanya ke-halu-an semata, wkwk


*aku juga sudah nulis kisah nyata yang dialami gadis didalam cerita ini, jadi bisa lihat di cerita pendek judul "aku pernah mati"


kisah dari seorang gadis bernama Hwa Joon Lee, dengan sebutan Panggilan Hwajun, biasa dengan panggilan Hwa dlsaja di lingkungan teman nya..


nah ditulis gadis kelahiran 1997 di korea utara ini memiliki banyak pro dan kontra, saya spoiler sekali lagi, jika ini adalah kisah mistis, sedikit horor tapi fanfic


okeh lanjooot...


berawal di saat Hwajun masih duduk bangku SMP..


dimana ketika itu, ia sibuk mengurus untuk banyak ujian masuk sekolah SMA yang akan ia tempuh nantinya


Hwajun bersama teman temannya sudah mulai mempersiapkan dirinya untuk masuk sekolah yang mereka inginkan..


hari berlalu, dimana saat masing masing temannya pada mendapatkan sekolah mereka inginkan, Hwajun dengan bimbang menunggu hasil dari sekolah yang ia daftar itu


dan ditunggu seminggu baru Hwajun mendapatkan kabar ia diterima, betapa senang nya ia


"belum juga keluar ya pengumuman kamu?" tanya Ju Nee


"sudah ma, aku diterima"


"waah bagus dong, appa yang antar kesana ya" kata Dong Chun


"iya udah deh pa, ayo"


"sekarang?" tanya Dong chun


"lah iya pa, kapan lagi"


akhirnya mereka bersiap siap dan akan pergi kesekolah baru Hwajun untuk mengurus semuanya


Hwajun lahir dari pasangan Dong Chun dan Ju Nee, keluarga terbilang biasa saja tapi istimewa, kenapa istimewa, karna pasangan Dong chun dan Ju Nee memiliki anak yang bisa merasakan sosok lain (hantu)


merasakan saja ya, tapi tidak untuk melihat, karna Hwajun hanya tau berada disebelah mana hantu hantu itu disekitarnya tapi tetap, ia tidak bisa melihat mereka


hari berlalu begitu cepat kini ia masuk disekolah baru nya dan menjadi murid disana, ia kenal dengan beberapa orang baru, guru baru, staff sekolah baru, bahkan tempat sekolah baru..


"hai, salam kenal" sapa seseorang


"hai, salam kenal juga, aku Hwa joon lee"


"ahh salam kenal Hwajun, aku Soo Rae"


teman baru didapat, bernama Soo Rae, seorang gadis terbilang biasa saja, tapi ia cukup baik, dan dialah orang pertama dikenal oleh Hwajun disekolah


Soo rae menjadi teman baik selama ini dengan Hwajun selama bersama dan kenal, mereka sering bersama menghabiskan waktu


hari berlalu, dimana waktu itu pelajaran seperti hari biasanya, tidak ada kejadian aneh, janggal, atau yang membuat hati tidak tenang, ya berjalan seperti hari hari biasanya saja.


Hwajun selalu memilih datang kesekolah dengan jalan, ia ada sepeda tapi ia selalu memilih jalan kaki, memakai sepeda jika ada urusan lain selain sekolah soal kepentingan yang urgen atau mendadak, intinya jarang sekali membawa sepeda.


"Hwajun, ayo" teriak Soo rae


"ya kamu duluan saja, aku masih harus ketoilet"


"lama?"


"lumayan. pergilah saja dulu. aku tak apa"


Hwajun pergi toilet. masuk salah satu bilik kamar mandi, lalu memastikan habis dipakainya selalu bersih dan ia pun keluar


ada murid lain disana


tidak menyapa, tapi mereka sama sama tau dari kelas mana, dan gadis itu bernama Yan Ann


dan saat berada didepan wastafel, Hwajun mulai merasakan ada yang janggal, Hwajun melihat kearah gadis disampingnya itu dari cermin besar ditoilet


"kenapa kamu melihatku?" tanya Yan ann


mereka kembali diam untuk beberapa menit, sampai akhirnya Yan ann membuka pembicaraannya lagi


"ehhmm kenapa cuacanya berbeda ya? kamu merasakan cuaca hari ini dingin tidak?" tanya Yan ann


"tidak"


"iya padahal belum masuk musim dingin kan"


"iya sih, apa karna lembab? kita ditoilet kan"


"oh iya juga kali"


tak selang beberapa lama, tepat di samping kiri Hwajun ada gadis lain keluar dari salah satu bilik toilet disana dan jelas betul Hwajun merasakan itu bukan hawa dari sosok manusia


seketika Yan ann meoleh kearah Hwajun ketika melihat kearah cermin itu wajah gadis baru keluar itu sangat pucat, tapi keduanya tidak berani menyapa


"kamu melihat apa dia..." ucap Yan ann terpotong


"aku duluan ya"


"ahh, kurasa, aku juga ikut keluar saja" jawab Yan ann


mereka pun keluar dan pulang masing masing, Hwajun tau gadis tadi bukan manusia jadi ia memutuskan keluar lebih cepat padahal urusannya belum selesai


beberapa waktu berlalu..


selama sekolah tidak terasa waktu begitu cepat


terasa baru kemarin mengurus banyak ujian buat masuk sekolah, dan kini sudah mulai mengurus untuk ujian kelulusan SMA, membuat Hwajun sangat sibuk belajar belajar dan belajar


tidak sendirian karna Soo rae selalu menemani nya untuk belajar bersama sama


"hari ini kan terakhir ya?" tanya Soo rae


"iya, kenapa rae?"


"ayo kapan kita jalan jalan, sebelum kelulusan ini" kata Soo rae


"iya ya, ayok kamu atur saja"


waktu berlalu, ujian telah diselesaikannya


karna mungkin ia berpikir jika itu hari terakhir kesekolahnya karna pengumuman kelulusan sudah keluar dan hasilnya ia lulus


saat akan pulang kerumah karna besok harus balik kesekolah hanya untuk melihat kelulusan saja, Hwajun ketoilet dan ia berkaca disana, ia ingin pergi jalan bersama Soo rae pulang dari sekolah itu tapi tiba tiba Hwajun merasakan sakit perutnya..


"loh, mau kemana Hwa?" teriak Soo rae


"aku ke toilet dulu ya, bentar"


"iya sudah aku selesaikan urusanku, nanti aku kesana deh, aku panggil"


setelah sampai, ia masuk ke salah satu bilik kamar mandi, tak lama Soo rae meneriaki nama Hwajun karna mereka sudah janjian di toilet


*janjian kok di toilet mbak.. mbak.. wkwk canda..


akhirnya Hwajun cepat cepat menyelesaikan urusannya dan langsung keluar tanpa ia siram bekas ia buang air besar tadi karna ia merasa ia sudah menyiramnya padahal belum karna ia lupa.


mereka pun pergi jalan berdua hingga sore..


saat disalah satu rumah makan, mereka akan mampir makan siang dan Soo rae mengarahkan untuk duduk disalah satu meja ditempat makan itu tapi seketika Hwajun melarangnya


"jangan, jangan disitu" kata Hwajun


"terus kamu mau dimana?" tanya Soo rae


"disana saja" kata Hwajun


bukan tanpa alasan karna Hwajun merasa di meja yang ditunjuk oleh Soo rae tadi sepertinya ada 2 hantu disana, ia merasakan betul keberadaannya


jadilah mereka mengambil meja yang dekat dengan jendela tapi saat makan, tiba tiba Hwajun merasa ada yang aneh lagi disampinnya