
saat malam nya Hwajun istirahat, ia menghampiri ayah ibunya dan menanyakan apa yang terjadi selama 15tahun ia tidak sadarkan diri
mulai dari Dongchun menjelaskan jika Hwajun sudah beberapa kali mencoba untuk di bakar alias pembakaran mayat, jadi bisa dikatakan kremasi karna sudah dianggap mati
lalu Junlee mengatakan jika Hwajun sudah keliling ke beberapa negara maju untuk pengobatan mulai dari medis hingga herbal dan bahkan ke paranormal
sementara kesaksian Jichun hanya melihat bagaimana Hwajun yang dirawat dalam rumah sakit selama 15tahun sering badannya semalaman saja menjadi menggemuk dan mengurus
"yang penting aku bisa kembali pa, ma, bi" jawab Hwajun
Hwajun menjelaskan jika dirinya sudah pergi berkelana, Hwajun menjelaskan apa yang ia ingat selama 15tahun
orang tua Hwajun tidak tega menjelaskan ekonomi mereka yang hancur gegara mem-biaya-i rumah sakit Hwajun selama 15tahun, jika ekonomi mereka lemah dan jatuh, karna habis habisan biaya rumah sakit jadi ketiganya kan memutuskan bekerja lagi
karna tidak mau menambah beban pikiran Hwajun yang baru hidup kembali sebagai manusia utuh
tapi Hwajun melihat keluarganya semua bekerja untuknya, Hwajun tanpa dijelaskan pun tau soal ekonomi keluarganya yang berubah dulunya karna biaya nya
hari berlalu dimana Hwajun kembali dengan kesibukannya seperti biasa, sebelum aktif untuk masuk sekolah, ia juga membantu ayah ibunya dirumah dan bibinya juga untuk menghandle urusan rumah, semua pekerjaan rumah Hwajun yang mengerjakannya
tapi sejak kepulangan Hwajun dirumah, sejak itu lah ia mulai mencoba terbiasa dengan kondisinya yang bisa melihat penampakan
Hwajun kini mengalami apa yang Myunghee selama ini rasakan, tidak semua "hantu" atau penampakan itu memiliki wajah yang mulus dan hanya pucat seperti di film film, tapi banyak sekali yang mengerikan
ia bahkan bisa berkomunikasi dengan "mereka" seperti Myunghee tapi kelebihan dari Hwajun, Hwajun bisa dengan sentuhan tangannya saja membuat orang lain bisa melihat penampakan penampakan itu
dan menyadari itu, Hwajun menghindari siapapun orang untuk ia sentuh dengan tangannya
fakta lain ketika rutin sebulan pergi cek up rumah sakit untuk pengawasan intens setelah koma, dokter dan para peneliti mengatakan jika umur Hwajun masih 15 tahun lebih mudah dari usia dia sebenarnya
"ada apa ya pak? kan sudah sebulan kami full mengisi jadwal untuk cek up rutin Hwa?" tanya Dongchun
"iya ada yang mau saya bicarakan bu, pak, terkait Hwa" kata dokter itu
dokter menjelaskan semuanya kepada Junlee, Dongchun dan Hwajun disana soal penelitian para dokter dan beberapa orang profesor terkait soal usia Hwajun
bahwa Hwajun masih berusia 15tahun lebih mudah dari usianya sekarang dan membaca hasil lab benar saja jika usia Hwajun memang masih berada pada saat pertama koma
jadi bisa dihitung ya pada usia berapa Hwajun saat awal koma, dimana ia baru lulusan dari SMP sekolahnya yaitu 15tahun yang seharusnya ia berusia 30tahun
"dokter ini gak salah? tapi akta kelahiran anak saya kelahiran 1996" kata Junlee
"mana mungkin bisa usianya 16tahun? harusnya 31tahun dokter" kata Dongchun
"bisa saya minta data kelahiran Hwa?" tanya dokter
dan saat Junlee memberikan surat kelahiran Hwajun, dokter melihat dan menunjukkan jika tahun kelahiran anaknya adalah di tahun 2005
betapa kagetnya Junlee dan Dongchun ketika melihat kelahiran Hwajun disana baru 2005, bahkan harusnya Hwajun masih sekolah dasar, baru akan masuk SMP bukan baru lulus SMP
semua kaget bukan main, bagaimana bisa ini terjadi, kemungkinan yang sama sekali tidak harusnya terjadi
semua dipastikan hari itu dan ketentuan jatuh pada usia Hwajun masih 15tahun jadi Hwajun harus memulai lagi sekolah nya di kelas tiga SMP saat beberapa temannya seperti Soorae, Myunghee dan Yan ann sudah berusia 30tahun dan sibuk memikirkan pekerjaan bahkan Yan ann sudah mempersiapkan pernikahannya
beberapa hari berlalu, dimana Hwajun bersiap untuk masuk sekolahnya di tahun ajaran baru disekolah lama nya, ia masuk sebagai murid lama tapi baru masuk
"kamu siap untuk sekolah baru ini?" tanya Dongchun
"siap ma, aku ingin cepat menyelesaikan SMP ku, biarkan yang sudah kulewati tapi aku harus melewati lagi yang penting cepat selesai dan aku akan cepat SMA" kata Hwajun
"amma akan rutin antar dan jemput kamu kesekolah sampai lulus SMA" kata Junlee
"beneran? iya ma mau"
hari pertama masuk, Junlee mengantarkan anaknya setengah jam sebelum jam masuk kelas agar bisa dijalan santai tanpa terburu buru apalagi kan Junlee antarkan Hwajun sekolah dengan sepeda (bukan motor ya)
saat awal masuk, hampir semua guru di sekolah itu sudah baru, beberapa orang guru yang masih bekerja disana itupun tidak begitu dekat dan tidak terlalu mengenal Hwajun
beberapa hari berlalu dimana ketika Hwajun disekolah, ia pergi ketoilet dan masuk salah satu toilet, dimana dulu toilet itu tempatnya terakhir datangi sebelum kecelakaan dan koma itu
tapi Hwajun melihat sosok makluk hitam yang sangat bau sangat tidak enak dan tajam tapi Hwajun sudah biasa dengan penampakan yang bisa ia lihat
Hwajun jadi masuk toilet bilik lain lalu keluar dari bilik itu menuju cermin wastafel
tak lama beberapa murid juga datang, masuk ke beberapa bilik toilet dan ada dua yang berdiri disamping Hwajun untuk membetulkan bedaknya
"emm, hai" sapa salah satunya pada Hwajun
"hai" jawab Hwajun
"salam kenal, aku Ming Shi"
"Hwajun, salam kenal" jawab Hwajun
"kamu anak di kelas sebelah kelasku"
"oh ya? waah tetangga kelasnya?"
"haha iyaaa"
mereka berdua berkenalan, Mingshi dan Hwajun malah berkenalan dengan Hwajun dan menjadi teman baru
"apa kamu merasa jika ada yang mengawasimu?" tanya Mingshi
"apa kalian penakut?" tanya Hwajun
"aku sedikit"
"apa kalian mau lihat siapa yang mengawasi kita?"
"tidak usah, aku takut" kata teman Mingshi
"bagaimana caranya? aku penasaran, apa itu hantu?" tanya Mingshi
"iyaa"
"kamu bisa melihat hantu?"
"bisa, aku juga bisa membuatmu bisa melihat"
"wooh bisa lihat? ayo coba aku lihat"
"serius?"
"eh tunggu tapi bisa lihat apa selamanya aku akan bisa lihat hantu hantu? kalau begitu aku tidak mau" jawab Mingshi
"tidak, aku hanya cukup menyentuh tanganmu dan beberapa bagian tubuhmu dan kamu akan bisa melihatnya tapi aku melepaskannya semua balik normal" kata Hwajun
"iyaaa mau"
Hwajun menyentuh lengan Mingshi dan benar Mingshi melihat nya, Hwajun langsung melepaskannya lagi, untuk itu Mingshi dan teman temannya tidak lagi meragukan kelebihan Hwajun
sejak kenal ini juga lah Hwajun dan Mingshi berteman