Me Born In Death

Me Born In Death
15



Dyung pergi ke mall dan mencari beberapa keperluan make up nya, sudah semua dipilih dan akan dibayar, saat semua ditotal, Dyung kaget karna harganya cukup mahal yaitu 45juta hanya untuk make up begitu


"wooh, banyak sekali tae?" tanya Dyung


"biar, pakai saja dikartuku" jawab Taehyung


"ahh"


"oh iya nuna, sama tolong di bungkuskan kado" kata Taehyung


"siap kak" jawab pelayan disana


setelah selesai, Dyung pamitan pulang duluan karna ada urusan, Taehyung menawari antarkan tapi menolak, jadilah Taehyung pergi kerumah Hwajun saja mengantarkan make up itu


"tae, aku pergi duluan ya, aku ada urusan bentar banget" kata Dyung


"ahh aku antar deh, sekalian aku mau kerumah Hwajun, mengantarkan ini, gimana?"


"gak gak, aku keburu, kamu saja pergi sendiri ya tae"


"ahh"


"byee"


"loh kamu pakai mobil" kata Taehyung


"aku pakai taksi saja gakpapa"


"eh jangan, pakai mobil, biar aku pakai taksi"


"bener?"


"ya lah, sana"


memang ada alasan mengapa Taehyung tidak mau jika Dyung ikut agar tidak ada yang tau alamat rumah Hwajun selain dia padahal ia lupa kalau member bangtan lainnya juga punya alamat Hwajun bahkan dari Hwajun sendiri


setelah naik taksi, menunjukkan alamatnya, lalu Taehyung sampai, ia membayar dan turun..


setelah masuk gerbang, ia berjalan ke pintu utama, lalu mengetuk pintunya dan didalam karna hanya ada Hyunki, Hyunki membuka pintu nya tapi malah Taehyung melihat pintu yang terbuka sendiri


ia kaget karna merasa ia tidak membukanya, tapi Hyunki seketika berjalan kearah belakang pintu dan memakai cincinnya lalu menyapa Taehyung


"ada yang mau saya bantu?" sapa Hyunki


"ahh paman, maafkan saya, saya tidak sengaja membuka ini" kata Taehyung


"iya, ini memang pintu biasa terbuka sendiri"


"oh, saya sampai kaget"


"cari siapa ya?" tanya Hyunki


"ahh, saya mau cari Hwa ada kah?"


"Hwa? Hwa lagi keluar kayaknya, iya nih gak ada disini"


"ahh"


"ada perlu apa?"


"kalau boleh tau, apa paman ini.." ucap Taehyung


"iya, saya appa nya, Hyunki" jawab Hyunki


"ahh, maaf paman, saya tidak tau"


"iya iya"


"ini tadinya mau kasih bungkusan ini untuk Hwa"


"apa ini?"


"make up, saya sengaja belikan buat Hwajun"


"ahh sini biar nanti paman yang kasihkan"


"beneran paman boleh?"


"iya iya"


"ahh maafkan jadi merepotkanmu"


"iya"


Taehyung pun berpamitan sekalian dan berjalan keluar pagar sambil ia berpikir lagi, tentang sosok ayah dari Hwajun memang membuatnya malah makin bingung


bagaimana tidak, Taehyung tau dengan ibu Hwajun, bertatto dan tidak terlihat bukan baik baik, apalagi appa nya, terlihat sekali seperti anggota preman bahkan memadai saja proposional tubuhnya jika ia seperti terlihat bos gengster


tapi ketika melihat Hwajun, perbedaan langit dan bumi sangat terlihat nyata, tapi dari sini Taehyung bisa belajar tidak semua anak adalah cermin dari orang tuanya


Taehyung pergi, baru saja pergi, Hwajun datang menyapa Yunsi didalam rumahnya


"hei, kamu sejak kapan datang?" tanya Hyunki


"baru saja pa, kenapa?" jawab Hwajun


"ada yang mencarimu, baru saja, tapi sudah pergi lah, kupikir kamu tidak disini, ini dari dia" jawab Hyunki


"apa ini?"


"make up, katanya buatmu"


"ahh"


"siapa lagi?" tanya Yunsi


"namanya sih Taehyung kataya" jawab Hyunki


"oh dia, pacarnya Hwajun tuh" jawab Yunsi menyeletuk


"hei, maa, apasih"


"lah iya kan, kemarin nyari kamu kesini, sekarang juga, tambah bawa make up, ada kali hantu make up" sambar Yunsi


"ahh iya ma, kemarin aku di dandanin oleh teman dia, dan jadi cantik, tapi aku lupa cara pakainya, buat apa sih make up itu?" tanya Hwajun


"buat cantik lah Hwa, kamu pakai dulu cincin mu baru bisa pakai make up" jawab Yunsi


"ahh"


Hwajun membawa masuk make up nya kekamarnya lalu ia melihat seluruh isinya, yang ternyata benar make up semua


karna tidak ada rencana keluar jadi Hwajun menyimpannya saja disana, baru besok ia pakai, ia pun keluar dari kamarnya dan keluar mencari minuman, ia haus tapi ia lupa membawa cincin


saat diluar, ia seketika kaget karna Mirseong tiba tiba datang


"Hwaaaa" teriak Mirseong


"ahh astaga kamu mir, apa sih selalu teriak kesukaannya" jawab Joana


"kemana kamu, hah? gak ada kabar selalu aja"


Hwajun menjelaskan semuanya kepada Mirseong tentang ia bertemu ayah ibu angkat, dan menjelaskan semua kebaikan keduanya dan membuat Mirseong iri, ia ingin juga diangkat anak, dan akhirnya Hwajun membawa Mirseong kerumahnya


saat sampai didepan gerbang rumahnya..


"wooh ini kan dulunya rumah kosong, apa sudah dihuni manusia?" tanya Mirseong


"dihuni appa dan amma angkat ku kan kubilang"


"bagus sekali rumahnya, mereka apa?"


"sama dengan kita"


"oh ya? waah, tapi bersih"


"mereka bersihkan karna aku tidak mau kalau kotor jadi dibersihkan hahah"


"dasar ya"


saat masuk dan memanggil ayah ibunya lalu berkenalan, dan sejak itu juga Yunsi dan Hyunki menerima juga ia untuk menjadi anaknya juga


"oh, jadi ceritanya hanya karna cemburu?" tanya Hyunki


"iya paman, aku kesal juga, aku mencari pria itu dan tidak ketemu" jawab Mirseong


"ma, pa, dia mau jadi anak kalian, diterima gak ma?" tanya Hwajun


"oh ya? beneran? ya mau lah, biar ada teman kita disini" kata Yunsi


"beneran bibi? boleh?" tanya Mirseong


"yaa, boleh, tinggal dimana kamu? tinggal disini mau kan?"


"mau bi mau"


dan sejak itu lah Mirseong tidak kembali kerumah lamanya, ia memilih dirumah Hyunki dan Yunsi saja bersama Hwajun


jelaslah ditinggalkan, jauh perbedaan rumah hunian lama nya dan rumah ini, Mirseong memutuskan tinggal bersama Hwajun juga karna kenal dengan Hwajun


hari berlanjut dimana ketika Hwajun akan menemui Taehyung dan ia masuk kamarnya, ia memakai dulu cincinnya lalu membersihkan wajahnya dan ia duduk dimeja rias kamarnya lalu melihat kearah cermin


saat Hwajun mengeluarkan kembali make up, ia bingung bagaimana cara memakainya jadi menahan saja untuk memakai sambil berpikir kemarin bagaimana ketika Dyung memakaikannya


saat berpikir, ia teringat kata Yunsi jika make up untuk cantik, jadi ia berpikir jika ia memakainya akan terlihat cantik, alhasil ia mutuskan untuk memakan beberapa make up itu


setelah kenyang, ia bersiap dan pergi ke dorm bangtan, kebetulan hari itu bangtan pergi keluar negri, tapi pas sekali ketika hari itu Taehyung juga tidak bisa berangkat bersama dengan member lain ke Malta, ia ingin mencari keberadaan Hwajun