Me Born In Death

Me Born In Death
64



sekitar jam enam, semua bersiap siap pergi, Hwajun dan Taehyung pergi dengan mobil Taehyung, menuju kerumah Hwajun, sampai disana, Hwajun turun dari mobil dan berjalan bersama Taehyung kearah pintu utama


Hwajun membuka pintu nya dan menyuruh Taehyung duduk dulu, Hwajun mencari keberadaan orang tuanya, tak lama Yuski keluar


"ini pa, aku sama Taehyung" kata Hwajun


"ahh, ini pacarmu?" tanya Yuski


"iya, pa"


"kok beda sama waktu itu?" tanya Yuski


"appa, itu hanya teman" kata Hwajun


mendengar itu Taehyung aneh, karna merasa ucapan Yuski pasti salah bicara, tapi siapa pria yang datang itu? pikiran Taehyung berpikir pria dimaksudkan bisa saja Kunwoo


"ini Taehyung pa, dia yang pacarku" kata Hwajun


"salam kenal paman, saya Taehyung" ucap Taehyung


"Yuski, appa nya Hwajun, kamu pernah kan kesini ya? waktu itu nyari Hwajun? tapi Hwajun lagi tidak ada, keluar sama amma nya" kata Yuski


"iya paman, itu aku"


"oh jadi pernah ketemu?" tanya Hwajun


"pernah, appa bilang kan sama kamu" jawab Yuski


"iya pa, ohya aku buatin minuman dulu pa"


"iyaa"


tinggallah Taehyung dengan ayah Hwajun disana, karna memang basic nya Taehyung cepat bisa dekat dengan orang jadi ia mudah mendekati appa Hwajun itu


"oh ya paman, bibi kemana?" tanya Taehyung


"bibi lagi keluar, tapi aku sudah mengatakannya kalau pacar anaknya datang" kata Yuski


"ah paman bisa saja"


"mungkin dijalan, dia masih terbang" jawab Yuski keceplosan


"terbang?" tanya Taehyung kaget


"iya terbang"


"ahh maksudnya terbang kesini, jalan kesini gitu maksudnya appa" kata Hwajun menyambarnya


"ahh kupikir apa" jawab Taehyung


Yuski kira jika Taehyung tau siapa Hwajun, tapi ternyata tidak tau, karna itu hampir saja terbongkar identitas mereka


Hwajun, Yuski dan Taehyung duduk bertiga, tak lama Yunsi dan Mirseong datang bersamaan, dan menyapa mereka


"hai, loh sudah datang tamu?" sapa Mirseong


"dari mana Mirseong?" tanya Hwajun


"aku belanja, buat masak" jawab Mirseong


"iya ini belanja" jawab Yunsi


"memang amma dan Mirseong bisa masak?" tanya Hwajun


"heheh biar kamu sama Taehyung yang masak, kami tungguin" jawab Yunsi


"kok bisa tamu malah masak sendiri amma ada ada saja" jawab Hwajun


"gakpapa babe" bisik Taehyung


Hwajun mengenalkan juga Taehyung kepada Yunsi dan Mirseong


"oh ya, ini Taehyung ma, Mirseong"


"oh ini pacar anakku?" sapa Yunsi


"hehe salam kenal bi, saya Taehyung, salam kenal nuna" sapa Taehyung


"yaa duduk lah, santai"


mereka mengobrol dan kali ini malah Yunsi yang keceplosan bicara soal mereka bukan orang yang sama dengan Taehyung karna Yuski dan Yunsi memang mengira jika Taehyung sudah tau siapa Hwajun


"Taehyung bisa masak kan? masak sama Hwa gakpapa ya" kata Yunsi


"kalau kami memang tidak pernah masak, kami tidak pernah lapar, masak gak bisa enak ya makan gitu gitu saja" jawab Yunsi lagi


"ahh, beli berarti selalu makan diluar ya bi" tanya Taehyung


"gak, kami mana pernah makan Taehyung, kami sudah tidak akan pernah merasakan lapar kan kami sudah ma...." ucap Yunski terpotong


"masuk jam makan, jadi gak lapar" jawab Hwajun menyambarnya


"oh, memang kan masuk jam makan baru biasa nya lapar, aku juga sama bi" jawab Taehyung


disini juga Yunsi baru tau jika Taehyung tidak tau soal pacar Hwajun tidak tau siapa Hwajun


"yaudah deh kalau gitu kalian lanjutkan, kami tinggal" kata Mirseong


Mirseong membawa pergi Yunsi dan Yuski, mereka masuk kamar masing masing, tinggallah Hwajun dan Taehyung


"ayo masak" kata Hwajun


"yaa, ayo" jawab Taehyung


mereka pergi kedapur untuk masak bersama, karna dasar nya memang tidak bisa memasak, tapi mereka tetap mengusahakan memasak berdua


tiba makan malam, saat sudah siap semua, Taehyung mencicipi makanan itu, tapi ia malah melirik kearah Hwajun sembari menunjukkan wajah masam nya


"gimana?" tanya Taehyung


"ahh coba kamu coba"


Hwajun mencicipi nya dan merasa itu terlalu asin, Taehyung juga merasa beberapa makanan itu tidak ada yang memiliki rasa pas, tapi bagaimana lagi, untung saja bisa dimakan


Taehyung dan Hwajun menyiapkan makanan itu di meja makan, lalu Hwajun melirik kearah Taehyung merasa ragu memberikan makanan itu sebagai makan malam mereka


tapi akhirnya Hwajun Mirseong, Yunsi dan Yuski untuk ikut makan malam, mereka pun makan malam bersama, saat semua kumpul, lalu semua duduk, Taehyung dan Hwajun saling lirik dan menatap satu sama lain, mereka takut jika orang tua Hwajun akan marah atau tidak jadi makan karna rasanya yang berantakan


tapi ketika melihat ekpresi ketiganya..


dimana Yuski makan lebih dulu, mencicipi makanan itu, dan terlihat wajah nya biasa saja, tidak merasakan ada yang aneh dengan ekspresi nya, Yuski memang tidak pernah peduli rasa makanan apa dia makan


sementara Yunsi yang memang lebih mementingkan rasa, ia merasa jika ada yang aneh dengan rasa masakan itu, ia melirik kearah Taehyung dan Hwajun


"gimana ma?" tanya Hwajun


"emm enak" jawah Yunsi


"enak?"


"iya enak"


tapi Taehyung tau jika ibu Hwajun itu berbohong, ekspresinya menunjukkan jika ia tau makanan itu tidak enak, tapi karna tidak enak mengatakan nya kepada anaknya dan pacar anaknya


sementara Mirseong, yang dasarnya memang selalu berkata jujur, ceplas ceplos, yang apa ada nya selalu dia katakan, jadilah ia mengatakan makanan itu tidak enak


"siapa masak?" tanya Mirseong


"aku, gimana?" tanya Hwajun


"sama aku juga nuna, bareng aku dan Hwa" jawab Taehyung


"tidak enak, kalian gak bisa masak?" tanya Mirseong


"Mir" ucap Yunsi


"loh bener kan ma, amma harusnya bilang biar mereka tau, biar bisa memperbaiki lagi masak nya" jawab Mirseong


"iya memang Mirseong, itu masakan kurasa kurang enak" jawab Hwajun


"kami sama sama tidak bisa memasak sih memang" jawab Taehyung


"kenapa nekad masak? kan bisa pesan makan diluar" kata Mirseong


"udah lah makan yang ada ini, kalau, kamu Mir, tidak mau makan ya keluar sana beli" jawab Yuski


"enggak deh, makan ini saja" jawab Mirseong


"udah kalau makan lanjutkan, jangan bicara" kata Yunsi dengan tegas


"sudah jangan dipikirin ya, Mirseong memang begitu, ini lumayan kok buat pemula kalau gak bisa masak biasanya lebih parah rasanya, jadi tenang saja kami makan kok" kata Yuski menenangkan Taehyung


sikap keluarga Hwajun kepada Taehyung membuat Taehyung merasa dihargai, setidaknya mereka bisa mengerti kalau Taehyung tidak pandai memasak tapi mau menghargai makanannya


setelah makan, mereka mengobrol bersama di ruang tamu, rumah itu tidak memiliki televisi padahal rumah cukup besar