Me Born In Death

Me Born In Death
50



Hwajun gemas melihat Taehyung tersenyum didepannya, ia mencium pipi Taehyung, tapi Taehyung malah menghapus bekas ciumannya


"babe?" ucap Hwajun


Hwajun mencium Taehyung lagi tapi dihapus lagi oleh Taehyung, Taehyung masih sibuk hapenya


akhirnya Hwajun mencium lagi tapi di hapus lagi sama Taehyung


"babe, kenapa selalu menghapus bekas ciuman aku?" tanya Hwajun


"gakpapa, ini hanya gatal" kata Taehyung


"apa? bekas ciuman ku gatal? bagaimana mungkin?"


"gak tau juga lah"


karna gemas, Hwajun akhirnya menahan kedua tangan Taehyung dengan kakinya dan membekap tangan dan paha dengan kakinya


Hwajun langsung menciumi pipi Taehyung, Taehyung suka lah, ia malah mengharapkan itu, yang ada Taehyung malah berusaha membuka tangannya tapi Hwajun terus menahannya


"babe, kalau kamu hapus, lihat saja, aku tidak akan memberikan ciuman lagi" kata Hwajun


"iya tidak babe"


setelah menjawa itu, Hwajun membuka kakinya agar tangan Taehyung bebas tapi malah Taehyung kembali menghapus bekas ciumannya itu


"babe" bentak Hwajun kesal


Hwajun pun marah, ia ngambek dan duduk menghindari Taehyung, Taehyung tidak tega jadi ia mendekati Hwajun dan menciumi pipi Hwajun


tapi yang ada malah Hwajun membalas perbuatan Taehyung tadi, ia langsung mengusap pipi bekas ciuman dari Hwajun dengan bantal yang ada disofa itu


"babe?" ucap Taehyung kesal


"kesal kan kamu? kalau kuhapus bekas ciumannya?"


"iya kan udah enggak, coba cium aku? aku gak akan hapus lagi babe"


Hwajun mencium Taehyung lagi dan benar, Taehyung tidak menghapus bekas ciuman itu, tapi gemasnya saat Taehyung mencium balik Hwajun, malah Hwajun yang menghapusnya


"babe? kenapa malah dihapus lagi?" teriak Taehyung


"males ih"


"babe? ih kamu jangan hapus"


"iyaaa, aduh ih, sakit tanganku"


"yaudah jangan hapus" kata Taehyung


"kamu bikin gara gara duluan kan?"


"iya enggak udah kan sayang"


"iya, awas saja kamu ya"


"iyaa"


Taehyung kembali mencium Hwajun, tapi Hwajun berpura pura menempelkan ke sofa disana lalu mengusapkan pipinya


karna Taehyung kesal, akhirnya ia menahan tangan Hwajun seperti Hwajun lakukan tadi padanya, lalu ia menahan kepala Hwajun dengan kedua tangannya dan menciumi seluruh wajah Hwajun bahkan membasahi bibir Hwajun juga membuat merah leher Hwajun


"babe? astaga, sulit bernapas aku rasanya" kata Hwajun


"macam macam terus ya sama aku? main main ya kamu"


"iya maaf maaf" ucap Hwajun memeluk Taehyung


sorenya, saat mereka selesai dengan kejahilan masing masing, Hwajun pergi kedapur membuat juice


tak lama Taehyung ada urusan dengan ibunya dan akan pergi sorenya, jadi ia memutuskan untuk pergi saja, karna urusan keluarga baginya adalah nomor satu


"babe? aku pergi kerumah amma" kata Taehyung


"ahh baiklah, pulang kapan?"


"kenapa tanya itu?"


"gakpapa, tanya saja memang salah?"


"hemm, awas ya kamu keluar malam lagi, aku marah"


"iyaa pulang malam berarti kamu?"


"gak tau, apa aku mungkin tidak pulang?"


"ahh? oh yaudah gak pulang kan?"


"ahh baiklah" jawab Hwajun


semakin mencurigakan, jadilah itu alasan Taehyung mengatakan tidak pulang atau balik jam satu malam padahal ia pulang malam itu sebelum jam 12 malam, karna ia curiga dengan pertanyaan Hwajun seperti itu


"ini diminum dulu, buatan ku" kata Hwajun


"Juice? ahh love you sayang" ucap Taehyung


Hwajun mencium pipi Taehyung kanan kiri sebelum Taehyung akan pergi, sudah jadi rutinitas ketika salah satu dari mereka akan pergi


beberapa rutinitas ketika mereka sedang dalam mode privat


- salah satunya pergi, yang akan pergi wajib mengucapkan kata "i love you" kepada yang ditinggalkan


- salah satunya yang stay tidak pergi, wajib memberikan ciuman pipi kanan kiri


lebay? alay? yaa begitulah cara mereka menjalani hubungan, karna setiap hubungan ada keistimewaan menurut masing masing kan?


Taehyung pergi, dan Hwajun pun merasa bebas, ia ingin pergi lagi jalan jalan dan berkeliling beberapa tempat, semenjak ia bekerja, ia memang tidak pernah lagi pergi jalan jalan, jadi ia akan menghabiskan sore nya hingga malam untuk jalan


setidaknya tidak lebih dari jam satu malam karna Taehyung bisa jadi pulang jam itu kan, tak lupa ia membawa kunci apartemen


kembali lagi Hwajun pergi hari itu, ia tidak berniat bertemu dengan siapa siapa, ia memang ingin keluar mencari udara, ketika di tempat dimana ia pergi, ia melihat ada beberapa keramaian, ia malas dengan situasi keramaian, akhirnya ia berjalan tanpa melihat kesibukan dan keramaian disana


saat sedang asik main di pinggiran jalanan, tak jauh dari tempat segerombolan orang tadi berkumpul, ternyata Kunwoo memerhatikan Hwajun, ia mengenali itu Hwajun, saat ia harus mengantarkan iu sampai di mobil, iu pun aman dan pergi bersama mobil, Kunwoo selesai tugas meminta izin pergi duluan kepada Byung gu


btw. nama penyanyi IU memiliki nama asli Lee Ji-eun, tapi kita pakai nama sebutan panggung nya saja ya yaitu IU (penyebutannya adalah AYU)


"kemana kamu?" tanya Byung gu, staff boardiguard yang lain


"aku pergi duluan, aku ada keperluan lain, tugasku selesai kan?"


"ahh iya, yasudah"


Kunwoo mendekati arah Hwajun dan menyapanya..


"Hwaaa.." sapa Kunwoo


"ahh oppa? kamu? kamu ngapain kok disini?" sapa Hwajun menoleh kanan kiri


"aku.. baru saja dari mengawal iu"


"unnie? mana dia? kok kamu tau aku gak panggil aku?"


"iu sibuk urusan lain lagi, dia orang sibuk"


"dia sibuk terus kamu tidak? kan kamu boardiguard nya?"


"kan sama boardiguard satunya lagi"


"ahh"


Kunwoo merasa ada yang memerhatikan mereka, dan benar saat mencari sekeliling nya, tepat kiri belakang ada sosok paparazi yang mencoba mengambil gambar mereka


"kita harus cepat pergi" kata Kunwoo


"ooh? kenapa?"


"ada paparazi"


"paparazi? apa itu?"


"nanti kujelaskan, ayo kita pergi"


mereka akhirnya pergi menuju ke salah satu rumah makan, dan mereka bersembunyi didalam rumah makan itu, rumah makan nya cukup mewah dan berkelas karna tada staff jaga yang khusus mengawasi yang datang untuk melarang yang mencurigakan


setelah masuk, mereka duduk dan memesan minuman, juga makanan, baru mengobrol


"ada apa mengajakku lari?" tanya Hwajun


"tadi ada paparazi, dia itu salah satu media tak bertanggung jawab yang akan menyebarkan rumor banyak orang, memangnya kamu mau dirumorkan?"


"wooh? aku tidak mau lah, nanti banyak pihak kecewa kan?"


"banyak pihak? maksudnya gimana?" tanya Kunwoo ambigu


"yaa, nanti bagaimana kalau tempat ku bekerja akan begitu marah"


"ahh benar apalagi aku, sampai ketahuan kan bahaya"


"nah makanya, kamu juga ada kerjaan"


makanan pesanan datang, mereka pun makan, mereka sebenarnya tidak tau jika rumor mereka sudah tersebar sejak kemarin malam mereka jalan