
kadang Mingshi sering ke kelas Hwajun, kadang Hwajun juga kekelas Mingshi
dalam persahabatan Hwajun dengan beberapa teman yang lain, memang Mingshi lah paling baik dengan Hwajun, persahabatan mereka sudah cukup jauh meskipun terbilang baru kenal, banyak hal mereka ceritakan satu sama lain tentang pengalaman masing masing
beberapa hari berikutnya, Hwajun malah banyak dikenal karna tersebarkan oleh teman teman Mingshi
mengetahui soal kemampuannya tersebar, Hwajun menemui Mingshi tapi Mingshi menjelaskan jika bukan dia yang menyebarkannya tapi teman temannya
"kamu yang menyebarkan Mingshi?" tanya Hwajun
"bukaaan, bukan Hwa, itu teman temanku" kata Mingshi
"iya Hwa, aku yang menyebarkan" kata teman Mingshi
"maafin ya Hwa"
"udah lah gakpapa kok, aku biasa saja, karna kan yang tau kalian, jadi aku tanya kalian" kata Hwajun
"memang banyak yang datang ya kepadamu?" tanya Mingshi
"haha iyaaa tapi gakpapa lah"
karna guru lagi tidak ada yang mengisi kelas, jadi mereka santai dan berkumpul di kelas Mingshi itu, Hwajun juga bersama teman nya yang dari kelasnya
membahas disana untuk lanjutkan SMA kemana, mereka membahas soal kelanjutan sekolahnya, dimana semua membahas kemana mereka akan tuju
setelah rekomendasi, melihat lihat sekolah SMA favorite, Hwajun dan Mingshi menjawab kemana mereka ingin lanjutkan SMA dan bersamaan menjawab ditempat yang sama yaitu di amerika
"SMA internasional amerika" jawab Hwajun dan Mingshi bersamaan
"wooh kalian barengan"
"kalian janjian ya?"
"kamu kemana memang Hwa?" tanya Mingshi
"niatku di Chicago" jawab Hwajun
"ahh aku sempat ingin kesana, bagus banget sih itu"
"terus jadi kemana?"
"gak tau masih lihat nanti saja"
baik Hwajun dan Mingshi sama sama sibuk urusan mereka masing masing khusus nya soal sekolah, mengingat bagaimana mereka berdua sama sama mengejar sekolah luar negri
tapi bedanya jika Mingshi berjuang untuk sampai di amerika untuk sekolah normal, bayar, tapi tetap kan harus ada prestasi yang nyantol
sementara Hwajun memutuskan mengambil jalur prestasi, karna ia tau keluarganya tidak akan mampu membayari urusan sekolahnya
untuk itu Hwajun sangat fokus dan begitu niat sekali untuk sekolah luar negri sekalian terpandang dan juga untuk ada pikiran untuk bisa membantu orang tuanya nanti
hari berlalu begitu cepat, Hwajun sudah lulus dan ia menjadi lulusan terbaik selama sejarah sekolahnya berdiri, bahkan saking pintarnya Hwajun, ia juga dapat undangan dari pemerintahan KorUt untuk membahas sekolah bagi Hwajun gratis kemana pun Hwajun ingin masuki
tidak menyia nyiakan kesempatan, Hwajun dengan tegas mengambil sekolah di Chicago amerika serikat dan pemerintah langsung menyanggupinya bahkan ia langsung dapat tiket penerbangan dan untuk bisa ikut test masuk SMA amerika
"kamu jadi berangkat?" tanya Dongchun
"iya pa, aku sama pihak sekolah kok pa, sama beberapa dari pemerintah KorUt" kata Hwajun
"sering kabari keluarga disini ya" kata Junlee
"iya ma, pasti lah, nanti aku bakalan sisihkan uang untuk bisa pulang karna katanya disekolah amerika aku ambil dapat bonus bulanan nya kok jadi bisa ku pakai untuk bertahan hidup disana dan pulang kesini" kata Hwajun
"iya sama, mama juga akan sering kesana setelah mengumpulkan uang kerja mama" kata Junlee
Hwajun persiapan, ia datang untuk test dulu, lalu mengurus pendaftaran awal dan pulang lagi sembari menunggu hasil test nya keluar
setelah test keluar Hwajun langsung pergi ke amerika dan kali ini ia pergi untuk langsung awal mulai sekolah, setelah sampai di amerika, karna warga asing, Hwajun jadi dapat asrama kampus terbaik itu karna jarang sekali yang bisa tinggal di asrama yang super mewah dan lengkap itu
banyak teman ia temui dari beberapa negara lain dan mereka adalah Yu Uto dari jepang, Huan Ran dari China, dan Jossie asli amerika, mereka saling berkenalan dengan Hwajun dan menjadi teman dekat berempat
mengobrol banyak hal, bercerita soal sekolah lama masing masing dan negara masing masing, banyak lagi mereka ceritakan
"terimakasih ya kalian mau jadi temanku" kata Hwajun
semua juga mengucapkan sama karna mengingat ketiganya banyak kekurangan tapi Hwajun mau berteman dengan mereka
"Hwaa.. kami tau yang mau mengatakan itu, kamu mau berteman sama kami" kata Yuuto
"iya bener kamu ih, aku berteman sama anak pintar seperti kamu sudah begitu bangga" jawab Huanran
"apalagi kami indigo super dewa" kata Jossie
"haha iya ya, kalian berani juga lihat hantu hantu kalau aku pegang?"
"iya lah, aku pengen banget dari dulu bisa lihat hantu" kata Jossie
"sekarang terkabul" kata Hwajun
"haha banget"
ketiganya bukan takut tapi berani malah penasaran bagimana wujud hantu itu, makanya tidak ada yang takut ketika Hwajun membuat mereka melihat hantu hantu itu
beberapa hari berlalu, dimana dua bulan berikutnya, Hwajun dapat uang hasil ia kumpulkan dari pemberian bonus, jadi ia bisa pulang
setelah sampai dirumah, Hwajun melepaskan rindu kepada Junlee dan Dongchun. ia istirahat, belajar, lalu melakukan kegiatan seperti biasanya
selama tiga hari di negara asalnya, malam terakhir sebelum besok paginya akan pergi pulang ke amerika lagi, Hwajun mengobrol dengan orang tuanya mengatakan soal rencananya
"oh ya pa, ma, bi, Hwajun sebenarnya mau bilang juga soal bulan depan sampai bulan bulan berikutnya gak pulang" kata Hwajun
"loh kenapa Hwa?" tanya Junlee
"soalnya Hwa barus fokus kan sama kuliah, tapi nanti aku akan bagi empat uang bonus dari SMA ku pa, ma, bi, buat kalian"
"kok empat?" tanya Dongchun
"ya kan appa, amma, bibi, sama aku"
"oh iya udah dikira punya siapa" jawab Dongchun
Hwajun menjelaskan terkait ia tidak bisa sering pulang tapi janji mengirimi uang hasil bonus sekolahnya untuk mereka
tiba kembali nya Hwajun ke amerika, ia sibuk lagi dengan kegiatan di sekolah nya, ketika telah seminggu berlalu selepas Hwajun pulang ke rumahnya di kampung halaman, sekolah Hwajun mendapatkan undangan dari salah satu kampus terkenal di amerika untuk tamu penting kampus
dan semua murid sibuk mempersiapkan untuk urusan undangan itu, karna undangannya sedang tidak terlalu resmi, jadi bebas memakai baju asal kan tidak terlalu terbuka
semua sibuk mempersiapkan termasuk Jossie yang pergi kekamar Hwajun mengajaknya nyalon dan akan menraktir buat nyalon juga, Hwajun mengiyakannya dan saat sampai, ia seperti tidak asing dengan salon itu
salon itu bernama MiSh, dan itu seperti tulisan yang sering ada di buku milik Mingshi, teman smp Hwajun
saat masuk Hwajun menanyakan ternyata milik Mingshi memang, Hwajun menelfon Mingshi dan mengajak ketemuan di salon MiSh itu