
Hwajun bisa jalan kemana saja, pergi makan apa saja dimana saja tanpa harus mengeluarkan uang
seperti saat ia melihat ada penjual es kopi putih di truck coffe jalanan, ia melihat ada staff membuatkannya tapi karna yang membeli masih menerima telfon jadi kopinya dianggurin dan Hwajun merasa ia sedang haus
"nuna, kopi nya, atas nama siapa?" sapa staff penjual
"tulis saja nama Sun"
"okeh sudah ditulis, silahkan"
nama pembeli itu adalah Sun, tapi sejak sebelum gadis itu mengatakan namanya, entah darimana Hwajun seketika tau nama dari gadis itu adalah Sun
"berapa itu?" tanya Sun
"20 ribu saja"
"okeh, ini saya bayar, emm tunggu pak, saya ada telfon"
"baiklah, saya letakkan dipinggir sini ya nuna"
"iya"
merasa ada kesempatan, jadilah Hwajun mengambil minuman itu dan menghabiskannya disana lalu meletakkan lagi ditempat semula lalu menunggu ekspresi dari penjulan kopi dan pembelinya
dan benar saja, saat Sun melihat isi cup nya sudah habis
"loh pak, ini minuman saya kok sudah habis saja?" tanya Sun
"loh, bukannya tadi ada ya? saya pikir nuna yang meminumnya" kata penjual
"saya baru selesai angkat telfon ini, dan lihat sudah tidak ada isinya, hanya cup kosong"
karna harus bertanggung jawab, jadi penjual harus membuatkannya lagi tapi penjual masih heran apa yang terjadi dan kemana minumannya, karna sebenarnya penjual itu juga merasa aneh, karna ia tau Sun masih angkat telfon tapi kopinya sudah habis
disana seketika Hwajun tertawa dengan polosnya ketika ia melihat ulahnya sendiri
dihari berbeda, Hwajun melihat ada restoran terkenal dan mahal, ia merogoh saku baju seragamnya dan hanya ada uang 10 ribu saja, ahh di rumah makan besar mana ada menu 10 ribu?
tapi karna penasaran, ia masuk, lalu melihat banyak pengunjung sedang makan, sampai akhirnya ia melihat salah satu meja makan dimana orang yang memesan makanan hanya mengaduk aduk makanannya karna sibuk dengan telfon, pelanggan itu adalah Sa bae
akhirnya Hwajun memakannya perlahan hingga habis, dan setelah Sa bae mengaduk makanan dari tadi selesai telfon, ia teriak histeris karna kaget makanannya sudah habis padahal banyak saksi disana memang orang itu belum memakannya
"ini tadi saya mengaduk saja, tapi kenapa makanan habis?" tanya Sa bae
"nuna, apa kamu mungkin lupa memakannya, karna bagaimana bisa diaduk saja bisa habis"
"saya yakin kok, saya hanya mengaduk, tidak memakan sama sekali, sungguh"
jadilah staff kembali membuatkan makanan untuk Sa bae da. disini betapa senang nya Hwajun bisa bersenang senang
hari demi hari dijalaninya, hingga akhirnya dimana ia berjalan keliling kota dan berada disalah satu taman, ia duduk di salah satu bangku taman tempatnya bermain
saat duduk Hwajun melihat ada wahana seperti gelas jumbo yang bisa berputar untuk bermain anak anak, ia pun masuk kesana dan bermain, memutarkan permainan dan bersenang senang
Hwajun pun turun dan duduk di salah satu bangku pinggiran taman, sambil memikirkan bagaimana cara ia bisa kembali kepada tubuhnya tapi ia merasa jika ia menjadi hantu dikehidupannya sekarang, ia tidak membayar apapun jika ingin memakannya padahal dunia yang sekarang tidak ada yang namanya gratis
saat duduk, ia tidak sadar ada gadis yang tiba tiba duduk tepat di tempat ia duduki, alhasil gadis itu malah jadi kerasukan, dan Hwajun malah heran, ia malah berada di tubuh gadis itu
"babe, babe" teriak pria yang bersama gadis itu
"kamu siapa?" tanya Hwajun
seketika pria itu kaget karna suara pacarnya berubah drastis, ia ingat betul suara pacarnya bukan begitu, dan pria itu langsung menghindari pacarnya karna tau jika pacarnya kesurupan
"kamu siapa, keluar dari tubuh ini" kata pria itu
seketika itu Hwajun bingung dan melihat ia menjadi sosok gadis lain, dan mengendalikan tubuhnya, lalu ia pun keluar dari tubuh gadis itu
"babe, kamu tidak apa?" tanya pria disana
"aku kenapa?"
"kamu kerasukan tadi"
"apa iya?"
mereka ketakutan disana, untung nya ada orang lain yang membantu pasangan ini, sementara Hwajun pun pergi
Hwajun melanjutkan jalannya dan berkeliling kemana pun ia mau pergi sampai akhirnya ia berada di suatu tempat, ia merasa jika ia berada di tempat yang ia merasa kenali arah kemana
Hwajun terus berjalan dan benar saja ia berada di perbatasan korea utara dengan korea selatan, dimana ia tau perbatasan disana sangat ketat dijaga para tentara dan polisi dari masing masing negara korea utara dan korea selatan
entah apa dibalik sejarah tapi negara yang dulu pernah jadi satu antara korea utara dan korea selatan kini menjadi terpisah untuk beberapa masalah terkait jadi harus penjagaan ketat di bagian perbatasan
saat mendekati arah garis yang menjadi pembatas asli milik selatan dan utara yang mana, saat Hwajun berjalan mendekati arah garis itu, ia ketir ketir karna takut jika ada yang menembaknya
"ngapain sih takut, kamu itu hantu, tidak dilihat mereka" gerutu Hwajun
seketika Hwajun yang merasa penasaran bagaimana kehidupan di korsel yang katanya banyak sekali hiburan yang jauh dari kebanyakan aktifitas di korut
seketika itu, Hwajun berjalan lalu mendekati garis dan ia mendengar seperti ucapan, cukup keras tapi seperti dari sangat jauh terdengar suaranya
"jika kamu keluar, aku akan menghilangkan seluruh memori ingatan diotakmu, sampai kamu kembali kesini lagi aku kembalikan lagi semuanya semula" suara itu terdengar yang entah dari mana
"siapa kamu? apa maksud suara itu?" teriak Hwajun
tapi Hwajun melihat sekelilingnya siapa yang mengatakan itu, yang ada ia tidak mendapatkan siapapun yang mengatakan itu, ia bingung sumber suara, dan membuatnya malah tidak sadar jika ia menginjak tepat digaris pembatas
Hwajun kaget, ia langsung mengangkat kakinya dan melihat lagi sekelilingnya tapi ia benar benar penasaran jadi ia benar benar melompati garis itu dan ia berada di tanah korsel sekarang
tapi tak lama Hwajun malah mendapatkan sabetan keras dikepalanya hingga ia terpelanting dan ia pingsan disana
beberapa jam berlalu, Hwajun bangun. tapi ia tidak tau mengapa dirinya pingsan disana, dan ia masih berada di posisi yang sama saat ia terjatuh tadi
ia mencoba berdiri dan melihat sekelilingnya, ia bingung kenapa ada diperbatasan korsel dan korut, karna ia bingung, dan ia melihat ia berdiri di bagian korsel, jadi ia pikir ia adalah orang dari korsel