
pagi nya berkelana hingga sore, hingga saat Hwajun jalan dipinggiran taman, ia melewati taman itu dan tak jauh ia melihat ada seorang perempuan yang berada di ujung jembatan
seketika Hwajun menahannya dan membantunya agar tidak bunuh diri, tapi perempuan itu langsung mendorong Hwajun ketika tau ia diselamatkan
"kamu mau ngapain, jangan bunuh diri ya" kata Hwajun
"heeeei, apa sih, mana mungkin aku bunuh diri? aku sudah mati"
"ahh, kamu juga.." ucapnya terpotong
"aku sudah mati di jembatan itu bersama pacarku, pacarku sedang mencari makanan, aku lapar, buat apa aku mati lagi aku sudah mati?" tanya nya
"astaga jadi kamu hantu? kupikir kamu mau bunuh diri"
"iya, aku memang bunuh diri sempat di jembatan itu"
"apa iya?"
tak lama seorang pria datang dengan wajah sangat rusak
"astagaa" ucap Hwajun menutup wajahnya karna takut
"hei, siapa dia?" tanya pria itu
"tidak tau, dia menyelematkan ku mengira aku mau bunuh diri, aku memang ada diujung jembatan tapi menunggu kamu"
"ahh, kamu gila? dia sudah mati"
"sia siapa kamu?" tanya Hwajun
"aku pacarnya"
"kenapa wajahmu rusak?"
mereka berdua cerita tentang bagaimana mereka mati, dimana keduanya sama sama mati karna hukuman mati dari pemerintah karna kasus mereka sama sama besar
mereka dari lapas berbeda tapi sama sama mengalami kematian yang sama lalu menjadi roh dan dipertemukannya mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih setelah keduanya jadi roh
"ahh mengesan kan ya" kata Hwajun dengan polosnya
"ehh tungguuuu, kamu kenapa bisa melihat kami?" tanya pria itu
"aku Hwajun, aku juga sama dengan kalian tapi aku lupa bagaimana bisa aku menjadi seperti sekarang" kata Hwajun
"ahh, kamu lupa semuanya?"
"iya, aku ingat hanya nama ku karna aku memakai seragam ini dan ada namaku"
mereka pun berkenalan disana dan dua hantu itu masing masing bernama Hyun ki, si pria nya dan Yun si, si wanita nya
dan mereka berusia dibawa usia ayah ibu Hwajun tapi tidak terlalu memiliki jarak jauh juga, masih terlihat satu usia dengan kedua orang tuanya Hwajun
"kamu polos sekali ya, lalu orang tua mu bagaimana?" tanya Yunsi
"aku juga tidak tau, aku sudah bilang kan aku lupa semuanya, benar benar lupa"
"bagaimana kamu jadi anak kita, kita ingin meiliki anak" kata Hyunki
"mana mungkin aku menjadi anak kalian, kalian berwajah seram, menakutkan" jawabnya dengan super polos, membuat keduanya terpingkal
"gila kamu ya, kita ini hantu, kita bisa sama sama baik kok, dan tidak se seram ini" jawab Yunsi
sejak itu Hwajun memiliki kenalan baru lagi, dan mereka mulai dekat dimana ternyata rumah didiami oleh Yunsi dan Hyunki, dimana ketika melihat rumah didiami mereka membuat Hwajun merasa malas tinggal ditempat itu juga
"kenapa? ayo tunggu apa?" tanya Yunsi
"aku tidak mau tinggal, itu rumah nya kotor" kata Hwanju dengan lugunya
"hahaha kamu ini, gemaaas aku jadi nya loh, kita ini hantu, enak tinggal di tempat begini" jawab Hyunki
"iya kamu, aku tidak ahh"
"gimana sih anak ini lucunya, ayo lah masuk dulu saja"
mereka pun masuk dan memutuskan untuk tinggal semalaman sambil mengobrol
merasa nyaman, dan menjadi teman dekat meskipun usia mereka tidak sama, dan membuat merasa memiliki ayah ibu baru
"beneran kalian? serius?"
"iya lah, kami serius ini" jawab Yunsi
dimana mereka yakin, jika Hwajun gadis baik yang sangat polos, untuk itu ia mau mengangkatnya menjadi anak mereka
hari berlalu, saat kembali berkelana, tiba tiba Yunsi muncul didepan Hwajun
"Hwajun, kerumah laginya, aku sudah bersihkan rumah nya kok, biar kamu mau tinggal sama kita" kata Yunsi
"memang kamu bersihkan semua?"
"iya lah semua, mau ya, sama sekalian ada yang mau aku dan pacarku katakan"
"apa?"
"ya datang dulu lah"
"okeh kapan? malam ini kah?"
"bisa? kalau bisa ya bagus biar cepat"
malamnya Hwajun datang kerumah itu lagi dan menyapa keduanya
"waah bisa bagus rumah ini" ucap Hwajun
"bagus kan? aku nih bersihkan, biar kamu mau temani kita tinggal disini" jawab Yunsi
"iya mau aku"
disana mereka makan malam, tapi lagi lagi sikap polos yang keterlaluan membuat pasangan itu sakit perut
"kenapa dah?" tanya Yunsi
"kamu tidak cocok makanannya?" tanya Hyunki
"ahh, aku tidak suka makanan ini, kalian kenapa kotor sekali"
"kotor?"
"iya kotor banget masak makanan begini" kata Hwajun
"hahaha udah lah jangan bikin kita sakit perut" kata Yunsi
"kamu ini lupa apa kamu siapa, makan itu ya makanan hantu seperti kita apa aja dimakan termasuk daging ayam busuk ini, enak kok, coba" kata Hyunki
"tidaaak mau, biar aku tidak makan, aku sedang tidak lapar juga" jawab Hwajun
setelah makan, karna tidak jadi Hwajun makan, jadi langsung membahas saja yang ingin mereka katakan
disana Hyunki dan Yunsi menjelaskan tentang ia memiliki cincin dari senior yang mati jauh sebelum mereka di pidana, ia memiliki cincin dimana jika memakai nya, siapapun yang memakai nya menjadi terlihat manusia normal
dimana cincin itu memang sangat bagus untuk mereka para makluk halus jika ingin dianggap manusia normalnya
setelah mendapatkan cincin itu ditangannya..
"waaah ini bagus sekali, cincinnya minimalis sekali" kata Hwajun
"bagus kan, coba deh, kamu pakai, kamu anak menjadi manusia normal ini" kata Yunsi
dan memakainya seketika merasa dirinya lebih nyaman dan akhirnya Hwajun mendapatkan cincin itu satu, karna Yunsi dan Hyunki memiliki 4 cincin
hari berlalu, sejak saat itu, Yunsi, Hyunki dan Hwanju menjadi keluarga normal, layaknya manusia, selama mereka memakai cincin itu
hari berlalu, dimana ia berjalan seperti biasa, karna masih banyak tempat ia ingin temui, ia melihat dirinya dicermin tidak ada, jadi ia tidak bisa melihat bagaimana ia berpakaian, tapi ia merasa jika bajunya perlu diganti tapi bagaimana ia bisa ganti, orang saja tidak bisa melihatnya
ia pun jalan mengurungkan niatnya untuk membeli baju, tapi saat tengah jalan, ia teringat ia memiliki cincin pemberian dari Hyunki, ia pun mengambilnya di tas yang ia bawa, lalu ia memakai nya dan benar saja, ia terlihat di cermin tak jauh dari ia berdiri
saat melihat, ia merasa menjadi manusia lagi, dan ia pun berjalan kearah salah satu toko baju, ia lupa ia tidak memiliki uang
saat masuk, ia disambut beberapa staff, juga dilayani dengan baik oleh mereka
"ada yang bisa kami bantu onni?" sapa pelayan