Me Born In Death

Me Born In Death
53



tapi tepat sekali bak pucuk dicinta ulam tiba, malah IU dapat telfon dari Hwajun


"emm iu" sapa Kunwoo


"yaa oppa?"


"aku..."


"eh tunggu, ada telfon, bentar bentar"


"ya okeh"


iu mengangkatnya tapi didepan Kunwoo karna ia malas untuk berdiri dan pergi mengangkat ditempat lain


"halo bestie?" sapa iu


"halo bestie, lagi apa?" sapa Hwajun


"lagi didorm, lagi santai saja, kenapa kok telfon?"


"aku lama gak ketemu, kapan bisa main bareng unnie?"


"emm kapan ya? nanti aku cari waktu dulu deh"


"beneran? bulan ini?"


"bulan ini bisa, aku ada jadwal kosong, bisa deh kukabari lagi saja nanti"


"ahh iya udah deh, beneran, nanti aku bayari deh jalan jalannya"


"ehh aku malah akan bayari kamu"


"jangan lah unnie, bagaimana bayar masing masing, tapi kita jalan berdua kan?"


"iyaa udah deh terserah bestie saja"


"hehe, gak kerja?"


"gak ada, lagi free hari ini, sebenarnya bisa hari ini aku kalau jalan, tapi mendadak gak sih, kamu bisa gak?"


"yaah aku kerja ini bestie"


"kan gak bisa, mendadak sih memang"


"emm yaudab gakpapa, lain kali, bestie sama siapa?"


"sama Kunwoo oppa"


"oh ya?"


Kunwoo pikir iu menelfon dengan temannya biasa, bukan hwajun, tapi ketika iu mengatakan namanya, ia kaget, artinya kan teman iu mengenalnya


Kunwoo melirik arah wajah iu dengan tatapan penuh pertanyaan siapa orang dibalik telfon bersama iu itu


"oh ya unnie, bilang sama Kunwoo oppa, terimakasih sudah mengajakku jalan beberapa kali akhir akhir ini" kata Hwajun


"jalan? wooh kamu jalan sama Kunwoo oppa?" tanya iu melirik Kunwoo


"weeh? siapa?" tanya Kunwoo


iu menjauhkan hapenya dari wajahnya dan mengatakan..


"ini Hwajun, dia mengatakan terimakasih kepada mu lewat aku katanya sudah mengajaknya jalan beberapa kali akhir akhir ini" ucap iu


"ahh dia mengatakan nya?" tanya Kunwoo kaget


"oppa? kamu-" ucap iu terpotong


"haloooo unniiieeeee" teriak Hwajun


"ahh ya ya bestie, ada apa?"


"kenapa kamu tidak bersuara?"


"aku menyampaikan kata katamu kan, kata terimakasih"


"oh iya, memang ada didekatmu?"


"emm, mau bicara? biar ku speaker suaramu yaa"


iu menyalakan speaker telfonnya dan memberikan kepada Kunwoo, ia ingin mendengar apa saja yang dikatakan hwajun kepada Kunwo


"hai oppa" sapa Hwajun


"emm iya hai, Hwaa?" sapa Kunwoo canggung depan iu


"makasih oppa, sudah menemaniku jalan beberapa kali, lain kali jangan menolak kalau aku yang bayarin buat kita jalan ya? kemarin kemarin kamu yang bayar"


"jangan pikirkan masalah itu Hwa"


"emm makasih, kamu baik" kata Hwajun


"iu, sudah sudah, aku tidak bisa lanjutkan" bisik Kunwoo


"halo bestie?" sapa iu


"yaa, kok unnie?"


"iya, emm Kunwoo oppa ada pekerjaan, bagaimana kalau kita bicara berdua lagi? aku akan masuk kamar ku dulu ya"


"yaa"


setelah banyak obrolan iu dengan Hwajun di telfon, iu keluar dan mencari Kunwoo, tapi sayang nya Kunwoo sudah pergi pulang karna jam kerjanya selesai


akhirnya esoknya, Kunwoo kembali bekerja, berharap iu lupa karna begitu banyak pikiran lain dikepala iu, tapi Kunwoo salah, malah ini yang ditunggu iu untuk bisa menginterograsinya


"oppa, bisa kita bicara?" tanya iu


"yaa"


mereka pun pergi keruangan lain dan membicarakan ini..


"jadi kemarin pembahasan kamu menyukai gadis dan gadis itu memiliki pacar, adalah..." ucap iu terpotong


"iya" jawab Kunwoo memotong pembicaraan iu


"kenapa tidak mengatakan kepadaku?"


"apa kamu marah?"


"aku malah akan membantumu dekat dengannya, dia baik"


"tapi apa kamu belum tau soal dia memiliki pacar?"


disinilah dimana Kunwoo akhirnya mengatakan jika Hwajun itu ternyata adalah pacar dari Taehyung bangtan


"oh dia punya pacar? aduh susah ya kalau begitu" kata iu


"apa kamu juga tidak tau pacarnya?"


"tidak"


"kamu dekat selama ini dia tidak cerita?"


"yaa kan baru dekat, gak sejauh itu kami curhat"


"kamu perlu tau siapa pacar Hwa"


"siapa? kamu sudah tau pacarnya? sudah bertemu?"


"kurasa semua orang tau siapa pacar Hwa, kamu lebih sering bertemu dia ketika ada acara bersama"


"hah? siapa?"


"Taehyung bangtan"


"Taehyung? V? seriusan?"


"yaa, itu memang pacarnya, kata Hwa"


"kata Hwa? kamu pernah melihat mereka jalan?"


"tidak"


"pernah ada berita dan lain lain mengarah mereka berpacaran?"


"tidak juga"


"Hwa itu gadis biasa, aku tau dia bukan dari seleb atau artis, bukan juga idol, wajahnya tidak familiar di dunia hiburan korea"


"yaa tapi dia mengatakan pacarnya itu Taehyung, waktu aku jalan terakhir, dia minta antar ke apartemen paling mewah, apa masih kurang yakin benar itu pacar Taehyung?"


"bagaimana kalau dia fans? fans idol sekarang kan pada berani mengakui idolanya adala pacarnya?" ucap iy


"ahh benar juga tapi aku cukup yakin" jawab Kunwoo


Kunwoo sedikit bimbang tapi ia juga cukup yakin, karna entah melihat pria di balkon lantai tujuh saat itu ia lihat, sepertinya meyakinkan jika Hwajun adalah pacar Taehyung


semakin dibuat penasaran oleh Hwajun, keduanya baik iu dan Kunwoo memutuskan untuk mencari tau siapa hwajun, ia mulai memikirkan bagaimana ketika awal mereka bertemu, dengan penuh keganjilan, tapi ternyata dia bukan orang sembarangan


"ada kemungkinan iu, kalau dia memang pacar Taehyung" kata Kunwoo


"darimana?"


"dari saat kita bertemu saja, kamu tau kan kalau staff gedung acara tidak akan membiarkan ada orang asing tidak berkepentingan untuk masuk ke gedung acara mereka"


"ahh benar kamu"


"dia juga waktu itu jalan bukan kearah lift atau tangga untuk pergi tapi malah melewati keduanya, dan mengarah kepada ruang ganti beberapa idol"


"ahh iya bener banget"


padahal saat itu tidak ada jadwal bangtan digedung yang sama, hanya saja Hwajun menuju kearah toilet yang memang mengarah ke arah beberapa ruangan idol yang ada jadwal hari itu bersamaan dengan iu


mereka terus menduga duga tentang Hwajun dan Taehyung, tapi mereka serba salah, takutnya mereka jika itu salah, mereka terbilang kan pencemaran nama baik, jika benar pun mereka harus menjaga ini demi menjaga privasi orang lain


kembali kepada Hwajun, dihari dimana setelah Taehyung menghajar semalaman Hwajun, paginya, Taehyung bangun melihat Hwajun menangis karna masih kesakitan


"babe? tidak tidur semalaman kamu?" tanya Taehyung


"tidak, sakit rasanya"


"hemm, biar kamu tau berani macam macam dibelakangku" kata Taehyung


Taehyung turun dari ranjang tidurnya dan menuju ke toilet membersihkan badannya dan mandi, setelahnya ia lalu keluar dari kamar mandi dan melihat Hwajun masih duduk di atas ranjang