Me Born In Death

Me Born In Death
106



melihat itu, Namjoon dan Yoongi mulai berpikir jika apa yang tadi dikatakan Taehyung sebelum mereka bertemu dengan Hwajun, menjadi kenyataan karna melihat salah tingkahnya Hoseok dan Seokjin yang menyebutkan jika Hwajun cantik itu sudah membuat member lain paham maksud keduanya


"terimakasih ya" kata Hwajun menyentuh tangan Hoseok


"iya sama sama Hwa"


saat Hwajun menyentuh lengan Hoseok, Hoseok seketika berteriak sangat kencang bagaimana tidak karna mereka melihat sosok seperti asap berwarna abu abu tua berada di atas kepala ketujuh member bangtan termasuk dirinya


"hyung? kenapa kamu?" tanya Jungkook kaget karna Hoseok teriak pas di samping Jungkook


"aku melihat asap abu abu tua yang sempat dikatakan oleh Sara" kata Hoseok


"ahh? serius?" tanya Jimin langsung merangkul lengan Namjoon yang ada disampingnya


"hanya bisa dilihat oleh Sara kan? kamu sejak kapan melihatnya?" tanya Seokjin


"ini baru saja aku melihat nya tapi kenapa menghilang?" gerutu Hoseok


Hwajun paham maksud dari Hoseok karna ia menyentuh lengannya, jadi ia buru buru melepaskannya, tak lama pesawat datang dan bangtan pun naik lalu pergi, Hwajun kembali kekesibukannya


Hwajun kembali ke sekolahnya dan sesampainya dikelas ia bingung mengekpresikan sikap ketiga temannya yang sudah memiliki pasangan masing masing, akankah ikut bahagia karna mereka bahagia atau akan sedih karna Hwajun akan menjadi sendirian karna hubungannya dengan Taehyung ldr, dan bertemu belum tentu sebulan sekali


"Hwa? kok diam?" tanya Huanran


"ah?" jawab Hwajun


"gak biasanya Hwa diam?" ucap Yuuto


"Hwa? kenapa? kok diam dari tadi?" tanya Jossie


"aku bingung mau bahagia atau sedih soal kalian punya pacar masing masing" kata Hwajun


"loh kenapa? kan kamu duluan punya pacar?" jawab Huanran


"iya tapi aku ldr, aku sama pacarku juga tidak menyingkirkan kalian kan? aku takut saja kalian melupakan aku dan sibuk dengan pacar kalian"


"astaga Hwa beda urusan itu" jawab Jossie


mereka bertiga menjelaskan tidak akan melakukan peribahan sikap apapun kepada Hwajun hanya karna memiliki pasangan masing masing, bahkan jika pasangan mereka meminta menjauhi Hwajun, ketiganya kompak meninggalkan pacar dan memilih Hwajun


mereka berempat pun saling berpelukan disana


hari berlalu, sampai ketika Taehyung datang lagi untuk mengisi liburannya di amerika bersama pacarnya karna Taehyung memiliki pacar di amerika jadi ia sering untuk datang ke amerika


seperti biasa, tempat janjian ketemunya yaitu diparkiran depan sekolah Hwajun


"hai" sapa Taehyung


"hai, sendirian ya?"


"iya"


"bangtan?"


"gak ikut"


"oh di hotel?"


"bukan, di korea maksudnya"


"oh haha, terus mau kemana? aku baru ganti baju"


"ke toko buku, aku mau kasih kamu sureprize buat pelajaran kamu nambah nilai"


"serius?"


"emm, ayo"


"yaa, ayo"


mereka pergi berdua ke toko buku itu, dan memutuskan untuk launch juga sekalian diluar kan


sesampainya di toko buku, Taehyung menunjukkan beberapa buku dan Hwajun melihat nya juga membaca nya disana, dengan penuh lapang dada dan senang hati, Taehyung malah memerhatikan wajah Hwajun


Taehyung bersyukur memiliki Hwajun dan ia tidak mau jika Hwajun akan kembali pergi darinya, ia sudah berjanji kepada hatinya tidak akan pernah menyakiti Hwajun


"kenapa melihatiku?" tanya Hwajun


"emm, tidak, aku boleh pegang pipi mu?" tanya Taehyung


"kenapa?" tanya Hwajun mengusap pipinya


"tidak, aku hanya gemas ingin menyentuhnya"


"astaga, iya boleh lah"


Taehyung malah menarik pipi Hwajun dengan gemasnya, membuat Hwajun kesakitan dan ketika melepaskan nya malah bekas merah di pipi Hwajun karna saking putihnya kulit Hwajun


"kamu bilang menyentuh, tapi menarik" ucap Hwajun


"hehe iya maafkan aku"


mereka pun pergi untuk makan, karna sudah masuk jam sore, dan keduanya kebetulan belum makan siangnya


"mau makan?" tanya Taehyung


"iya mau, aku siang tadi lupa makan"


"ya sama dong, aku keburu ke tempat mu"


"hahah iya kah?"


mereka pun makan, dan saat duduk melihat menunya ada makanan kesukaan Hwajun, Taehyung langsung memesankan


"iga soup sama ayam sause tapi no garam no penyedap rasa apapun ya" kata Taehyung


"baik pak, minumnya?"


"juice stroberi tanpa gula"


"baik pak, ada lagi"


"sudah"


pelayan pergi, Hwajun kaget karna Taehyung tau pesanan makanan bagaimana yang disukai oleh nya, dan disini momen dimana Hwajun manusia paling beruntung sudah dikejar kejar Taehyung


lalu mendapatkan hati Taehyung, dan berpacaran pula dengan Taehyung, ditambah Taehyung mengerti Hwajun tanpa perlu menjelaskan, Taehyung memahami Hwajun tanpa mempelajarinya


ditambah puncak dari segala keberuntungan, Taehyung rela menunggu Hwajun lulus sekolah lanjut kuliah selama 10tahun kedepan disaat gadis diluar sana mengantri untuknya siap dinikahinya tanpa menunggu waktu


setelah selesai makan..


"kemana lagi?" tanya Taehyung


"jalan ayo, aku pengen jalan" kata Hwajun


sekilas Taehyung mengingat momen itu dimana dulu sebelum Hwajun pergi meninggalkan nya, Hwajun pernah mengajak Taehyung jalan jalan merefresh otak tapi tidak sempat keburu Hwajun pergi duluan


kali ini sebenarnya Taehyung sudah ada tiket pergi untuk malam ini kembali kekorea, mengingat ia harus kembali sebelum lusa pagi


tapi karna demi menuruti Hwajun, ia rela tiket penerbangan nya ia pesan sudah hangus, dan ia tidak memberitahu kepada Hwajun soal itu, demi menjaga perasaan Hwajun


"gimana? bisa? gak bisa ya?" tanya Hwajun


"bisa bisaa, aku antar kemana pun kamu mau"


"yeeeh, ayo"


mereka jalan, dan menikmati suasana sore di tengah kota itu, bukannya mereka resmi berpacaran? kenapa tidak jalan dengan berpegangan tangan? Taehyung menyentuh tangan Hwajun, tapi seketika itu Hwajun melepaskannya


"ada apa?" tanya Hwajun


"aku mau pegang tanganmu"


"ya kenapa?"


"kan kita pasangan, bukankah kalau jalan selayaknya pasangan itu berpegangan tangan?"


"tidak usah, aku tidak terbiasa"


"kenapa?"


"tidak bisa"


"yaudah"


bukan karna itu alasannya, tapi memang itu masuk juga jadi alasan mengingat Hwajun memang tidak pernah berpacaran sebelumnya, hanya teman dengan seperti Yuuto dan Huanran dan itupun tidak sering saling menyentuh karna mereka semua tau bagaimana jika Hwajun menyentuh tangan mereka


yang ditakutkan Hwajun hanya ketika Taehyung melihat apa yang tidak seharus ia lihat, jadi Hwajun menolaknya, tapi Hwajun tidak tega melihat Taehyung menunduk sambil jalan gegara ia menolak berpegangan tangan


"maafkan aku ya" kata Hwajun


"iya gakpapa kok, aku paham kamu"


"boleh aku jujur?"


"apa?"


Hwajun menjelaskan alasannya tidak mau berpegangan tangan karna ia takut Taehyung bisa melihat yang tak seharusnya ia lihat


dan pastinya ini membuat Hwajun harus menjelaskan soal kemampuannya membuat orang lain jadi bisa melihat hantu dan semacamnya hanya dengan santuhannya, Hwajun mulai membuka tentang dirinya yang sebenarnya kepada pacarnya yaitu Taehyung