
"emm, saya lupa membawa baju, ini baju seragam lama sekolah saya, saya cari baju buat saya disebelah mana?" tanya Hwajun
Hwajun diarahkan kesalah satu sisi baju, ia memilih beberapa dan mengambil satu setel baju yang sangat bagus tapi ia malah memakainya dan berjalan keluar tanpa membayar
pastilah dicegah staff jaga didepan lalu diminta agar membayarnya
"nuna, kamu harus membayar nya lebih dulu" kata staff jaga
"ahh, membayar?" tanya Hwajun kebingungan
"iya lah, kamu pakai harus bayar ini"
setelah didepan kasir, Hwajun mengatakan ia tidak memiliki uang, ia bahkan tidak tau uang itu apa, semua orang disana malah tertawa, meledeknya seperti mencoba membodohi dengan cara konyol
"atas nama siapa onni?" sapa staff pembayaran
"saya Hwajun, emm saya tidak bisa membayar, syaa tidak punya uang.." ucap Hwajun
"tetap apapun alasannya, nuna harus bayar, karna kamu sudah memakainya, bayar saja, alasan apa macam itu" kata staff pria disana
"tapi saya benar benar tidak ada uang apapun saya miliki, saya tidak tau malah uang itu apa" jawab Hwajun
"iyaa, dijaman sekarang kok tidak tau uang itu apa, lucu loh, atau kamu mau saya laporkan?" tanya staff lainnya
salah satu pelanggan disana juga melihat keributan didepan kasir, dua pelanggan itu menanyakan yang terjadi dan staff disana menjelaskan
"oh yaudah biar baju dia pakai, saya bayar" kata pria itu
"kamu serius?" bisik teman pria itu
"iya, kasihan, dia sebelumnya memakai seragam itu kan, dia anak sekolah sepertinya"
"atas nama siapa pak?" sapa staff
"nama saya saja, Seok" kata pria itu
setelah membayar, baru Hwajun bisa keluar dan melihat badannya disalah satu sisi kaca disana dan merasa baju itu sangat bagus dipakainya
"emm terimakasih sudah membayarkannya" kata Hwajun
"iyaa sama sama, oh ya, nama kamu siapa?" tanyanya
"aku Hwajun, salam kenal, kamu?"
"aku Hoseok, salam kenal balik ya" kata Hoseok
"iyaa, terimakasih atas bajunya yang sudah dibayarkan" ucap Hwajun
Hwajun pergi begitu saja dan ternyata pria itu adalah Hoseok, salah satu member idol di korea selatan bernama bangtan, Hoseok kebetulan tidak sendirian karna ia bersama member lainnya disana yang bernama Taehyung
"hyung yakin bayarin, kamu kan tidak kenal dia?" bisik Taehyung
"biarkan saja, kasihan dia" jawab Hoseok
mereka hanya selintas berkenalan saja, Hoseok terkesan dengan wajah unik dari gadis yang ia temui baru saja
mereka agak aneh ketika melihat wajah gadis itu sangat pucat, tapi lepas dari itu, dia gadis cantik, mungkin hanya karna ia tidak memakai make up saja
"tadi siapa namanya?" tanya Taehyung
"ahh astaga sampai lupa aku tanya nama dia, siapa ya" ucap Hoseok
"heeemm ada begitu" jawab Taehyung
"ahh siapa dah, aku lupa tadi tanya, kamu kenapa tidak mengingatkan tadi?"
"lah, aku gak tau, kupikir tau kamu"
"aduh siapa dah tadi, tunggu"
"kemana?"
"balik lagi, mau tanya staff disana"
Hoseok yang penasaran berjalan kembali ke toko baju tadi hanya untuk menanyakan kepada staff tadi siapa nama gadis tadi
"nuna, maaf, tadi gadis yang saya bayar baju nya disini atas nama siapa ya?" tanya Hoseok
"oh tadi menyebutkan nama nya Hwajun"
Hoseok kembali pergi bersama Taehyung dengan mengingat nama Hwajun, si gadis pucat tapi terlihat begitu cantik
sementara Hwajun pergi jalan kembali, ia senang bisa mendapatkan baju bagus itu, dan ia bisa berjalan layaknya manusia normal dihamparan banyak manusia sembari jalan memandangi beberapa sisi cermin yang ada disana sambil ia bernyanyi lagu kegembiraan menggambarkan suasana hatinya
bak anak kecil yang ingin membeli baju dan ia mendapatkannya secara gratis
tak lama Hyunki muncul didepan Hwajun
"kamu" ucap Hwajun
"aku datang untuk memberikan ini" kata Hyunki
"apa ini?"
"ini adalah surat keluarga, jadi jika mungkin kamu butuh ini, pakai sana"
Hyunki memiliki kartu pengenal untuk Hwajun dan juga ia sudah mengeset semua seolah Hwajun adalah anak kandung Hyunki dan Yunsi
melihat itu Hwajun seketika memeluk Hyunki dengan menyebutnya "appa"
"hah, kamu panggil aku apa tadi?" tanya Hyunki
"appa, katanya aku adalah anak kalian?"
"ahh iya sih"
Hyunki pun pergi dan Hwajun menyimpan kartu pengenal itu ditasnya
saat ia berjalan lagi, ia melihat salah satu tempat yang sangat bagus, set dari salah satu taman dibelakang rumah warga disana
karna Hwajun bisa dengan leluasa masuk keluar kemana saja, ia masuk dan melihat disana juga ada kolam renang
ia tidak ingin berenang tapi ia memutuskan meminkan ayunan nya saja sambil ia tiduran di ayunan, karna ayunan nya seperti ranjang tidur mini
pemilik rumah kaget melihat kejadi itu karna Hwajun sedang tidak memakai cincin jadi tidak ada yang bisa melihatnya
seketika Hwajun sadar ada yang memerhatikannya, ia pun masuk dan mengikuti yang memperhatikan tempat ayunan itu tadi, tapi ketika masuk, ia mendapatkan beberapa pria disana, dan salah satu diantaranya begitu diingat oleh nya
"kamu, kamu kan yang kemarin kan? hai, kenapa disini?" sapa Hwajun
tapi pria disana tidak menjawab nya dan lanjutkan pekerjaan nya, pria itu adalah Hoseok
Hwajun baru sadar ketika ia melihat di cermin yang tak jauh dari sana, dirinya tak tampak, itu membuatnya begitu sadar ia lupa memakai cincin dan saat ia mencari cincinnya ia lupa membawa nya dan ada dikamarnya
"aduh kemana sih cincin itu? oh astaga di kamar" ucapnya sendiri
akhirnya ia memerhatikan Hoseok tanpa Hoseok tau ia diperhatikan, tak lama salah satu member lainnya datang, yaitu Jimin..
"hyung, kamu siapkan koreo untuk perform yang mana?" tanya Jimin
"ahh itu coba cek buat nada nya di kamar Namjoon" kata Hoseok
Jimin duduk beberapa detik disamping Hoseok sudah merasakan dirinya ada yang memperhatikan, ia menoleh kekanan kiri, dan mencari ada sesuatu apa memerhatikannya, ia merasa merinding dan mengusap leher belakangnya
"Jimin, katanya mau lihat koreo?" tanya Hoseok
"iya nanti hyung, hyung disini aku merasa aneh" jawab Jimin
Hoseok melirik arah Jimin yang sudah mulai merasa merinding
"apasih, jangan macam macam, yang aneh aneh jangan dipikirin"
"ahh serius beneran"
"heeem ada apa?"
"ada yang memerhatikan gak sih?" tanya Jimin
"sudah pergilah ke kamar Namjoon"
Jimin berjalan kearah kamar Namjoon, disana karna Hwajun penasaran pada Jimin, ia malah mengikuti Jimin
bagaimana tidak penasaran, Jimin adalah orang penakut jadi Hwajun semakin penasaran
saat mengikuti Jimin, Jimin berhenti karna ada yang mengikutinya, Jimin menoleh kebelakang dan mencari tidak ada orang dibelakangnya padahal ia merasa ada yang mengikutinya