Me Born In Death

Me Born In Death
4



tapi dikatakan hidup ia tidak ada pergerakan atau perkembangan, begitu sajaaaa.


dan tepat sudah setahunnya Hwajun dirawat dan dihari itu ternyata hari yang sama dengan hari kecelakaan Hwajun yaitu Rabu


"ma, aku pergi dulu ya" kata Dongchun


"iya, kamu jam berapa lagi pulang?"


"nanti siangan kok"


"okeh"


ketika sedang menunggu anaknya yang tidur dan tidak bangun bangun, Dongchun berpamitan pergi kerja kepada Ju nee, tinggallah Ju nee sendirian


"bu, bisa keruangan saya?" tanya dokter


"ada ap dokter?"


"pembahasan administrasi saja"


"bisa dokter, ini saya tinggal sendirian kan tidak apa ya" kata Ju nee


"oh iya"


tak lama dokter memanggil Ju nee untuk pembayaran administrasi sisanya, Ju nee meninggalkan anaknya sendirian


dan disini lah Hwajun akhirnya terbangun dan mulai sadar dari tidur lamanya, melihat sekeliling, sedang tidak ada siapapun disana, ia pun bangun dari ranjang tidur rumah sakit itu lalu melihat sekelilingnya sedang berada dirumah sakit,


ia bingung lalu berjalan keluar dari kamar melihat kondisi diluar, ramai tapi tidak ada perawat atau dokter, yang ia lihat adalah orang orang asing yang menunggu keluarga nya sedang sakit.


ia berjalan menyusuri lorong itu, berjalan terus melewati admin utama didepan pintu utama rumah sakit, karna ia bingung ia balik lagi ke tempatnya dirawat tadi,


tapi saat ia masuk masih tidak ada siapa siapa, tak lama ia akan berjalan masuk kamarnya itu, tiba tiba ibu dan ayahnya menepuk pundaknya


"appa, amma" sapa Hwajun


"kamu mau kemana, kenapa masuk lagi, ayo pulang, ayah sudah urus semua kepulanganmu" kata Ju nee


"iya ma" jawab Hwajun


yang nama nya ibu, mengajak pulang anak nya, tentu ia ikut pulang dengan ibunya tapi sejak tadi, Hwajun merasa jika ada hal aneh dengan ayah dan ibunya,


dimana ia merasa jika wajah Ju nee, sang ibu dengan Dongchun, sang ayah seperti berbeda, lebih dingin, lebih datar, tanpa ada ekpresi, Hwajun berpikir itu jika itu mungkin saja orang tuanya lelah.


tapi saat keluar rumah sakit, hal janggal kembali Hwajun rasakan dimana ia merasa jika dicuaca terik siang begitu harusnya panas, suhu akan membuatnya gerah, tapi justru suhu ia rasakan sejuk sejuk dingin.


"ayo" ajak Dongchun


"kenapa kamu tanya itu?" tanya Ju nee


"ini kotor sekali"


"ya kita kan menemani kamu selama dirumah sakit" jawab Dongchun


"iya juga sih"


sampai di rumah nya, tapi setelah sampai rumah, Hwajun merasa ada yang aneh dengan rumahnya, terlihat kotor, kusan, debu dimana mana, ia berpikir mungkin karna ayah ibunya tidak ada yang sempat untuk bersih bersih karna menunggunya dirumah sakit secara dirumah sakit sudah setahun lamanya,


sementara rumah tidak di bersihkan sebulan saja ya jelas kotor bukan? tidak ada yang mengurus jadi Hwajun memutuskan untuk membersihkan rumahnya.


hari berlalu...


saat Hwajun keluar, mencari angin segar diluar sana, ia melihat banyak anak anak kecil bermain, banyak anak bersepeda jalan jalan yaaa seperti kegiatan biasanya disekitar rumahnya.


ia merasa sendirian, tidak ada yang menyapanya, tidak ada ia melihat orang yang ia kenal satupun untuk ia sapa, setelah puas jalan, Hwajun kembali kerumah lagi,


saat ia sendirian dirumah, ia duduk diteras, ingin merasakan angin yang sore itu sedang kencang, sambil menikmati tea buatannya sendiri sambil ia memikirkan tentang dirinya yang kini sendiri didalam sepi.


beberapa orang lewat dengan santainya, tanpa melihat kearah apapun pada diri Hwajun, Hwajun merasa jika semua orang itu membuatnya kecewa.


bagaimana tidak, ia berdiri tapi orang orang itu terus jalan tanpa memperdulikannya berdiri disana, tidak ada yang menoleh kearahnya seperti menganggap Hwajun tidak ada saja


saat dikamar, Hwajun iseng membuka jendela kamar nya, tapi terdengar suara Dongchun memanggilnya, ia pun melihat diluar kamar tidak ada siapa siapa, berjalan melihat keluar masih tidak ada siapa siapa, Hwajun berjalan membuka pintu kamar ayah ibunya tapi sudah tidak ada siapa siapa disana dan pintu kamar orang tuanya terbuka kembali dengan sendirinya padahal ia sudah menutupnya


Hwajun berpikir positif ia merasa jika mungkin saja Dongchun sedang keluar rumah dan tidak sengaja melihat ketika Hwajun membuka jendela itu.


tapi Hwajun tidak tau, jika diluar tadi, baru saja ia menutup kembali jendela kamarnya karna mencari sang ayah, sebenarnya Myunghee lewat didepan sana.


yap, tepat sekali ketika Hwajun membuka jendela itu, tapi Hwajun tidak bisa melihat jika Myunghee berada disana, sementara Myunghee melihat jika salah satu jendela itu buka tapi ia tidak melihat siapapun yang membuka dan itu sudah hal biasa dia alami sebagai "gangguan" dari para makluk astral


hari berlalu, dimana ketika lagi lagi Hwajun sendiri, dimana ia merasa candu untuk keluar seperti kemaren, ia merasakan jika menghirup udara segar seperti kemaren sudah lama tidak ia rasakan.


tapi diwaktu yang sama ketika Hwajun keluar dari kamarnya untuk keluar dari rumahnya mencari udara bebasnya sementara Myunghee ternyata balik lagi kerumah yang kemaren ia lihat dimana jendela itu terbuka tapi ia tidak melihat siapa siapa yang membuka


itu membuatnya penasaran, karna seharusnya ia bisa melihat sosok apa itu yang membuka jendela jadi ia menghampiri rumah itu lagi.


seketika sampai, begitu shock nya Myunghee ketika melihat dilatar rumah itu sedang berdiri sosok gadis berbaju sama dengan seragamnya sekolah, ketika melihat lebih jelas itu adalah Hwajun


dimana Hwajun kecelakaan memang memakai seragam sekolahnya, terlihat Hwajun berdiri didepan rumah itu dengan wajah Hwajun yang begitu pucat dan terlihat bukan lagi manusia


"