
Myunghee pergi tanpa menjawab apapun pertanyaan teman temannya lagi karna ia melihat sosok yang sama dengan yang baru ia katakan sudah datang diantara teman temannya.
seminggu...
berlalu Hwajun juga belum sadar, dokter tidak mengatakan jika ada luka berat didalam tubuh Hwajun, tapi dokter bilang jika Hwajun belum sadar, itu artinya Hwajun masih harus dirawat.
"dokter, gimana?" tanya Ju Nee
"belum bu, harus menunggu lagi, banyak berdoa terbaik saja" kata dokter
"astaga, dokter yakin? ini sudah masuk satu bulan loh dokter"
"iya. sabar ya bu"
sebulan berlalu..
Hwajun masih berada di tempat yang sama, di atas ranjang tidur rumah sakit dengan tusukan ICU ditangan kanannya, dokter juga masih rutin selama itu mengecek perkembangan pasien Hwajun
3bulan berlalu..
dokter hampir kehilangan akal sehat nya untuk berpikir tentang yang terjadi, Hwajun tidak juga bangun, padahal tidak ada terjadi apa apa dalam diri Hwajun,
tidak ada luka, cedera, lebam, traumatik dan lainnya yang teridentifikasih, tapi pasien masih dalam kondisi kritis.
"dok.. apa ada perkembangan anak saya?" tanya Ju nee
"bu, pak, saya sidikit ragu tapi saya membantu kok, karna ini lasusnya baru saya tangani"
"jadi dokter sanggup tidak?"
"saya bantu sebisa saya ya, saya usahakan"
karna bingung juga harus bagaimana, ayah ibu Hwajun harus turun tangan mencari dari awal kenapa anaknya tertabrak dan koma hingga beberapa bulan ini
sementara mereka keluar, baru saja mereka pergi, sebenarnya Hwajun bangun, ia bangun dan mulai duduk, Hwajun melihat sekelilingnya dan itu terasa asing
ia turun dari ranjangnya lalu melihat di atas ranjang ads tubuhnya terbaring, seketika ia kaget, ia mencoba kembali masuk ke tubuh nya, mengambil posisi lagi untuk tidur dan masuk ketubuhnya tapi tidak bisa
Hwajun frustasi, ia malah tidak bisa merasakan masuk kedalam tubuhnya, tak lama dokter datang dan memeriksa tubuhnya tapi Hwajun merasa ia tidak merasakan sakit apapun ketika dokter menyuntikkan obat
sementara orang tua Hwajun..
mereka menemui beberapa guru terlebih dahulu, mereka juga tidak tau dengan awal sebelum Hwajun pergi dari sekolah sebelum kecelakaan itu.
"selamat siang bu, saya wali kelas dan juga kepala sekolah dari Hwajun, silahkan duduk" sapa wali kelas disekolah SMA Hwajun
"terimakasih bu, maaf saya mengganggu di jam kerja ibu, saya ada yang mau dibicarakan bisa bu?" kata Ju nee
"iya bu, tidak masalah, kerjaan saya lagi senggang. ada yang bisa saya bantu ibu?" tanya Sun min
"bu, atas peristiwa Hwajun kemaren kecelakaan saya mau ada beberapa pertanyaan" kata Ju nee
"oh iya, Hwajun, kemaren, bagaimana bu? sudah ada perkembangan?"
"tidak bu, makanya saya datang kemari"
Ju nee menjelaskan disana tentang kondisi Hwajun yang masih saja tidak ada perubahan
dan meminta bantuan pihak sekolah untuk mencari apa penyebabnya, tapi Sun ming menolak membantu karna bagi wali kelas, Hwajun tidak bangun 4 bulan sudah tidak wajar padahal dokter mengatakan tidak ada yang terjadi apapun kepada Hwajun.
tapi wali kelas menyarankan untuk Ju nee menemui saja Myunghee, salah satu murid sixsense yang paling dihandalkan sekolah
"saya benar benar minta maaf bu, soal membantu Hwajun ini, tapi saya ada murid, dulu teman Hwajun, bisa melihat beberapa hal mungkin bisa bantu anda" kata Sun min
"oh iya bu"
"saya kasih tulisan alamat"
karna dari pagi bekerja, sore baru bisa mendapatkan waktu menemani Ju nee pergi kemana mana yang mau pergi.
setelah sampai dirumah itu, tak lama Myunghee keluar, yaaa itu adalah rumah dari Myunghee
"yaa, cari siapa ya bi?" sapa Myunghee
"ini henar alamat dari Myunghee?"
"iya bi, saya, ada apa ya?"
"saya Jun nee, ibu dari Hwajun"
"ahh, maaf bi, saya tidak tau, silahkan masuk bi, paman"
"iya terimakasih"
"ada apa ya bi, paman?"
disana lah Dongchun dan Ju nee mulai menjelaskan tentang kondisi anaknya, dan menanyakan beberapa hal tentang apa yang bisa di lihat oleh Myunghee
Myunghee menjelaskan jika ia tidak tau apa apa, ia tidak bisa mengatakan apapun karna memang tidak tau apa yang terjadi sejak awal, hanya ia sudah tau tentang "gadis berbaju putih lusuh dengan berceceran darah" itu
"bibi, saya juga sebenarnya tidak tau dari awal cerita" kata Myunghee
"tapi kata wali kelas anak saya, kamu bisa membantu saya" kata Ju nee
"iya bisa, kasih saya waktu, besok saya akan menjenguk Hwajun dirumah sakit sekalian menjelaskan, saya masih harus mencari tahu" kata Myunghee
Ju nee memohon sekali untuk bantuan Myunghee, dan Ju nee juga Dongchun pun pergi dari sana berharap besok benar benar Myunghee menemuinya
esoknya, Myunghee benar menemui mereka di rumah sakit, menyapa mereka berdua dan menjelaskan tentang apa yang ia ketahui dari semalam ia berinteraksi dengan makluk yang ia lihat berada pedal belakang boncengan sepeda Hwajun itu
"selamat siang bibi, paman" sapa Myunghee
"Myung.. masuk" sapa Dongchun
"Myunghee, bagaimana?" tanya Ju nee
mulai lah menceritakan apa yang ia tau sedikit cerita sebelum kecelakaan dialami Hwajun
"jadi, Hwajun sebelumnya buang air besar dan tidak menyiramnya" kata Myunghee
"hah? karna hanya hal itu?" tanya Dongchun
"iya paman, tapi ini tidak bisa diremehkan, karna toilet termasuk tempat sarang nya makluk astral, jadi mereka akan terganggu jika kediaman mereka tikotori" kata Myunghee
"aneh ya, kenapa bisa begitu saja loh, bukannya murid disekolah itu banyak, pasti bukan hanya Hwajun yang pernah melakukannya" kata Ju nee
"iya tapi semua yang melakukan hal sama di toilet sekolah mengalami banyak gangguan juga" kata Myunghee
"ya berarti memang horor tuh toilet, ma, kalau cerita nya seperti itu" jawab Dongchun
"ya Tuhan nak, Hwajun, kenapa kamu tidak menyiramnya, kenapa melupakan menyiram itu nak, kamu harusnya tau kan apa yang akan terjadi jika kamu melakukan nya sementara banyak teman temanmu melakukan itu mendapat petaka" kata Ju nee menangisi anaknya
Myunghee hanya diam, tidak tau lagi harus melakukan apa, hanya melihat kedua orang yang paling sayang kepada Hwajun menjadi orang paling hancur didunia hanya karna hal sepeleh itu
"kita tidak bisa menyepelehkan hal kecil paman, saya berdoa terbaik untuk kondisi Hwa" kata Myunghee
"terimakasih atas semuanya nak"
6bulan berlalu..
yaa.. kini Hwajun sudah hampir 6bulan atau setengah tahun tepat dirawat dengan posisi masih sama saja sebelumnya, ia menjadi pasien yang dikatakan mati tapi masih ada tanda tanda kehidupan