Me Born In Death

Me Born In Death
22



"oh ya? oh astaga pantas, aku lupa memakai cincin, bentar aku pakai" kata Hwajun


"hei jangan disini, ada Giho" jawab Yoosaa


"oh okeh, aku keluar"


saat keluar, Hwajun ceroboh malah memakai cincinnya di depan pintu ruang editor disana, tapi untung tidak ada yang sadar soal ini


hanya saja Hoseok yang kaget karna Hwajun tiba tiba ada disana saja


"loh Hwa, kamu sejak kapan?" tanyanya


"aku. emm oh baru kok"


"oh, kok aku gak sadar ya?"


"kamu main hape dari tadi"


"ahh oh ya juga"


saat memulai pekerjaannya, dimana Hwajun duduk bersama Taehyung, Namjoon, Hoseok, Yoosaa dan Luxie, keenamnya duduk di depan televisi sambil menunggu Namjoon dan Hoseok yang mengatur nada dan gerakan untuk single baru mereka


tapi beberapa menit mereka disana, tiba tiba suara teriakan Seokjin dari kamar nya, membuat mereka kaget dan berjalan cepat kearah kamar Seokjin


"hei hyung, ada apa? kok kamu teriak?" tanya Namjoon


"Namjoon-ahh, kamu lihat di balik jendela, aku benar benar melihat ada sosok baju putih kotor dan lusuh, wajahnya pucat" kata Seokjin berlari kebelakang Namjoon


"iya, itu hanya hyung melihatnya aku tidak, tapi memang aku lihat gerakan jendela itu" jawab Yoongi


seketika itu, Hwajun berjalan mendekati arah jendela tapi Taehyung menahannya, karna ia kuatir Hwajun kenapa kenapa


"jangan" ucap Taehyung


"enggak, lihat saja, ada apa disana"


"jangan deh Hwa, kita lebih baik keluar" jawab Namjoon


"bentar tunggu tunggu" kata Hwajun


Hwajun keras kepala melihat apa yang ada disana tapi ia tidak menemukan apapun, ia curiga jika yang dimaksud oleh Seokjin adalah hantu yang sama dengan Hwajun lihat saat di gedung award bangtan akan latihan beberapa waktu lalu


"Hwa" teriak Yoosaa


seketika Hwajun menoleh dan benar ada sosok itu, seketika Hwajun menghentakkan kakinya lalu mendorong hantu itu dengan kekuatannya, hingga hantu itu terpental perlahan menghilang


"Hwa, ngapain?" teriak Hoseok


"tidak, tidak ada apa apa, kakiku sedikit gatal" jawab Hwajun


"kamu kenapa panggil dia?" tanya Taehyung kearah Yoosaa


"ya.. biar maksudnya, si Hwa hati hati gitu" jawab Yoosaa


"ahh"


Hwajun pun pergi, meninggalkan kamar itu, bersama dengan yang lainnya, dan sejak kejadian itu, hantu itu sering muncul dan mencari celah sedikit dari lengahnya pengawasan Hwajun


lalu siapa hantu itu?


hantu itu bernama Key Rei, ia adalah sosok hantu pemakan organ dalam manusia terutama pria muda, karna memang ia memangsa pria muda yang masih segar organnya untuk ia makan


lalu bagaimana kisah Keyrei menjadi hantu pemakan organ?


karna Keyrei bukan berawal dari manusia lalu mati, tapi Keyrei adalah akibat dari keserakahan manusia yang menginginkan kekayaan instan, yang pada akhirnya benar kaya raya tapi sayang tumbal permintaan ya organ dalam manusia, ketika tidak bisa mempersembahkan itu, jadi Keyrei mengambil organ tuannya sendiri


dan sekarang karna semua tuannya juga habis dimakan olehnya, Keyrei harus mencari sendiri tumbal untuknya makan


dan ia sedang menargetkan untuk bangtan, tapi beruntung bangtan dipertemukan dulu dengan Hwajun


dimana Hwajun terbilang memiliki kekuatan 90 persen dari kekuatan Keyrei


setelah semua tenang, Seokjin memutuskan malam itu tidur bersama Namjoon dan Taehyung sementara Yoongi bersama Jungkook


saat semua sepi, Giho selesai tugasnya juga pergi kekamarnya lalu Yoosaa mendekati Hwajun


"kamu mengusir dia tadi?" tanya Yoosaa


"iya, dia berbahaya, dia mencari lengah nya bangtan" jawab Hwajun


"lengah? memang siapa dia? apa tujuannya?"


Hwajun menjelaskan tentang siapa hantu tadi dan Yoosaa kaget, ia takut jika ia mangsa berikutnya tapi Hwajun mengatakan jika hantu itu tidak memangsa seorang gadis


"kenapa gak mangsa gadis? kan harusnya dia memangsa gadis yang utama, dia perempuan kan" ucap Yoosaa


"jadi aku beneran aman kah?"


"aman aman"


seiring berjalannya waktu, beberapa kejadian juga mulai menghantui bangtan dimana akhirnya malah bangtan merasa ketakutan sendiri di dorm itu


bangtan memutuskan pindah dorm baru lagi dan mereka bersiap siap kepindahannya, setelah urusan semua selesai dan bangtan menempati dorm baru


bukan berhenti gangguan demi gangguan itu, tapi masih saja dirasakan oleh bangtan


akhirnya bangtan mengeluh, dan meminta agar bisa lebih aman dari gangguan astral, dan staff yang lainnya juga setuju akhirnya mereka mengatakan ini kepada Kwan dan ceo


mereka berdiskusi di dorm baru itu, beberapa staff juga mendapatkan gangguan yang sama terutama staff pria, tapi selama ada Hwajun berada dalam dorm itu, Keyrei atau hantu siapapun tidak akan ada yang bisa mencoba mencelakai siapapun dalam dorm tersebut


ceo dan Kwan memikirkan ini dulu, untuk berikutnya apa keputusan yang akan mereka ambil untuk masalah ini


malam itu, Hwajun diam diam menyentuh pergelangan tangan setiap staff pria termasuk bangtan


"oppa, aku boleh pinjam tanganmu?" tanya Hwajun kepada Giho


"kenapa Hwa?" tanya Giho


"aku pinjam saja, aku mau pegang"


"pegang?"


"ia, pergelangan saja, sini"


"okeh"


Hwajun menyentuh pergelangan tangan Giho lalu kedua jari Hwajun antara telunjuk dengan ibu jari saling bersatu membuat lingkaran untuk melingkari pergalangan tangan Giho


"kenapa sih Hwa?" tanya Giho


"ssst" ucap Hwajun


"ya kenapa ini?"


"kamu akan tau nanti"


lalu Hwajun menekan jempolnya tepat dipergelangan tangan Giho yang tepat terdapat denyut nadi nya


lalu Hwajun melepaskannya perlahan..


"udah?" tanya Giho


"udah" jawab Hwajun


"ahh gitu doang? bah kupikir apa"


"hehe"


Hwajun melakukan itu juga kepada staff pria yang lainnya termasuk bangtan, tapi, bangtan sudah pada tidur jadi ia diam diam masuk kamar bangtan dan melakukan yang ia lakukan kepada Giho tadi


lalu apa gunanya tadi?


yap, itu cara Hwajun memberikan perlindungan bagi tiap pria yang ia sentuh lengannya sejak tadi dari Keyrei dan hantu pemakan organ lainnya


gunanya untuk siapapun nanti yang mendekati, sinyal alarm otomatis kepada Hwajun, dan Hwajun bereaksi untuk menlemparkan hantu hantu itu


tidak hanya staff pria, tapi Hwajun juga memberikan ini kepada staff perempuan, jadi semua aman


hingga saat nya, Luxie..


"Luxie" sapa Hwajun malam itu


"ya, eh Hwa, kamu belum tidur?"


"belum, oh ya, boleh pinjam tanganmu?"


"tangan? oh ini? kenapa?"


"pinjam sebentar"


sama dengan staff lain dan juga Giho, Luxie bingung apa yang dilakukan Hwajun tapi setelah selesai, Hwajun hanya mengatakan alasannya melakukan itu karna iseng saja


tapi ketika kepada Yoosaa, Yoosaa bukan staff lainnya yang percaya saja ketika Hwajun mengatakan ia hanya iseng


"sini tanganmu" kata Hwajun


"ada maksud lain kan dari kata iseng?" ucap Yoosaa


"tentu nya lah"