
"iya deh, gak usah" jawab Hwajun
"kamu gak beli juga?" tanya Taehyung
"ayo kalau kamu mau beli, aku temani"
"tidak jadi" jawab Taehyung dengan nada kesal
jalan lagi, melihat makanan lagi, Hwajun selalu menawarkan kepada Kunwoo dan iu, jika keduanya mau, Hwajun akan membeli juga tapi jika keduanya tidak, ia tidak akan membeli
juga seperti membeli makanan, Hwajun memesan bukan hanya untuk dirinya dan Taehyung tapi selalu memesankan Kunwoo dan iu
bagaimana Taehyung tidak dibuat cemburu, padahal maksud Hwajun karna Kunwoo dan iu sudah bagaikan saudara nya, teman dekatnya
setelah seharian jalan bersama, Hwajun dan iu menghabiskan waktu mereka dengan bersama sama jalan kemana mana dan melalukan banyak kegiatan, sorenya mereka mengakhiri pertemuan, mereka pergi makan dulu, dan makan lagi berempat
"pesan apa kamu?" tanya Taehyung
"aku pesan sama denganmu" jawab Hwajun
"kamu pesan juga?" tanya iu kepada Kunwoo
"emm, iya"
memesan lagi makanan, lalu Hwajun dan iu mengobrol tapi Taehyung menyadari jika Kunwoo memerhatikan wajah Hwajun diam diam
"hyung, ada yang salah sama wajah Hwa? apa dia ada yang aneh?" tanya Taehyung pada Kunwoo
"ahh? tidak tidak" jawab Kunwoo gugup
"kenapa melihati dia begitu?" tanya Taehyung
"tidak, aku hanya reflek, santai saja, jangan cemburu" kata Kunwoo
"hemm" jawab Taehyung
disini iu tidak tau mau jawab apa, Hwajun juga sebenarnya kesal pada sikap Taehyung sejak tadi seperti menunjukkan kecemburuan, tidak berlebihan tapi cukup membuat Hwajun kesal dan malu kepada Kunwoo dan iu
setelah selesai makan..
"sudah, kalau begitu kita pamit deh, aku bayar ini di kasir langsung pulang ya" kata iu
"oh kalian pulang duluan? makasih unnie, makasih oppa" ucap Hwajun
"iyaa byebye"
iu dan Kunwoo pergi, tinggallah Hwajun dan Taehyung..
"kamu tidak mengatakan juga terimakasih kepadaku?" tanya Taehyung
"untuk apa?"
"tadi kamu mengatakan pada mereka, kan aku juga menemanimu"
"iya terima kasih babe"
"jangan lagi jalan dan ketemu sama pria itu"
"kamu tau kan tadi gak sengaja"
"ya tapi dia mengikuti iu nuna, biar ketemu kamu"
"jangan menuduh sembarangan kamu ya"
"loh bener, percaya sama aku, aku tuh tau dia, aku sama dengannya, sama sama pria"
"udah lah ayo pulang, sebelum malam"
"emm"
mereka pergi jalan, Hwajun saat akan menyentuh tangan Taehyung, malah Taehyung menghindar
"babe?" ucap Hwajun
"ah?"
"kenapa tangannya menghindar? ayo gandengan"
"jalan sendiri"
"babe, ih"
"jalan sendiri"
Hwajun tidak jalan, ia tetap berdiri disana, Taehyung yang sudah terus jalan malah langsung menghampiri balik ke Hwajun
"ayo" ucap Taehyung memberikan tangannya
Hwajun menerima tangan Taehyung tapi malah Taehyung memberikan jari tengahnya untuk Hwajun genggam, jadi tidak genggaman tangan, Taehyung hanya memberikan jari tengahnya untuk Hwajun menggenggamnya, itu salah satu bentuk atas rasa cemburu Taehyung
karna kesal juga, Hwajun melemparkan tangan Taehyung dan ngambek tidak lanjutkan jalan, Taehyung menatap kearah Hwajun...
"kenapa?" tanya Taehyung
"mana ada pegang begitu? gak mau aku, ngeselin ya kamu ya" bentak Hwajun
"yaudah jalan gak usah pegangan"
"gak mau, mau nya pegangan"
"gak mauuuu, maluuu"
Hwajun tetap keras kepala dan akhirnya Taehyung mau menggenggam tangan Hwajun dan mereka jalan bersama, Hwajun tersenyum lebar ketika Taehyung mengambil tangannya
mereka pun kembali di apartemen, setelah sampai, mereka masuk, Taehyung menutup pintunya dan menatap kearah Hwajun dengan tajam dari belakang
Hwajun tidak tau, ia membuka jaketnya lalu mengikat rambutnya keatas, baru membalikkan badan kearah belakang dan sedikit kaget karna Taehyung sudah dibelakangnya dengan tatapan tajam
"babe? kenapa tiba tiba muncul?" teriak Hwajun kaget
"kenapa kamu baik sama pria itu?" tanya Taehyung
"namanya Kunwoo, bukan pria itu"
"iya itu"
"ya baik, mereka temanku, dia baik, dia gak jahat kok"
"dia gak jahat, tapi dia suka sama kamu"
"yaa, aku tau" jawab Hwajun
Hwajun mengatakan jika ia sudah tau, Kunwoo menyukainya, seketika itu, Taehyung menatap tajam kearah Hwajun
"kamu tau?" tanya Taehyung
"iya tau"
"jadi dia bilang kepadamu kalau dia suka?"
"tidak"
"lalu kenapa kamu tau?"
"aku bisa membaca pikiran orang, kamu lupa?"
"oh, memang nya apa yang kamu baca?"
"dia suka padaku, tapi dia tidak akan menganggu kita punya hubungan, makanya tenang saja, dia baik kok"
"emm, ingat kata kata ku ya babe, jangan pernah pergi berdua sama dia, kalau punya teman pria, katakan semua kepadaku, aku mengatakan semuanya kepada kan soal semua hidupku"
"iya babe" jawab Hwajun
Taehyung keluar dan tidak melakukan apapun kepada Hwajun, itu membuat Hwajun merasa aneh, Hwajun takut jika Taehyung marah karna ia sudah terbiasa diperlakukan manis oleh sikap Taehyung
Hwajun pun ikut keluar dan duduk disamping Taehyung yang duduk di sofa depan televisi, Hwajun mendekati Taehyung, makin mepet duduk, lalu merangkul Taehyung
"jangan marah" kata Hwajun
"aku tidak marah kalau kamu jujur sejak awal"
"iya maaf, aku akan katakan semua hal kepadamu"
"bener ya?"
"iyaa"
Taehyung jadi balik memeluk Hwajun dan mereka menikmati malam itu dengan mengobrol, Hwajun sudah berjanji mengatakan apapun dia lakukan diluar tanpa Taehyung bersama Kunwoo, jadilah Hwajun bercerita disana
Taehyung bukan egois, bahkan mungkin banyak masih hubungan diluar yang lebih ketat dari Taehyung, dengan alasan menjaga keutuhan hubungan mereka
karna Taehyung sudah serius tentang perasaannya kepada Hwajun, ia sudah semua nya berikan, hatinya, cintanya, perasaannya, pikirannya, fisiknya, semua nya ia berikan kepada Hwajun, untuk itu mengapa ia begitu takut kehilangan Hwajun
hari berlalu, pekerjaan dan kesibukan kembali lagi, Hwajun dan Taehyung balik dengan kesibukan mereka di dorm sebelum akan pergi ke agenci
pagi sekali mereka sudah berangkat ke dorm, sesampainya..
"Taehyung-aah, bisa membantuku?" tanya Jimin
"yaa" jawab Taehyung
"sekalian aku minta tadi bantuan Jin hyung" jawab Jimin
"Jin hyung sudah datang?"
"paling awal dia memang kan"
"ahh"
Taehyung pergi meninggalkan Hwajun sampai di ruang tamu saat mereka baru masuk, tapi tak lama staff lain juga menyapa Hwajun mengurus pekerjaan
"Hwa, ini laporan bulan kemarin ada sisa untuk kertas arsipnya tidak?" tanya Giho
"iyaa, ada, di laci bagian bawah paling bawah"
"astaga, okeh deh"
"ayo kucarikan" kata Hwajun
mereka sibuk masing masing lalu berangkat ke agenci, karna terbiasa jalan dari dorm ke agenci, jarak nya cukup dekat jadi mereka jalan saja
Hoseok yang sedang jalan mengobrol bersama Luxie dan Yoongi malah berpindah kearah sisi Hwajun dan mengobrol dengan Hwajun, dimana Hwajun mengobrol dengan Yoosaa
"liburan beberapa kali week end kamu kemana saja?" tanya Hoseok