Me Born In Death

Me Born In Death
91



"kan kamu menghubungi iu niatnya? bukan hubungi yang lainnya?" tanya Yoongi


"gak berani oppaaa, aku beneran takut sama Taehyung"


"takut kenapa? dia kan pacarmu?"


"takut ih, gak berani oppa, please, bilangin, kalau unnie telfon jadi aku kan bisa kasih tunjuk Taehyung bukan aku menghubunginya dulu"


"gak ah, nanti aku kebawa bawa urusan kalian, aku gak mau terlibat" kata Yoongi


"aku mohon lah, aku akan membela mu depan Taehyung kok kalau sampai dia menyalahkanmu, aku akan bilang aku yang memaksa" kata Hwajun


"hemm, kalau aku tidak mau?"


"hemm, yaudah deh gak usah deh gakpapa kok"


"sorry Hwa, aku tidak bisa, aku tidak mau ikut campur"


"iya aku paham, gakpapa" kata Hwajun menunduk


Yoongi melihat wajah Hwajun begitu sedih, ia tidak tega jadi ia akan membantu Hwajun nanti bicara pada iu tapi tidak mau jika ia nanti terlibat urusan dengan Taehyung


sebenarnya Hwajun juga kepikiran, bagaimana ia harus pergi sebelum pamit kepada iu, ia bahkan tidak sempat bicara terakhir kali


"yaudah oppa, aku pergi" kata Hwajun


"ahh Hwa? iya aku bantu kanu bilang kepada iu buat hubungi kamu duluan tapi besok"


"ahh serius oppa?"


"yaaa tapi awas ya, aku gak mau kalau kamu sama Taehyung tengkar aku ikut ikutan"


"iyaa iya. siap, makasih oppa" kata Hwajun


"iyaaa"


"yaudah ya aku pamit, aku mau pergi keluar sama Tehyung"


"yaa"


Hwajun pergi, ia menunggu tak beberapa lama di ruang tamu, Taehyung selesai, Taehyung dan Hwajun pun pergi ke apartemen Taehyung


Hwajun memang sering pulang ke apartemen hanya untuk membersihkannya, karna Hwajun tidak mau jika apartemen Taehyung jadi kosong dan kotor


ia tau ketika ada rumah kosong dan kotor akan jadi tempat hunian hantu, dan ia tidak rela ada satu hantu saja yang masuk ke wilayah nya


setelah sampai di apartemen, Taehyung langsung pergi tidur karna capek, Hwajun memesan makanan


"babe, aku mau pesan makanan" kata Hwajun


"ya babe, pesan saja, makanlah, aku tidur"


"kamu tidak makan?"


"tidak aku tidak lapar"


"yaudah"


Hwajun pesan makanan, tak lama makanan datang dan kurir yang sama sebelumnya tapi betapa kagetnya kurir itu ketika melihat ada sosok hitam besar berjubah di belakang Hwajun


"astaga" teriak nya


"kenapa?" tanya Hwajun


"itu dibelakangmu, sangat mengerikan"


seketika itu Hwajun menoleh dan benar ada roh yang akan membawa nya pergi tapi ia langsung mendorong roh itu dan membuatnya pergi dari sana, giliran Hwajun membuat pria kurir itu terlupakan semua apa yang sudah ia lihat baru saja


seketika itu kurir itu kembali normal dan tidak sadar apa yang baru saja ia lihat depan kepalanya tadi


"sudah ya? uangnya ini" kata Hwajun


"iya nuna. terimakasih" sapa kurirnya


kurir itu pergi, ia benar benar lupa soal apa yang baru ia dapatkan karna Hwajun sudah membersihkan ingatannya sekilas soal baru saja dilihatnya


Hwajun aman, ia pergi makan, lalu lanjut membersihkan kamar mandi, lalu membersihkan seluruh ruangan kamar apartemen itu, sekiranya setelah Taehyung bangun sudah bersih


malamnya, Hwajun duduk sambil bermain hape miliknya di samping Taehyung tidur diranjang tidurnya, Taehyung bangun, melihat Hwajun sibuk hapenya ia langsung menarik hape Hwajun


ia curiga dengan apa yang dilakukan Hwajun di hape itu, ia pun melihat dan ternyata hanya mengobrol di grup bersama staff agenci lainnya


"kupikir sama siapa kamu mengobrol"


"di grup chat staff biasanya babe"


Taehyung menaruh hape Hwajun dan mengajaknya tidur karna sudah malam


"besok bisa lanjut lagi, ini larut malam" kata Taehyung


"iyaa ini udah"


Taehyung tidak pernah bisa tidur tanpa apapun yang bisa ia peluk seperti bantal atau guling atau boneka, apapun yang bisa ia peluk, untuk itu ia tidak bisa tidur kalau Hwajun tidak dalam pelukannya, ia akan terbangun kalau Hwajun tidak terasa dalam pelukannya


esok paginya, Hwajun siap untuk makan pagi, saat Taehyung keluar kamarnya, Taehyung melihat seluruh sisi kamar apartemen nya bersih total, kinclong bukan main, rapi dan wangi pula


"kamu bersihkan semua?" tanya Taehyung


"emm, aku bersihkan" kata Hwajun


"kapan?"


"semalam, pagi tadi cuma cuciin sprey kasur kemarin, gorden jendela"


Taehyung memeluk Hwajun dengan manja karna Hwajun membersihkan apartemennya. tapi memang itu kebiasaan Taehyung setiap bangun pagi juga sih, memeluk Hwajun, yaa tidur pun sama saja tidak bisa tanpa memeluk Hwajun


jadilah Taehyung memeluk Hwajun sambil Hwajun menyuapi Taehyung makan, setelah selesai makan, Taehyung pergi mandi karna tadi bangun hanya cuci muka lalu makan


tapi saat Hwajun mencuci piring, roh itu datang lagi..


"kamu harus kembali" kata roh itu


"belum, jangan dulu, aku belum siap meninggalkan semua"


"untuk apa kamu hidup sebagai hantu di kehidupan manusia?"


"yaa. tunggu aku menyelesaikan urusanku"


"panggil aku di rumah Yuski dan Yunsi, aku akan datang menjemput dan membawa mu kembali. secepatnya"


"iyaaa"


"ingat, sebulan lagi waktumu, sebulan pas dari hari ini aku tidak mau tau kamu sedang apa dan dimana aku akan menarikmu"


Hwajun tidak ada waktu lama lagi, roh itu sudah akan mengembalikan Hwajun kepada seharusnya Hwajun berada, bukan dikehidupan manusia tapi dirinya adalah hantu


Hwajun selesai bereskan cuci piringnya, lalu siap siap pergi juga untuk menemani Taehyung balik ke dorm


setelah sampai dorm, Taehyung sibuk langsung urusannya, Hwajun kan sudah bukan staff disana, ia tidak memiliki kesibukan apapun, ia pun menuju ke ruangan editor tempat Yoosaa memghabiskan jam kerjanya


"Yoosaa?" sapa Hwajun


"yaa Hwa? kamu baru datang? katanya dari keluar sama Taehyung semalaman?"


"iyaa, aku dari apartemen saja"


"waah asik nih berduaan saja di apartemen, ngapain ya kasih tau dong" ucap Giho


"gak ada oppa, biasa lah bersih bersih" jawab Hwajun


"ahh kupikir kenapa?"


"kamu kenapa Hwa?" tanya Yoosaa


Yoosaa melihat wajah Hwajun pucat padahal memakai make up, tapi betapa terlihat lusuhnya, Yoosaa penasaran jadi tanya lah, tak lama Giho pergi karna urusan kerjaan karna juga tidak enak pada Yoosaa Hwajun, mungkin mereka butuh ruang dan waktu berdua mengobrol sebagai sama sama perempuan


"aku pergi dulu, kalian butuh waktu kan?" tanya Giho


"oh gak kok oppa?" kata Hwajun


"iya kami santai kok" kata Yoosaa


"iya lanjutkan saja, aku juga ada kerjaan lagi ini" kata Giho


"oh yaudah" jawab Yoosaa


Giho pergi meninggalkan ruangannya, karna agar bisa bebas mengobrol dengan Yoosaa, Hwajun melepaskan cincinnya


"kenapa dah?" tanya Yoosaa


"aku akan pergi, Yoosaa" kata Hwajun