Me Born In Death

Me Born In Death
7



Hwajun melanjutkan jalannya dan melihat di pinggiran jalan semua tempat tempat di korsel


oh ya, saya jelaskan dulu..


mengapa tadi sempat Hwajun pingsan, sebenarnya hantu yang mengajaknya pulang yang menjadi sosok ibu untuk membawa Hwajun pulang itu telah mengambil semua ingatan Hwajun


itulah mengapa Hwajun seketika terjatuh dan pingsan, ia sekarang tidak tau siapa dirinya kecuali nama yang ada di dada seragam sekolah ia pakai


*Hwajun masih memakai seragam sekolah nya sebelum kecelakaan itu terjadi ya..


hari berlalu begitu cepat, Hwajun berjalan menyusuri kota disana dan melihat sekelilingnya


ia bingung ketika melihat salah satu sisi kaca yang ada di pinggiran kota disana, tidak tampak dirinya dan ia sadar dirinya sudah bukan lagi manusia


ia bingung siapa namanya juga, ia membaca nama si baju seragamnya adalah Hwa Joon Lee, jadi ia memakai nama itu saja


disini Hwajun benar benar zonk tidak mengingat apapun, ia tidak tau nama nya, ia tidak tau nama benda, ia tidak tau nama warna, ia tidak tau apapun didunia ini


yaa seperti judulnya "me Born in Death" yang artinya "aku lahir dalam kematian"


jadi wajar saja jika Hwajun harus mengenal beberapa benda dan banyak hal karna ia seperti bayi yang mengenal dan baru tau beberapa hal


tak lama, seketika sosok lain berada tepat didepannya..


"hei, kamu mengagetkanku" teriak Hwajun


"kamu siapa? kenapa disini? kamu bukan orang sini" kata orang itu


"Hwajun namaku"


"aku Mir Seong" kata gadis itu


"aku tidak terlihat di kaca itu, kamu bisa melihatku? karna sejak tadi tidak ada yang melihatku" kata Hwajun


"lihatlah bayangan ku dicermin, ada atau tidak?" tanyanya


saat melihat, ternyata Mir Seong juga tidak tampak dikaca itu, karna Mir Seong juga seorang hantu sama dengannya


"kamu.." kata Hwajun


"yaaa, aku mati dibunuh oleh pacarku" kata Mir Seong


"serius?"


Mir seong menceritakan semuanya disana dan mulai bisa dekat dengan Hwajun, disana juga Hwajun mendengarkan


"lalu kamu? gimana bisa menjadi hantu?" tanya Mirseong


"aku juga bingung, aku lupa, lupa semuanya, aku taunya aku hanya hantu" kata Hwajun


"ahh, wajar dan banyak seperti itu"


mereka pun saling kenal dan dekat sejak itu, tapi ketika dimana Hwajun masih penasaran dengan kota itu karna dia kan bukan dari korsel, jadi ia menjelajah lagi


melihat disalah satu sisi, ia melihat ada toko sepatu, dan ia merasa heran mengapa sepatu sepatu itu tinggi tinggi, jadi ia masuk menembus kaca dan mengangkat sepatu itu dengan santainya membuat orang yang lewat sana kaget dan teriak ketakutan


karna yang mereka lihat, sepatu itu terbang sendiri


lain ditempat pembuatan eskrim jalanan, Hwajun melihat penjualnya yang menyiapkan semuanya untuk dagangannya, Hwajun disana memerhatikan mereka dan merasa takjub dengan cara pembuatan dan penyajian eskrim nya


membuat ia menyentuh eskrim eskrim itu dan menjadi berantakan, semua orang heran karna ulah hantu membuat semua eskrim tertata rapi malah berantakan


"astaga, pak, ini apa semua?" tanya pelanggan


"ya Tuhan, saya tidak tau nuna, waah ini gangguan hantu mestinya"


"disini memang banyak hantu ya?"


"banyak, tapi jarang jahil, ini hantu baru sepertinya"


sementara Hwajun melanjutkan lagi ia jalan, banyak hal yang baru ditemuinya selama dijalan, ia begitu takjub dengan banyak hal disana


setelah ia jalan kembali, ia melihat sana sini, berjalan berkelana, saat masuk salah satu restoran besar karna ia sangat lapar dan ingin makan yang enak enak


ia lupa ia adalah hantu yang bisa menembus apapun termasuk pintu atau tembok, tapi ia malah membuka pintu di restoran, sontak membuat semua staff jaga disana kaget dan berteriak


"heeei ada apa?" sama owner restoran


"pak, ini pintunya tadi terbuka sendiri" jawab staff


"ahh mana ada? angin kali"


"pak, saya melihat juga, mana mungkin angin membuka pintu kaca? saya tidak merasakan ada angin kencang" kata pelanggan disana


bagaimana tidak ketakutan, karna jika Hwajun membuka nya normal, itu artinya tidak normal bagi orang lain yang tidak bisa melihatnya


tapi Hwajun tetap masuk dengan santainya dan menjelajah di restoran itu, memakan apa yang ia makan lalu pergi begitu saja tanpa peduli restoran itu heboh karna ulahnya


"paaak" teriak staff dapur


"kenapa? ada apa lagi ini?" tanya owner restoran


"pak, ini lihat, saya memasak untuk meja 10 tadi, tapi habis tiba tiba" kata staff


"ah mana bisa? kamu apakan?"


"pak, saya tinggal ambil tatanan buat antar, dan habis"


"bagaimana mungkin"


"sungguh pak, saya sungguh"


"kucing mungkin, atau ada anjing memakan"


"mana ada anjing pak, mereka tidak memakan daging sapi"


"siapa tau kan ada banyak sih anjing atau kucing makan sapi"


"jarang tapi pak"


yaaa, sementara Hwajun setelah puas makan, ia jalan keliling kota itu..


membuat kegaduhan banyak orang akan kejahilannya yang ingin tau banyak hal..


malamnya ia bertemu lagi dengan Mirseong


"Hwaaaa" teriak Mirseong


"Mir, apaa, kenapa harus keras sekali terikan mu?" jawab Hwajun


"kemana saja, aku cari keliling keliling, aku mau ajak kamu pulang ikut aku kerumah ku ya"


"ayo, kapan?"


"malam ini aku ada urusan, besok siang saja, kamu pergi ketempat pertama kita ketemu"


"okeh"


mereka berpisah malam itu, esoknya..


saat ia sampai ditempat ia janjian dengan Mirseong, ia melihat beberapa orang dengan tenangnya melewatinya tanpa tau ada dirinya disana, jadi ia berjalan ke pinggir saja


tak lama Mirseong datang dan mereka jalan bersama hingga sampai di rumah Mirseong, seketika itu Hwajun hanya diam


"ayo" ajak Mirseong


"kamu serius ngajak aku tinggal disini? kotor sekali rumah ini" kata Hwajun


"Hwajun, jangan aneh aneh bicaramu, kamu mau kaya gimana? kita siapa dulu... kamu ingat tidak" kata Mirseong


"iya tapi aku tidak mau ah disana, itu kotor Mir" ucap Hwajun


"ya terserah kamu mau atau tidak, aku hanya menawarkan saja"


mereka pun masuk rumah itu dan melihat lihat dan semakin yakin Hwajun tidak mau tinggal disana


tapi malam itu, ia ingin bercerita banyak hal dengan Mirseong, jadi ia mau diam di rumah itu dulu, dan malam nya mereka sama sama bercerita tentang beban kehidupannya


hingga paginya..


"wooh. sudah pagi, ini?" tanya Hwajun


"iya lah, gak terasa ya" jawab Mirseong


"iya, cepat sekali, akhir akhir ini aku tidak pernah mengantuk"


"kamu terlalu lucu dan polos ya Hwa"


"memang iya"


"iya sih, tapi ada kali hantu mengantuk? dimana coba kamu temukan?"


"iya juga, haha"