Me Born In Death

Me Born In Death
12



jadi tidak ada yang curiga jika ternyata rumah itu bekas rumah kosong


setelah sampai depan rumah itu dan mengetuk nya, Yunsi keluar dari tembok kamarnya dan melihat ada manusia, ia awal nya merasa terganggu, tapi ia penasaran jadi menampakkan dirinya dibelakang Taehyung


"cari siapa?" tanya Yunsi


seketika itu Taehyung kaget, karna sejak tadi tidak ada orang siapapun di belakangnya tiba tiba ada orang menyapanya


"ahh, maaf bi, saya mau cari yang punya rumah ini" kata Taehyung


"saya yang punya, anda siapa?"


"saya Taehyung bi, apa bibi ini amma dari Hwajun?"


"ahh Hwajun? iya dia anak saya, ada apa kamu cari Hwajun?"


dalam hati Taehyung berpikir, gak anak gak ibunya sama sama mengagetkan saja tiba tiba muncul dari belakang, disana karna Yunsi mendengar apa yang dikatakan Taehyung meskipun mengatakan didalam hati, jadi ia hanya tersenyum saja


"saya mau bertemu saja bi" jawab Taehyung


"kamu tau dari Hwajun alamat ini?"


"iya bi"


"dasar anak polos, untungan aku bersihkan rumah ini sebelum Hwa tinggal disini" gerutu Yunsi dalam hati


"kalau tidak bisa diganggu, tidak apa bi, saya pergi lagi" kata Taehyung


"ahh bukan begitu maksudnya, tapi Hwajun sejak pagi tidak ada dirumah, dia mungkin sedang jalan dengan temannya"


"ahh oh ya? yaudah kalau begitu biarkan saja bi, biar nanti saya kapan kapan kesini lagi saja"


"okeh"


Taehyung pergi, ia berjalan keluar pagar rumah itu sambil berpikir keras disana, tadi jika ibu Hwajun, memang ada kemiripan, tapi kenapa ibunya bertatto dan anaknya malah sangat polos


yaa karna baik Yunsi dan Hyunki semasa hidupnya memiliki tatto dibeberapa badannya


jadi hanya itu dipikiran Taehyung, karna ia melihat jelas tatto dibeberapa bagian tubuh Yunsi dan melihat balik kearah Hwajun, Hwajun bukannya gadis yang sangat polos, bahkan di era sekarang, ia tidak tau hape


hari hari berlalu, ketikaTaehyung berharap ditemukan lagi dengan Hwajun, tapi karna kesibukannya membuat ia tidak bisa mencari Hwajun lagi


"ada Hwa datang lagi tidak?" tanya Taehyung kepada penjaga depan pintu dorm


"Hwa? yang mana?"


"itu yang dulu pernah datang kemari"


"ahh, tidak ada sih"


"kalau ada langsung hubungi aku saja ya"


"anaknya yang suruh hubungi kah?"


"bukan, kamu nya saja hubungi saya"


"kenapa tidak saya suruh gadis itu menelfonmu?"


"dia tidak memakai hape"


"oh ya? waah memang iya?"


"iyaa pak, saya tau sendiri kok"


"waah jarang ya"


memang dijaman sekarang ini susah mendapatkan seorang remaja yang tidak memegang hape tapi nyatanya, Hwajun tidak memakainya


sementara Hwajun, yang berada disalah satu tempat yang ia penasaran sekali tempatnya


"ini tinggi sekali, apa sih isi dalamnya" gerutu Hwajun


gedung tinggi sekali, ia pun masuk kesana dan melihat disana banyak sekali hantu, perempuan, pria, cantik, jelek, tampan, tua, muda, anak kecil, semua ada, ia berjalan dengan santainya


saat iya jalan dengan dandanan tanpa cincin, ia bisa menembus kemana saja ia pergi sampai akhirnya ia mendapatkan salah satu tempat bertuliskan "toilet"


saat ia duduk, beberapa menit disana, ia mendengar ada suara orang, ia merasa tadi tidak ada orang sama sekali, dan akhirnya karna terusik juga, ia memutuskan untuk pergi saja


sebelum keluar, Hwajun tak lupa memakai cincinnya, agar ia bisa terlihat di cermin depan wastafel sana, lalu Hwajun keluar dari bilik kamar mandi itu dan melihat ada seorang gadis memang didepan wastafel


saat Hwajun keluar, gadis di depan cermin itu kaget ketika melihat seorang gadis yang keluar dari kamar mandi itu berwajah sangat pucat, seperti bukan manusia tapi saat menoleh kearah belakang, ia melihat memang ada sosok gadis di cermin, tapi wajahnya tidak sebegitu parah seperti dalam cermin itu, pucat tapi tidak begitu parah


seketika gadis itu langsung memalingkan wajahnya dan melirik lagi kearah cermin disana


Hwajun pun berjalan melewati gadis itu dan saat melewati nya, gadis itu yang melihat lagi kearah cermin, ia melihat wajah gadis itu masih sama dengan apa yang ia lihat sebelumnya, sangat pucat


"wooh" ucap nya dalam hati kaget


seketika gadis itu berlari mencari gadis yang baru saja melewatinya karna ia penasaran tapi ia tidak menemukan siapapun disana


padahal Hwajun yang dicari nya tepat ada dihadapannya sekarang, karna Hwajun sedang melepaskan cincinnya jadi tidak bisa dilihat lagi oleh gadis itu


setelah selesai urusan nya, gadis itu langsung buru buru pergi, dan Hwajun juga sama, tapi Hwajun berkeliling di sekitar gedung bagian dalam dulu


ia melihat disalah satu sisi tembok dan terpampang ada foto bangtan dengan produk salah satu merk baju


Hwajun mengingat satu persatu member nya sampai ia melihat pada bagian Taehyung, ia mengingatnya, dan lanjut melihat lagi paling terakhir ada Hoseok


"wooh, mereka kenapa disini" ucap Hwajun


Hwajun mencoba mengeja alamat yang tertulis di poster itu, ia bingung itu didaerah mana, karna selama ia berpetualang juga selalu jalan tanpa memeperdulikan siapapun dan apapun tempatnya


hari berlalu, saat Hwajun pulang kerumah..


"hei, Hwa" sapa Yunsi


"amma? weeh?"


"kamu dua hari lalu ada yang mencari"


"oh mencariku? siapa?"


"Taehyung, dia manusia cakep amat?"


"amma, dia itu yang belikan ku baju yang kupakai ini, sama teman dia juga sih"


"ahh, dia tau kamu.." ucap nya terhenti


"tidak lah"


"emm"


"jangan hilang kalau amma bocorin ke dia?"


"ya kali, enggak lah"


hari hari berganti, ketika menyusuri beberapa tempat, Hwajun banyak melihat poster foto beberapa member bangtan yang tersebar


ia bingung, apa sih bangtan itu, kenapa ada dimana mana, kenapa banyak yang membicarakannya, setelah merasa penasaran, ia mendapati salah satu tempat berkumpulnya beberapa fans bangtan


ia masuk, dan mendengarkan beberapa gadis didalam membicarakan mereka


"haduh kapan bisa bertemu Taehyung, aku ingin memeluk dia" gerutu fans Taehyung


"kamu tau, aku ingin memegang saja tangan Jimin oppa" jawab fans Jimin


"ahh aku menikahi saja sepertinya, semoga Seokjin menyukai ku" kata fans Seokjin


"tapi kurasa semua hanya pikiran ku saja, kita tidak akan bisa ketemu" kata fans Yoongi


"bisaa tapi hanya alternative nya fansign itu" jawab fans Jungkook


"apa aku harus mati dulu dan bergentayangan baru bisa melihat mereka secara dekat dengan gratis" gerutu fans Hoseok


"ahh kurasa ingin mati saja lalu bergentayangan" jawab fans Namjoon


disini semua percakapan mereka didengar dan diperhatikan juga oleh Hwajun