Me Born In Death

Me Born In Death
95



kekuatan nya melemah, bahkan ia tidak ingat siapapun dari kehidupan sebelumnya yang ia jalani dan hanya kehidupan sebagai Hwajun manusia lah ia ingat


setelah masuk roh dalam tubuhnya berhasil, semua kaget karna Hwajun sudah terbangun dari tidurnya selama 15 tahun


"apa aku hidup?" ucapan pertama dikatakan Hwajun saat ia terbangun setelah puluhan tahun


dan Dong Chun (ayah kandung) juga Jun Lee (ibu kandung) bergantian membacakan beberapa doa doa kepercayaannya untuk memastikan jika anaknya benar sadar dan pulih


"Hwa?" sapa Soo rae, sahabat real Hwajun


mendengar itu, Hwajun seketika bangun perlahan dan duduk lalu menangis dan memeluk ayah dan ibunya, yaaap momen haru dimana seorang ayah, ibu dan anak yang sudah tidak kontak fisik karna anaknya koma selama 15 tahun


bayangkan saja, 15 tahun, dan total yang dilakukan Hwajun selama itu adalah


tiga tahun pertama bagaimana hwajun berusaha untuk bisa masuk ke tubuhnya


masuk tiga tahun kemudian akhirnya Hwajun pergi ke jalan untuk refresh otaknya


lalu dua tahun lagi artinya sudah masuk tahun ke delapan, akhirnya masuk ke negara korea selatan dimana korea utara dan selatan meskipun sama korea tapi beda drastis kehidupannya


setahunnya masih bebas jalan jalan keliling negara korea selatan sebelum akhirnya masuk kehidupan bangtan dan berlangsung selama 6tahun


Junlee tidak bisa berhenti menangis, karna kondisi anaknya memang membuatnya harus tetap tegar dan sekarang anaknya sadar, ia tidak bisa benar benar tidak bisa menahan tangisannya yang pecah bahkan membuat seisi ruangan ikut menangis


termasuk dua makluk astral yang menyeramkan yang berdiri di sisi depan toilet ruang inap dirawatnya Hwajun


"Myunghee, mereka siapa?" tanya Hwajun


"mereka lah yang mengaku jika mereka adalah bibi Junlee dan paman Dongchun" jawab Myunghee


seketika Hwajun kaget karna yang ia lihat adalah sosok perempuan dengan baju pulih lusuh dengan bercak darah di baju atas dengan wajah pucat sekali bersama sosok yang hampir tidak bisa menyerupai wajah karna saking hancurnya kondisi wajahnya.


Hwajun memalingkan wajahnya dan menutupinya karna takut dengan penampakan yang kini ia bisa melihatnya


"itu biasa dampak dari kamu yang lama tertidur, jadi bisa melihat mereka, semoga kamu mulai terbiasa dengan kondisi barumu" kata Myunghee


"berarti kamu habis mati selama 15 tahun ini, biasanya mati memang membuat orang yang mengalami akan bisa melihat sosok selain manusia" kata Soorae


seketika itu Hwajun menangis, bersedih, ia belum siap semua itu, dan momen itu di hancurkan dengan dokter yang merasa terharu tapi ia harus mengecek kondisi Hwajun lagi dengan teliti untuk laporan pekerjaan mereka juga.


setelah selesai, Hwajun harus tahan di rumah sakit sementara dulu untuk maksimal dua hari, untuk pemulihan baru boleh pulang kembali kerumah.


Myunghee dan Soorae pulang karna sudah waktu malam, sementara Hwajun yang sudah sadar tidak melepaskan tangannya dari sang ayah, karna ia terlalu takut dengan kondisi barunya yang sekarang sama dengan Myunghee


tapi seketika sang ayah melepaskan tangan nya dari anaknya karna ia kaget melihat "penampakan" duduk di lantai tepat dibawah kaki tepat ranjang tidur anaknya


tapi setelah dilihat lagi, ia tidak melihat apapun disana


"appa, ada apa sih?" tanya Junlee kaget


"aku tadi, disini, melihat, ada sosok" kata Dongchun


"apasih pa, jangan aneh aneh" kata Junlee


"Hwa, nak, kamu kenapa?" tanya Junlee


"ada penampakan di bawa ranjang tidur kaki aku ma" kata Hwajun ketakutan


seketika itu pula, Junlee kaget karna apa yang dikatakan suaminya benar, tapi ia tidak melihat apapun disana.


"sudah pergi ya?" tanya Dongchun


"masih pa, ada disitu" kata Hwajun


tapi Dongchun benar benar sudah tidak melihatnya, karna kuatir, Junlee menenangkan anaknya, tapi ketika Hwajun menyentuh lengan Junlee karna memang Hwajun ketakutan, Junlee seketika melihat penampakan itu juga, dan ia kaget pun melepaskan tangan Hwajun,


sejak itu Dongchun dan Junlee sadar jika siapa yang disentuh tangan nya oleh Hwajun akan bisa melihat "penampakan"


Hwajun pun tidur, menenangkan dirinya, esoknya ia bangun, ia sakit perut dan meminta ibunya mengantarkannya ke toilet,


setelah masuk di toilet, setengah tembok toilet itu dari keramik putih dan Hwajun melihat jika dirinya di bayangan keramik itu berbadan kurus, seketika ia teriak histeris.


Dongchun langsung membuka pintu toilet dan melihat anaknya yang duduk di lantai toilet itu, membantu Hwajun berdiri dan kembali ke ranjang tidurnya.


"ada apa nak?" tanya Junlee


"ma, badanku, kenapa kurus?" tanya Hwajun


Junlee menoleh kearah suaminya, Dingchun menjelaskan tentang sedikit pengertian kenapa badan Hwajun menjadi kurus.


sorenya, Dongchun mengurus untuk biaya dan semua keperluan Hwajun sebelum pulang, Junlee menemani anaknya di ruang rawat inap sambil membereskan beberapa barang bawaan mereka disana


setelah malamnya, Hwajun sudah bisa pulang, ia penasaran dengan berat badannya, ia kelihat timbangan badan, dan ia berjalan kesana, dan betapa kagetnya ketika ia tau penurunan berat badan nya drastis karna dimana ia "sebelum koma" 15 tahun lalu masih memiliki berat badan 75kg yang bisa dikatakan cukup berisi lah bahkan ia bisa dikatakan gemuk bukan, masih cukup banyak yang jauh di atas itu dikategorikan gemuk


tapi di timbangan itu menunjukkan jika beratnya hanya 47kg, bahkan tidak sampai di berat 50kg, dimana jangankan segitu, mendapatkan berat badannya 65kg saja itu sangat sulit dan merasa mustahil Hwajun dapat tapi sekarang..


dan mereka lanjut jalan, saat melewati cermin benar saja yang dilihat oleh Hwajun adalah badannya yang mengecil, seperti sudah tidak ada lagi lemak ditubuhnya.


"kenapa nak?" tanya Junlee


"gak papa ma" kata Hwajun


mereka pun pulang, sesampainya dirumah, kembali Hwajun masuk ke kamarnya yang sudah lama ia tinggalkan, yaap Hwajun yakin jika sekarang ini benar benar rumahnya bukan lagi rumah kosong atau dunia lain yang sempat ia pijaki


tak lama adik perempuan dari sang ayah, yaitu Ji Chun yang bertugas menjaga rumah Dongchun itu selama Dongchun berada dirumah sakit, melihat perubahan drastis tubuh Hwajun juga sangat kaget karna ia melihat terakhir bersama Hwajun saat Jichun memberikan baju baru untuk Hwajun dengan sengaja membeli ukuran XXL agar nyaman dipakai badan Hwajun yang "nyaris gemuk"


tapi sekarang bahkan badan Jichun yang jauh lebih berisi ditimbang badan Hwajun, keponakannya


"kamu kurus Hwa" kata Jichun


"bibi yang berisi ya? aku terakhir memelukmu, kamu kecil"


"bukan aku menggemuk, kamu mengecil"


"oh ya juga, aku sudah terlalu lama tidur"