Me Born In Death

Me Born In Death
92



"pergi? emm gimana ya maksudnya?" tanya Yoosaa


Hwajun menjelaskan jika roh yang sering dilihat Yoosaa dan Kimsara yang selalu mengawasi Hwajun sudah mengajak untuk Hwajun pergi, Hwajun memang sudah pada janjinya dimana ia akan kembali ke asalnya setelah 10 tahun disini


"jadi memang sudah ada perjanjian buat waktunya?" tanya Yoosaa


"iyaa, aku memang sudah ada kesepakatan, aku pengen hidup di dunia nya manusia, tapi yang rame, yang jauh dari kehidupan ku dan aku dibawakan kesini"


"Hwaa, semoga kamu baik baik saja ya? kamu tidak akan melupakanku kan?"


"aku tidak melupakanmu kok, tapi kalau aku sudah balik ke badanku, aku sepertinya juga akan lupa"


"yaaah. gitu ya?"


"yaa, aku juga akan membuat semua orang mengenalku jadi lupa aku" kata Hwajun


"termasuk aku?"


"iya lah, semua, bahkan itu Taehyung, aku tidak bisa membuat mereka mengingat aku kalau tau aku sosok hantu"


"Hwaaa.." ucap Yoosaa memeluk Hwajun


tapi tidak ada yang sadar jika ada yang memerhatikan Yoosaa yang seperti mengobrol dengan sosok tanpa bayangan dan itu adalah Giho


Giho memang kebiasaan melupakan hapenya di mana mana, ia cepat balik karna hapenya ketinggalan


seketika itu Giho melihat dari awal jika Yoosaa mengobrol dan bicara sendiri


"bukannya sama Hwa? apa Hwa sudah pergi?" gerutu Giho


"oppa?" sapa Luxie


"Luxie, ssst. ada apa?"


"kamu kenapa? kok mindik mindik?"


"coba lihat Yoosaa, dia bicara sama siapa?"


"astaga?" ucap Luxie kaget


Luxie kaget karna melihat Yoosaa duduk dikursinya tapi seperti mengobrol dengan sosok di kursi milik Giho, bahkan keduanya melihat jika kursi itu bergerak sendiri tanpa Yoosaa gerakkan


"kamu masih ingat kan kalau Yoosaa sebenarnya bisa melihat hantu?" tanya Luxie


"iyaa aku pernah tau, aku dengar kok"


"dengan siapa dia bicara? siapa staff bisa melihat juga?"


mereka mengingat siapa yang bisa melihat hantu sama dengan Yoosaa agar mereka bisa tau siapa mengobrol dengan Yoosaa


"aah, Sara?" ucap Giho


"ah iya, unnie, pas, dia didepan, aku kesana dulu"


"yaa udah aku jaga"


Luxie menemui Kimsara dengan Hoseok lalu menjelaskan soal Yoosaa, Kimsara penasaran ia melihat dari pintu itu, dan dilihat oleh nya adalah sosok Hwajun, tapi bagaimana ia bisa mengatakan kepada mereka semua jika bersama Yoosaa itu Hwajun, itu tidak mungkin kan?


"siapa bunny?" tanya Hoseok


"iya unnie? siapa kamu lihat?" tanya Luxie


"aku tidak mengenali" jawab Kimsara


"ahh ciri ciri saja deh" tanya Giho


"merah darah, mengerikan, besar, dan..." ucal Kimsara terpotong


"dan?" tanya Hoseok


Kimsara berhenti bicara karna Hwajun menolehnya dan kini tepat di depannya..


"dan tidak tau lagi deh, menghilang" jawab Kimsara


setelah kejadian itu, Hwajun terus mengikuti Kimsara, saat duduk di ruang tamu dorm itu, Hwajun melakukan interaksi dengan Kimsara dan menjelaskan apa yang sudah ia jelaskan kepada Yoosaa tadi juga


Kimsara setuju jika Hwajun balik ke alam nya, ia memang tidak seharusnya berlama lama di dunia manusia, bukan jahat tapi memang Kimsara merasa itu jalan dan keputusan terbaik


"yaudah selamat jalan ya, kamu baik baik disana ya?" ucap Kimsara dalam hati


"iya, makasih sudah mau jaga aku dan privasiku"


"pasti, aku memang orangnya gini, tunggu kamu speak up baru aku jelaskan"


"loh lalu Taehyung?" tanya Kimsara


"aku akan membuat semuanya lupa, termasuk kamu"


"oh gitu? yaudah gakpapa"


Hwajun pergi, ini adalah pamit nya terakhir kepada Kimsara, tapi tadi belum pamit kepada Yoosaa karna ia masih berat sebenarnya pergi meninggalkan ini


sementara Giho dengan Luxie tadi seperginya Kimsara dan Hoseok dari sana, mereka masuk menyapa Yoosaa, Yoosaa tidak kaget karna sebelumnya Hwajun sudah mengatakannya


"kamu bicara sama siapa?" tanya Luxie


"aku? emm" jawab Yoosaa bingung


"kamu jangan bilang sebenarnya diruangan ini ada.." ucap Giho terpotong


"tidak ya, aku tidak bilang gitu, aku hanya mengobrol dengan hantu anak kecil"


"hantu anak kecil?"


"iya, tidak menakutkan kok, baik"


"tapi namanya hantu yang tetap saja menakutkan Yoosaa" jawab Giho


"ya gak jahat, tenang saja"


"mana dia?" tanya Luxie


"pergi"


"ahh, apa balik lagi?" tanya Giho


"tidak, hanya lewat kubilang"


Hwajun kembali memakai cincinnya, memerhatikan Taehyung bekerja dan ia mendekati staff yang bertugas menyuting bangtan untuk acara reality show mereka


disini Hwajun tidak tau bagaimana cara menjelaskan tapi tiba tiba menghilang apa itu mungkin? apa celah yang tepat saat ia akan pergi meninggalkan Taehyung


setelah acara selesai, Hwajun mendekati Taehyung memberikannya minum


"babe, aku pengen jalan" kata Hwajun


"kemana?"


"kemana aja deh"


"hongdae asik" jawab Jimin


"iya hyung, ayolah jalan, aku juga pengen pergi ke hongdae" jawab Jungkook


"kapan kita ada jadwal kosong?" tanya Taehyung


"minggu ini, week end kosong kok, aku juga rasa pengen pergi ke tempat hiburan hongdae" jawab Namjoon


mereka merencanakan untuk pergi ke hongdae week end minggu ini, dan mereka melanjutkan syutingnya hari itu


hari berikutnya, Hwajun pergi keluar dorm bersama Dyung dan beberapa staff pria untuk urusan keperluan dorm, sementara bangtan sedang ada talkshow


tapi selesai urusan syuting bangtan, karna nyaman dengan posisi duduk mereka jadi mereka diam di tempat itu sambil mengobrol santai dengan para staff disana


Taehyung jadi membahas soal beberapa fans bangtan yang datang ke fansign terakhir kalinya, mereka membahas salah satu fans yang ternyata Taehyung mengatakan jika ada fans saat kemarin itu yang masuk dengan kriteria


"hyung, kemarin pada ingat sama fans yang di aku mainin rambutnya?" tanya Taehyung.


"iya ingat, aku disebelahmu itu" jawab Hoseok


"kenapa dia?" tanya Jimin


"dia tipe ideal ku kan? masih ingat?" tanya Taehyung


"iya, oh iya pantas saja yaaa" kata Jungkook


yaa.. ternyata pada saat fansign kemarin ada salah satu fans yang persis banget kriterianya masuk dengan tipe ideal Taehyung sebenarnya, karna pada dasar nya tipe ideal Taehyung memang bukan Hwajun


tapi karna sudah jadi cinta, untuk Taehyung tipe kriteria ideal sudah tidak ada lagi, tapi masalahnya karna saking senangnya Taehyung bisa berkenalan dengan fans itu, ya menceritakan pada member lain, member lain juga lupa jika harusnya ia menjaga perasaan Hwajun


tak lama Hwajun datang, mendengar semua apa yang di obrolkan Taehyung kepada bangtan dan staffnya disana, Hwajun baru tau jika ternyata bukan seperti dirinya lah tipe ideal gadis idaman Taehyung sebenarnya


"Hwaa" ucap Luxie yang juga mendengarkan semuanya merasa kuatir


hemm, kenapa tidak ada yang bilang sejak awal kepadaku kalau tipe nya itu?" jawab Hwajun dengan keras