Me Born In Death

Me Born In Death
60



dan juga meminta maaf pada Hoseok sudah merepotkannya, termasuk minta maaf pada yang lain karna terseret


"sudah lah bubar yang lain, kalian urus urusan kalian" kata Namjoon


"sudah ya, aku harap kamu tidak memperpanjang, semua salahku bukan salah Hobi oppa" ucap Hwajun kepada Taehyung


"ya kamu, ada aku kenapa lari ke lain? awas saja kalau sampai masih begitu, aku akan mempermalukan semuanya, siapapun itu aku permalukan"


masalah selesai, tapi Taehyung masih menyimpan cemburunya kepada Hoseok, padahal harusnya itu ia berikan rasa cemburu kepada Seokjin karna Seokjin lah yang menyukai Hwajun


hari berlalu...


meninggalkan tentang kejadian yang sudah sudah, cukup jadi pelajaran saja, dan dilain harinya dimana ketika bangtan sedang akan ada projek iklan salah satu hape baru, kesibukan masing masing dengan staff untuk mempersiapkan dirinya


salah satu staff mengarahkan Hoseok duduk dikursi meja rias yang tepat di samping meja rias Taehyung..


mereka saling lirik tapi langsung membuang muka masing masing ketika ketahuan melirik satu sama lain


tak lama staff mengurus mereka pergi, staff Taehyung selesai pekerjaannya merias wajah Taehyung sedangkan staff Hoseok pergi berpamitan mengambil make up yang baru karna salah satu make up miliknya habis


tinggallah Taehyung dan Hoseok..


"Taehyung-iie?" sapa Hoseok


"yaa? hyung?" jawab Taehyung


"kupikir kamu marah padaku"


"marah?"


"soal Hwa, aku pikir masih marah"


"ahh itu sudah berlalu hyung, lupakanlah"


"iya aku tau, tapi kita perlu bicara berdua, apa kamu tidak marah waktu itu?"


"marah?"


"iya marah padaku kan?"


"hyung, aku kan bilang aku tidak marah kepadamu, aku hanya tidak suka sikap Hwa, dia memang suka bikin aku cemburu"


"oh ya? bagaimana bisa kamu bicara gitu? berarti sering dia buatmu cemburu sebelumnya?"


"iyaa, dia ketahuan mata kepalaku jalan sama pria lain"


"astaga apa iya? siapa pria itu?"


"temannya, tapi sama sama sudah konfirmasi kok, kalau mereka memang teman, tapi aku tidak suka kan kamu tau aku bagaimana"


"emm tapi benar benar memastikan kamu kan?"


"iya, aku sudah bertemu tatap muka dengan keduanya bersamaan, memastikan saja"


"oh ya bagus lah"


Taehyung menoleh kanan kiri, sekitar nya merasa aman, ia baru mengatakan..


"oh ya.. hyung mau tau siapa pria mendekati Hwajun ini?" tanya Taehyung


"siapa?"


"Kunwoo"


"Kunwoo?"


"emm, dia adalah salah satu boardiguard dari penyanyi iu sunbaenim" ucap Taehyung


"wooh?" ucap Hoseok


"ssst jangan keras keras" bisik Taehyung


"apa iya? mereka dekat? siapa? yang mana? mungkin saja aku pernah kenal atau hanya bertemu"


Taehyung memberikan foto yang ia punya soal Kunwoo, karna ia memang mencari tau soal Kunwoo


"oh dia?" tanya Hoseok


"tidak, aku sering lihat dia memang, bersama iu sunbaenim" jawab Hoseok


"aaah, dia memang orangnya, aku bertemu dia pas juga Hwa ketemuan sama iu" jawab Taehyung


"oh ya? jadi kamu pernah bertemu iu?"


"jalan bareng bahkan tapi aku bersama Hwa, dan iu dengan kunwoo itu"


"waaah, Jekey tau?"


"bahkan aku belum cerita ke dia, aku baru cerita kepadamu, tapi kurasa tidak perlu membahas ini kepada yang lain, Hwa kan urusan ku, jadi biar jadi masalah pribadi hubunganku dengan Hwa saja"


"emm, bener banget, eh tapi kamu bener tidak marah kepadaku?"


"iya hyung, tenang saja" jawab Taehyung


Hoseok merasa lega jika Taehyung tidak marah kepada nya karna masalah beberapa hari lalu tapi Hoseok tidak tau jika Taehyung tetap menyimpan kecemburuannya kepadanya


cemburu? bukankah fans Taehyung lebih banyak? dari segi mana pun Taehyung lebih banyak fans dibanding Hoseok memanh, tapi itu pernyataan salah, justru Taehyung merasa Hoseok sangat sempurna, jadi pemikirannya untuk merebut Hwajun darinya ya sangatlah mudah jika Hoseok mau kan


tak lama staff Hoseok datang, bersama dengan Hwajun..


"ini roti nya" kata Hwajun


"emm, kamu jadi beli yang abon?"


"iya itu, kusisakan satu, katamu satu saja cukup kan?"


"kamu beli berapa?"


"tiga, yang dua aku tadi"


saat mengobrol, Hwajun melihat Hoseok dari cermin meja rias Taehyung


"eh disini ada Hobi oppa? aku gak sadar?" sapa Hwajun


"iya dari tadi juga" jawab Hoseok


"oppa mau roti ini?" tanya Hwajun


Hoseok melirik arah Taehyung, Taehyung menatap tajam kearah Hwajun, Hoseok tidak enak karna ekspresi Taehyung sudah cukup jadi alasan kenapa Hoseok menolak


"aku sudah makan, kamu ambil saja" kata Hoseok


"beneran, kalau mau, ini ambillah" jawab Hwajun


"tidak lah, aku sudah kenyang kok"


"ehehm" ucap Taehyung


Hwajun melihat kearah Taehyung yang sudah menatapnya tajam dan ia pun memutuskan untuk diam, tidak memaksa Hoseok lagi untuk mengambil rotinya


hari berlalu.. dimana ketika bangtan sering kesibukan dibeberapa acara, Hwajun ikut tentunya, dimana ketika di gedung iklan, bangtan akan syuting iklan, mengurus semua tentang bangtan barulah Hwajun dan staff lainnya bebas saat bangtan sudah masuk ruangan syuting mereka


Hwajun berpamitan pada Giho akan pergi ke toilet, Hwajun selalu mencari toilet kemana pun ia pergi, ia lebih suka suasana ditoilet


saat keluar, dan menuju ke toilet, iu baru datang, seperti biasa, ia bersama dengan Byung gu dan Kunwoo, Byung gu yang melihat keberadaan Hwajun


"Kunwoo, kamu lihat gadis itu? dia bukannya yang pernah masuk ke ruangan iu kan?" tanya Byung gu


"ahh, oh ya bener"


Byung gu tidak tau jika teman sepekerjaannya itu mendekati bahkan sudah dekat dan menyukai Hwajun, ia hanya ingat jika Hwajun adalah gadis yang memaksa masuk


saat Kunwoo melihat di gedung yang sama ternyata ada bangtan sedang syuting promosi, diwaktu yang sama, Kunwoo mengantarkan iu untuk bertemu klien yang akan menyeponsori konser tunggal iu nanti


saat melihat situasi dirasa aman, Kunwoo diam diam mencari Hwajun, Hwajun yang masuk toilet dari tadi dan duduk disalah satu sisi toilet paling ujung, ia keluar tapi lupa memakai cincin, ia memang sengaja melepaskannya


makanya saat Hwajun membuka pintu, dua orang di toilet yang sama yang juga sama sama didepan cermin melihat kearah pintu toilet itu menjadi kaget karna terbuka dan tertutup sendiri


Hwajun baru ingat jika ia lupa tidak memakai lagi cincinnya jadilah ia memakainya di dalam toilet yang paling pertama dari pintu masuk ke toilet dan Hwajun keluar dengan bisa dilihat lagi


tapi kedua orang tersebut merasa makin aneh, karna sejak ia masuk, tidak ada orang yang masuk toilet itu, mereka memastikan juga di toilet pertama pintunya terbuka yang artinya tidak ada orang


mereka berpikir, lalu bagaimana bisa seorang gadis baru keluar dari kamar toilet pertama itu?