
"bukan unnie, itu karna Luxie takut kalau sendirian pas nanti dia kerasukan" jawab Yoosaa meledek Luxie
"haha iya" jawab Kimsara
sedang mengobrol bertiga, mereka merasa beberapa staff lainnya memang sedikit menghindar dari mereka, mungkin masih takut dengan kemampuan mereka dalam mengurus astral, bahkan perbedaan itu dirasakan sendiri oleh Yoosaa
yap, ia menyembunyikan semuanya karna takut ini terjadi, ia sudah membaca jika staff lain tau kemampuannya, mungkin mereka menghindarinya, karna tidak ingin berurusan seperti itu
"kamu nyadar gak sih Luxie, kalau staff staff lain disini seperti menghindari kita?" tanya Yoosaa
"memang iya? aku tidak merasa" kata Luxie
"iya kamu, tapi aku merasa sekali itu, sejak mereka tau aku gadis indigo, kamu sekarang tau kan kenapa aku tidak mengatakan dari awal aku bagaimana" kata Yoosaa
"sudah lah, jangan dipikirin, mereka taunya kita aneh, karna bisa mengurusi astral, tapi mereka pastinya juga sadar karna kita juga membantu mereka" kata Kimsara
"emm bener, kan tau kan, sejak kita bantu, sedikit banget bahkan hampir tidak ada yang mengganggu lagi" jawab Luxie
"nah, iya bener" jawah Kimsara
"hemm" jawab Yoosaa menarik napasnya
"kamu tidak sendirian penuh kok, kan Luxie adalah staff juga, dia mau menemani kamu, tidak ikut staff lain menghindari kamu kan, kamu juga tidak sendirian mengalami itu Yoosaa, aku juga, untuk itu kenapa aku tidak punya teman sama sekali sejak aku kecil" jelas Kimsara
tapi tak lama tiba tiba Moonsana membisik ditelinga Kimsara, siapa Moonsana?
Moonsana adalah hantu yang selalu ikut dengan Kimsara kemana mana pun Kimsara pergi
"Kimsara, aku suka sama Taehyung itu, dia tampan kalau tidak sedang ribet" kata Moonsana
"lalu?" tanya Kimsara
"lalu? apanya?" tanya Yoosaa
"tidak, aku berbicara dengan Moonsana" kata Kimsara
"ahh oh ya, aku juga penasaran, itu siapa dia?" tanya Yoosaa
"itu hantu yang selalu ikut kemana mana aku pergi" kata Kimsara
tak lama Hwajun datang, dan mereka mengobrol bersama disana berempat
"dia siapa?" tanya Moonsana berbisik kepada Kimsara
"dia Hwa"
"dia bukan manusia juga kan?"
"iya bukan"
"kekuatan dia tinggi sekali, aku bisa merasakannya" kata Moonsana
"kamu mau kenalan?" tanya Kimsara
"takut" kata Moonsana
"ih, baru ini kamu takut" kata Kimsara
"btw. Kimsara mengobrol dalam hati nya karna semua hantu bisa mendengar meskipun manusia bicara dalam hati atau otak saja
tapi hanya Luxie yang tidak tau jika Kimsara sedang berinteraksi, karna Yoosaa dan Hwajun tau
"oh iya, Hwa, ini Moonsana, kenalin" kata Kimsara
"aku Hwa" sapa Hwajun
"yaa" jawab Moonsana
"salam kenal" kata Hwajun
"iya iya, salam kenal" kata Moonsana
"kenapa kamu terlihat takut padaku?" tanya Hwajun
"tidak, biasa saja" jawab Moonsana
sejak itulah mulai berkenalan keduanya dan mulai dekat, membuat nya lebih lega karna sudah tau apa dan bagaimana wujud keduanya
mereka disana mengobrol semuanya mulai dari hidup sampai matinya Moonsana dan Hwajun masing masing
saat selesai dari salah satu ruangan bangtan Hwajun dan Taehyung pergi keluar ruangan, tak beberapa lama, Hwajun berjalan mendekati Kimsara dan ia kaget ketika melihat ada memar merah seperti warna darah dibagian leher kanan kiri Kimsara
"unnie, lehermu" kata Hwajun
"kenapa?" tanya Kimsara
"merah, kamu habis terkena apa? kamu terbentur ya?"
"oh, itu memang sering terjadi sama aku, kalau aku sudah dirasuki jadi kalau ada hantu yang masuk dan dia mengalami luka dibagian apa, dibagian itu juga aku akan memar merah" kata Kimsara
"ahh, apa iya? sakit?" tanya Hwajun
"ya tidak, tapi kalau kamu pegang bagian yang merah ini ya sakit lah" jawab Kimsara
"iya lah" jawab Kimsara
"ah pantas saja, mati nya Moonsana kan patah leher" kata Hwajun
"iya"
"terus kalau aku yang masuk, apa nya yang merah ya?"
"tergantung, memang kamu sakit sebelah mana?"
"tidak tau, aku tidak merasakan sakit tuh"
"ya coba masuk gimana?" tanya Hwajun
"boleh"
Hwajun melepaskan cincinnya lalu masuk tubuh Kimsara, dan menyapa Luxie dan Yoosaa disana
"hai" sapa Hwajun dalam tubuh Kimsara
"eh unnie, ada apa ya?" sapa Luxie
tapi Yoosaa sadar jika Hwajun yang merasuki Kimsara sekarang, jadi Yoosaa menarik tangan Kimsara
"loh kemana eh" tanya Luxie
"tunggu bentar saja, aku mau ada urusan sama unnie" kata Yoosaa
"oh baiklah" jawab Luxie
Luxie melanjutkan makannya dan Yoosaa membawa Kimsara pergi dari sana
"aku tau kamu masuk kan Hwa" kata Yoosaa
"hehe iya, habisnya aku penasaran karna unnie kan bisa merasakan aku sakit bagian apa"
"jangan bilang sama Luxie lah, kamu mau bilang kan? nanti Luxie tau siapa kamu"
"oh iya juga ya, yaudah aku gak bilang, tapi biarin lah aku mau masuk disini saja, karna aku kan belum pernah merasakan"
yap, memang selama ini, Hwajun tidak pernah masuk kesiapa siapa, dan Kimsara lah orang yang dia rasuki pertama
tak lama Hoseok datang menyapa Kimsara...
"Sara, ngapain disini?" tanya Hoseok
"ahh" ucap Hwajun bingung
"emm ini, ada urusan sama aku dulu Hobi" kata Yoosaa
"udah selesai tapi?"
"sudah sudah"
"yaudah ayo kita pergi" kata Hoseok
Hoseok membawa Kimsara pergi tapi Hoseok tidak tau itu adalah Hwajun, Hwajun mengontrol dirinya agar menjadi seperti Kimsara
beberapa jam jalan berdua dengan Hoseok, Hwajun merasa lebih nyaman, Hoseok tipe pria yang rame tapi ia perhatian dan peduli, Hwajun merasa suka dengan sikap Hoseok yang ini
saat jalan, Hwajun menatap arah Hoseok dan merasa kagum tanpa sadar ia tersenyum melirik arah Hoseok
"kenapa?" tanya Hoseok
"emm?" ucap Hwajun
"kenapa melihatiku begitu?" tanya Hoseok lagi
"emm tidak ada" jawab Hwajun
saat jalan, Hoseok menyentuh tangan Kimsara, Hwajun diam saja dan menggenggam balik tangan Hoseok disana sambil tersenyum malu malu ia berjalan digandeng Hoseok
sepulangnya karna sudah cukup lama mereka jalan, Hwajun menoleh ke arah salah satu kaca cermin sebuah toko lalu melihat ke arah badannya..
"waah, aku menjadi unnie, unnie cantik banget deh, aku senang ditubuh ini, nyamaaaan" ucap Hwajun dalam hati
"Sara, kenapa kamu diam disitu?" tanya Hoseok
"oh, aku..." ucap Hwajun terdiam disana masih melihat dirinya dalam cermin
"mau kesana kah?" tanya Hoseok
"tidak sih, tidak, aku hanya melihat diriku dalam cermin saja"
"ahh, aduh ada ada saja deh"
"ayo pergi" kata Hwajun
tapi saat mereka kembali ke dorm bangtan setelah jalan, Hwajun dalam tubuh Kimsara itu duduk di sofa ruang tamu, ia merasa kelelahan