
"hai" jawab Jimin dan Jungkook bersalaman
Taehyung membawa Hwajun kedepan lalu menemui Sejin dan Kwan selaku manager bangtan dan staff utama bangtan
"wooh, siapa?" bisik Kwan kaget
bahkan Sejin dan Kwan benar benar tidak tau kalau ada Hwajun disana
"hyung gimana dari tadi disini, dia masuk tidak ada kalian" jawab Taehyung
"wooh, kemana kita? kita disini saja" ucap Sejin
"iya kami tidak dimana mana dari kita sampai loh" jawab Kwan
Taehyung melirik kearah Hwajun
"tapi tadi beneran tidak ada, hanya ada pria berbaju hitam (Kwan) itu saja, dan itu bertelfonan menghadap ke arah sana" kata Hwajun
"ohh iya, kamu bilang yang mau pergi ke kamar editor kan" jawab Kwan kepada Sejin
"ahh iya, aku tadi sempat ke belakang sih dikamar editor"
"iya aku memang telfonan juga tadi, tapi cepat sekali dia masuk" jawab Kwan
"hehe iya pak, karna aku tadi lewat depan, melihat dia, aku kenal dia" jawab Hwajun
"ahh jadi gini, biar aku jelaskan dulu" ucap Taehyung
Taehyung menjelaskan jika ia memang sebelumnya kenal Hwajun tapi sebentar dan itu sekilas saja, Taehyung menceritakan semua disana bagaimana kenal Hwajun
tak lama..
"Taehyung" ucap Hoseok yang bingung karna melihat disamping Taehyung ada gadis berkulit super bersih
"hyung, ahh ini hyung, kamu ingat kan?" tanya Taehyung
"hai" sapa Hwajun
"ahh kamu, emm Hwajun" ucap Hoseok
"nahh"
Hwajun menjelaskan bagaimana ia bisa masuk, berharap tidak ada lagi yang curiga dan semua disana percaya, akhirnya malam itu, Hwajun berkenalan dengan semua staff dan semua member disana
tapi karna sudah malam, semua member hanya berkenalan saja
"kamu waktu itu kenapa tidak membawa uang padahal mau beli baju?" tanya Hoseok
"aku tidak tau, aku hanya jalan, taunya aku pengen baju"
"lalu kamu kenapa pakai baju ini lagi?"
"sama hyung, aku juga tadi tanya" jawab Taehyung
"hehe iya aku jawab tadi karna kebetulan saja kali"
"oh"
"kamu masih sekolah kah?" tanya Namjoon
"yaa, tapi.." ucapnya terpotong
"tapi?"
"tapi sudah lulus sih" jawab Hwajun padahal bukan itu yang akan ia jawab
"ahh, tahun berapa kelahiranmu?" tanya Jimin
seketika Hwajun bingung, karna ia tidak tau apapun soal tanggal lahirnya bahkan, tapi ia teringat buku didalam tasnya yang ia bawa bawa kemana mana itu ada bio mini bertuliskan
long name : Hwa Joon Lee
nick : Hwajun / Hwa
city : pyongsong, korea utara
birthday : Juni 1997
"aku kelahiran 1997" jawab Hwajun
"oh ya? sama dengan ku, aku juga" jawab Jungkook
"oh ya?"
"emm, aku tanggal pertama di september" jawab Jungkook
"oh, aku tanggal terakhir dari oktober"
kelahiran Hwajun adalah 30 oktober 1997
"memang alamat kamu dimana?" tanya Hoseok
Hwajun memberikan alamat rumah nya yang ia tempati bersama Yunsi dan Hyunki
dan saat Hwajun berpamitan pulang, tak lama salah satu staff yang tadi sedang mandi dan tak sempat berkenalan dengan Hwajun, pun keluar..
bernama Kim Yoo Saa, salah satu staff editor dan juga staff pembantu make up bangtan
ia kaget seketika melihat wujud Hwajun yang sangat pucat dengan baju seragam sekolah gadis gadis korea utara
Hwajun pergi, dan staff itu menyapa beberapa staff lainnya dan menanyakan siapa gadis tadi tapi jawaban semua staff mengherankannya
"tadi yang diantarkan V ke depan itu siapa?" tanya Yoosaa
"teman? teman apa?"
"teman ketemu gak sengaja gitu, panjang ceritanya"
"pakai seragam sekolah malam malam, dia anak sekolah?" tanya Yoosaa
"ahh apa yang kamu bicarakan? dia memakai baju sweater longdres kok"
"ahh, baju seragam apa itu ya?" gerutu Yoosaa pelan
Yoosaa mulai aneh dengan gadis itu, ia merasa ada yang berbeda dengan gadis itu, tapi semua teman staff nya disana tidak ada yang sadar apa yang diucapkan Yoosaa
Yoosaa adalah salah satu staff bangtan yang memiliki indra keenam, atau bisa dikatakan sixsense, tapi tidak ada yang tau akan hal itu karna memang Yoosaa menyembunyikan kemampuannya dari siapapun, murni keluarganya yang tau
Yoosaa memang sejak lahir sudah memiliki kemampuan melihat apa yang tidak orang lain lihat jadi tidak heran jika apapun yang dipakai oleh Hwajun dibadannya, dimata Yoosaa akan tetap terlihat berseragam
tapi ia masih berpikir positif saja karna ia tidak mau pikiran nya salah paham terus dan buruk saja
malam itu Hwajun akan pulang, Taehyung menawarinya pulang tapi Hwajun menolaknya, dan memutuskan untuk pergi pulang sendiri
padahal ia masih ingin berkeliling malam itu, bak anak kecil yang masih banyak keinginan untuk tau banyak hal
"ayo deh aku antar" kata Taehyung
"ahh aku pergi pulang sendiri saja" jawab Hwajun
"ahh kenapa? ini tengah malam sudah"
"iya, tapi aku tidak mau diantar, aku pulang sendiri"
"aku sekalian antar sekalian biar tau rumahnya kanu saja"
"iya lain kali kalau begitu, bener malam ini aku tidak bisa"
"beneran?"
"iya, please ya, biar kan aku pergi pulang sendiri"
"oya udah, hati hati ya"
"iyaa, byebye"
Hwajun berjalan akan pergi tapi..
"ehhmm Hwa" panggil Taehyung
"yaa?"
"aku boleh minta nomor hape kamu?"
"hape aku? apa itu hape?"
"waah kamu tidak tau hape?"
"hehe" jawab Hwajun sambil menggelengkan kepalanya
Taehyung mengeluarkan hapenya lalu memberitahu hape bagaimana
"tau?" tanya Taehyung
"baru tau"
"ahh serius?"
"iya"
"appa amma kamu tidak pernah memberimu hape?"
"tidak"
"kamu lihat mereka pegang beginian?"
"tidak juga"
"ahh"
Taehyung bingung bagaimana mungkin dijaman sekarang masih ada gadis yang tidak tau hape, Hwajun pun berpamitan dan pulang
saat Taehyung masuk, ia yakin kan hatinya jika ia harus mendekati Hwajun, karna ia makin penasaran
"V, itu siapa? teman kamu?" tanya Yoosaa
"ahh iya, dia Hwajun, apa kamu tidak berkenalan tadi?"
"iya aku baru lihat dan aku baru selesai mandi"
"ahh iya namanya Hwajun"
beberapa hari berlalu, ketika Taehyung mengingat alamat rumah Hwajun, ia bersiap pergi kesana, ia mengendarai taksi dan memberikan alamatnya
setelah sampai, Taehyung turun dan melihat penampakan rumah yang cukup terbilang luas, disana ia berpikir, rumah Hwajun jauh dari kata biasa saja, tapi Hwajun tidak mengenal hape? ahh itu jarang sekali ditemukan
"pak ini" sapa Taehyung
"iya pak, bener kan disini ya?"
"iya pak, saya mau kerumah itu" jawab Taehyung menunjuk rumah Yunsi
"iya kalau bener, saya permisi"
setelah turun dan membayar taksinya, tidak ada yang tau jika itu adalah rumah kosong karna memang sudah bersih dan terlihat seperti ada yang menghuni