Me Born In Death

Me Born In Death
48



"wooh oppa, apa kamu tadi dari ruangan rekaman?" tanya IU


"weeh? tidak ada aku arah kesana, sejak tadi aku diruangan itu"


"wooh?"


"ada apa?"


"tidak" jawab IU


IU berpikir masih berpositif saja mungkin karna ia baru bangun tidur jadi kurang fokus sedikit jadi ia kira itu adalah managernya tapi siapa kalau bukan managernya? itu cukup membuatnya berpikir keras karna ia melihat dengan jelas sosok itu


tak lama, IU pergi lagi untuk urusannya show, ia ada jadwal mini konsernya malam itu juga, dan ia pun mempersiapkan semuanya, kegiatan malam itu Hwajun ikuti


ketika konser selesai dan akan masuk acara fansign, IU ada waktu untuk istirahat dulu, disini sebenarnya kesempatan Hwajun untuk menyapa IU tapi ia tidak membawa cincinnya, akhirnya ia harus cepat kembali lagi ke apartemen mengambil cincinnya


setelah sampai apartemen, sudah larut malam Hwajun tidak melihat Taehyung datang, ia pikir Taehyung tidak akan pulang malam itu jadi aman jika ia pulang lebih malam lagi


Hwajun kembali ke tempat acara IU tadi dan setelah ia berada diruangan IU, ia memakai cincinnya dan mendekati IU lalu menyapanya


"hai unni" sapa Hwajun


"ahh hai? kamu siapa? staff?" sapa IU


"ahh bukan, aku Hwa, salam kenal"


"Hwa? siapa? kok bisa kamu masuk?"


"bisa emm tadi tidak ada yang menjaga didepan pintunya"


"emm didepan gedung? atau di lantai akan kesini? apa juga tidak ada?"


"tidak ada"


"masak sih?"


saat IU akan mengecek keluar, Hwajun melarangnya karna padahal memang ada dua boardiguard IU diluar sana, padahal Hwajun lah yang tidak terlihat oleh mereka disana


mereka masing masing adalah Shin Byung Gu dan Park Kunwoo


mereka mendengar IU seperti sedang mengobrol dengan seseorang dua pria boardiguard IU itupun merasa aneh, karna sejak awal IU masuk ruangan itu, IU sendirian, tidak ada teman sama sekali masuk keruangan yang sama dengan IU


mereka saling berpandangan dan membuka pintu itu, mereka kaget ada gadis asing didalam ruangan bersama IU


"hei nuna, siapa kau?" tanya Kunwoo


"ahh, aku.." jawab Hwajun melirik IU


"mari keluar, jangan membuat kami bersikap dengan kasar pada mu nuna" kata Kunwoo


"tapi.." jawab Hwajun bingung apa dia mau jawab


"ahh biarkan dia, saya tau perjuangan dia menemui saya ini sulit" kata IU


"tapi ini pelanggaran, sementara kami tidak tau kapan dan lewat mana ia masuk" jawab Kunwoo


"tapi aku benar benar masuk lewat pintu ini dan kalian tidak ada depan pintu, aku serius tidak berbohong, jadilah aku bisa masuk" jawab Hwajun


"biarkan dulu kami berbicara, bisa tinggalkan kami" kata IU


dua boardiguard itu keluar atas perintah IU, tapi mereka masih sama sama bingung bagaimana gadis itu bisa masuk keruangan itu, mereka begitu yakin, mereka tidak meninggalkan pengawasan pintu itu, mereka yakin betul


ditinggal pun tadi memang hanya sebentar tapi benar benar hanya sebentar mana mungkin langsung masuk dan harusnya mereka melihat ketika pintu itu terbuka


sementara Hwajun dengan IU didalam ruangan itu..


"unnie, aku benar benar kagum, kamu cantik dan baik" kata Hwajun


"ah kurasa kamu juga, lihatlah kulitmu cukup putih, sama kan denganku" kata IU


"hehe, iya sama"


"lalu apa tujuanmu menemuiku? katakan saja, aku lanjut ada urusan beberapa menit lagi"


"aku hanya ingin bertemu kamu saja, kamu mau tidak berteman denganku unnie?"


"waaah jelas mau dong, kita berteman?"


"iyaa berteman" kata IU


mereka memutuskan berteman disana, Hwajun juga merasa aura IU berbeda dari kebanyakan orang, IU sangat tulus, Hwajun bisa rasakan itu..


mereka menjadi teman, dihari itu bahkan IU dan Hwajun saling bertukar nomor hape, keduanya sama sama menyimpan dengan kontak baru dengan perjanjian dengan nama kontak "new bestie"


"aku tidak membeli tiket masuknya"


"ahh, tidak bisa kalau begitu"


"aku pulang saja" jawab Hwajun


"pulang? okeh, hati hati ya"


"yaa, bye unnie" sapa Hwajun


saat mereka akan keluar dari ruangan itu, Kunwoo melihat ke arah Hwajun, ia merasa jika Hwajun berbeda, ia terkesan dengan wajah imut dan cantik Hwajun


Hwajun pun merasa diawasi juga menatap balik ke arah Kunwoo, seketika itu Kunwoo mengalingkan pandangannya ke arah yang lain


"Hwa? kamu mau diantar?" tanya IU


"ahh tidak unnie, aku pulang sendiri kok bisa"


"bener? hati hati ya"


"yaa, byebye unnie"


"bye"


Hwajun pergi dari sana dan ketika suasana aman, ia pun melepaskan cincinnya dan bisa pergi dengan sangat cepat kemana ia pergi


sementara IU yang berjalan akan keruangan ia adakan fansign nya..


"kamu mengenal gadis tadi?" tanya Byung Gu


"emm, tidak, aku benar benar baru mengenalnya ini" jawab IU


"ahh aku boleh jujur? aku benar benar merasa tidak ada dia masuk, aku stay depan pintu, lalu dia masuk dari mana?"


"sudah lah, biarkan, dia baik kok anaknya, polos sekali" jawab IU


"apa kamu berteman sejak hari ini?" tanya Kunwoo


"yaap, kami berteman, aku rasa dia gadis polos dan baik" kata IU


Kunwoo merasa ada kesempatan ia bisa mendekati gadis itu karna ia benar benar terkesan pada gadis tadi


sementara Hwajun, sampai di pintu apartemen Taehyung, ia melihat sudah ada Taehyung di depan televisi, ia tidak mungkin muncul tiba tiba didalam apartemennya kan, jadilah ia keluar lagi dan memakai cincinnya lalu menjadi terlihat


ia pun melihat kunci di tasnya tapi ia lupa membawa kuncinya, ia pikir tadi membawa kunci kamar apartemen itu, akhirnya ia mengetuknya


Taehyung mengintip dari lubang kecil dipintu melihat siapa datang dan itu Hwajun, Taehyung membuka pintunya dan menatap tajam ke arah wajah Hwajun


"emm hai babe" sapa Hwajun masuk dengan menundukkan wajahnya dari tatapan Taehyung


"dari mana? kamu tau ini jam berapa? kenapa gak ada kabar?"


"ahh babe, aku baru sampai, kenapa ditodong pertanyaan sebanyak itu"


"jawab, jangan mengalihkan pembicaraannya"


"ahh aku hanya dari rumah appa, dia menghawatirkan ku" kata Hwajun


"benar?"


"iyaa"


Hwajun pergi mandi, tapi karna mandinya Hwajun lama membuat Taehyung terus menggangguinya


"babe, sana dulu aku mandi kok" kata Hwajun


"cepat, lama banget kamu" kata Taehyung


"tunggu iya iya"


beberapa menit juga belum selesai kembali lagi Taehyung masuk kamar mandi


"babeee?" ucap Hwajun


"sejak tadi loh kamu mandi apa gimana?"


"mandi. tunggu diluar"


beberapa menit lagi lama, akhirnya Taehyung gemas, ia mengangkat Hwajun dan menyiram nya agar bersih dari sabun dan memekaikan handuk lalu membawanya masuk kamar mereka