
Taehyung pergi keruangan editor dan membuka pintunya tapi ia tidak melihat ada satu orang saja di ruangan itu
"loh ini anak malah pergi lagi" gerutu Yoosaa
"ada apa dia?" tanya Hwajun
"ya mana aku tau, dia membuka pintu itu kenapa tidak menyapa ku?" gerutu Yoosaa merasa kebingungan
padahal memang sejak awal, Hwajun dan Yoosaa ada diruangan editor itu, tapi kenapa tidak ada satu orang pun ketika Taehyung membuka pintunya
"Hwa, dia tidak bisa melihatku apa?" gerutu Yoosaa
"hehe ya lupa aku" jawab Hwajun melepaskan lengan Yoosaa
"ada apa? lupa apa?"
"lupa tadi aku kan memegang tanganmu Yoosaa, jadi Taehyung tidak melihatmu" kata Hwajun
"wooh, memang bisa begitu?"
"ya bisa, kan buktinya itu, kalau aku tidak pakai cincin ku lalu pegang sesuatu, tidak akan terlihat yang kupegang" kata Hwajun
"astaga Hwaaa, lepasin, jangan pegang aku lagi ketika tidak memakai cincin" ucap Yoosaa
"haha iya maaf, lupa kan aku sudah bilang"
Taehyung keluar mencari Giho yang duduk bersama Luxie dan beberapa staff lainnya di depan dorm
"katamu tadi ada diruangan editor mereka? kemana aku lihat tidak ada" kata Taehyung
"loh ada tadi Taehyung"
"tidak ada hyung, ayo lihat"
"masak sih? tadi Hwa itu masuk kok keruangan ku, menyapa Yoosaa, ada Yoosaa juga didalam, dia belum keluar"
"ayo dilihat sana dulu, ayo"
saat mereka berdua sampai diruangan itu, sudah ada Yoosaa
"kan ada Yoosaa ini" kata Giho
"Yoosaa, kamu kemana tadi? aku tidak ada melihatmu" kata Taehyung
"emm, ini baru dari toilet, baru masuk lagi, kenapa Taehyung?"
"ada terlihat Hwa tidak?"
"Hwaaa? emm"
"bilang saja aku pulang" bisik Hwajun
"aku nyari dia tidak ada, apa dia pulang" jawab Taehyung
"tadi kesini kok, masuk dan menyapa Yoosaa kok" jawab Giho
"oh iya tadi, tapi pamitan pulang langsung, pulang kayaknya" jelas Yoosaa
"ah masak pulang, aku didepan dorm, sama staff, gak ada lihat Hwa pamit atau keluar" jawab Giho
"aku masuk ketubuhmu ya, biar aku jelaskan pakai kamu" bisik Hwajun
"jangan" jawab Yoosaa keceplosan
"apa jangan?" tanya Taehyung
"ehh tidak ada" jawab Yoosaa
Taehyung keluar, menelfon Hwajun, Hwajun keluar dari dorm dan langsung pergi kerumahnya baru angkat telfon Taehyung
"kenapa Taehyung" sapa Hwajun
"kamu pulang?"
"oya ini dirumah"
"kenapa cepat sekali"
"aku dari tadi, kenapa sih? kerjaannya bukannya selesai?"
"iya, yaudah malam ini aku kerumah kamu"
"malam?"
"iya malam"
"ketemu diluar saja deh ya"
"kenapa dirumahmu?"
"ada teman teman appa ku nanti malam"
"yaudah, ketemu di doggies saja ya, aku tunggu beneran, kalau tidak datang, aku tidak peduli aku kerumahmu"
"iyaaa"
malamnya, Hwajun siap siap, ia akan pergi menemui Taehyung sebelum Taehyung yang datang
ia memakai baju lama nya, saat dibelikan oleh Hoseok dan Taehyung awal mereka bertemu, lalu Hwajun siap dan ia pergi
sesampainya ditempat..
"Taehyung" sapa Hwajun
"hai babe, duduk lah"
"ya, kamu pesan makanan apa?"
"kamu kenapa pakai baju ini?"
"hemm, yaudah sana kalau mau pesan makan"
mereka memesan dulu makan baru pergi mencari baju, karna Taehyung tidak mau Hwajun memakai itu karna ia hanya mau Hwajun memakai baju dari uang miliknya sendiri
setelah makan, lalu membayar, baru mereka pergi, menuju ke fast mall, tidak jauh dari sana
saat jalan, Taehyung menarik tangan Hwajun untuk ia genggam, dan Hwajun hanya menerima saja, tidak melawan
sepanjang jalan, Hwajun melihat ramainya kota disana, ia merasa bising tapi ia menikmatinya
"Taehyung.. kalau jalan disini selalu ramai memang ya?" tanya Hwajun
"Taehyung.. Taehyung" ucap Taehyung kesal
"loh iya aku kan ngomong nya sama kamu"
"ya panggil babe, bukan Taehyung"
"memangnya nama kamu ada babe nya kah?"
"ya tidak, tapi itu panggilan buat pasangan yang pacaran, kalau panggil aku nama, dikira orang, kita teman biasa" kata Taehyung
"oh gitu? jadi panggil Taehyung?"
"iyaa panggil itu, jangan Taehyung lagi"
"okeh"
"yaudah, tanya apa tadi?"
"itu loh, jalan ini memang selalu ramai ya?"
"jalan ini iya lah, disini pusat perbelanjaan, jalanan arah ke fast mall, pastilah ramai"
"meskipun malam?"
"malamnya makin ramai, dekat disini sini nanti banyak penjual jajanan"
"wooh nanti datang ya"
"boleh. kamu mau?"
"emm"
hingga mereka masuk ke mall itu, lalu kesalah satu butik didalam mall itu
"mau beli baju siapa?" tanya Taehyung
"baju kamu, aku mau kamu ganti tidak pakai baju itu"
"kenapa baju ini? kan rapi Taehyung, bagus ini" ucap Hwajun
"Taehyung lagi" ucap Taehyung membelalakkan matanya tajam menatap Hwajun
"iya babe maksudnya"
"hem, pinter"
"kan baju ini masih bagus dipakai"
"iya tapi aku tidak suka, kita beli buat samaan (couple)"
"emm"
setelah memilih beberapa baju, dan dapat 2 setel baju lalu Taehyung meminta agar Hwajun mencobanya lebih dulu, jadi biar kalau ada yang kurang kurang bisa lah minta ganti
"pakai ini, dicoba dulu, ganti" kata Taehyung
"oh okeh" jawab Hwajun
Hwajun malah hampir membuka bajunya disana, seketika itu pelayan disana teriak dan Taehyung menoleh langsung menurunkan lagi bajunya
"kenapa ganti disini?" tanya Taehyung
"katanya suruh ganti sekarang?"
"ya sekarang, tapi disana, ayo deh aku antar" kata Taehyung
Taehyung menjelaskan tempat ganti yang bisa dipakai, baru Hwajun paham, dan beberapa staff pelayan disana antara tertawa tapi ia menahannya karna tidak enak kepada pria nya
"gadisnya polos ya?" ucap pelayan 1
"iya, kurasa masih sekolah, pacaran sama kalau gak ini dia bos atau pengusaha" ucap pelayan lainnya
"iya polos sekali dia, astaga untung tidak sampai benar benar terbuka" kata pelayan 2
setelah Hwajun selesai mencoba lalu keluar dan mencoba satunya lagi lalu keluar untuk memperlihatkan kepada Taehyung, baru mereka pergi membayarnya
saat mengantri di kasir, lalu tiba gilirannya, hanya 4 potong kain pakaian itu, Hwajun baru ingat ia tidak ada duit, karna belum gajian juga
"babe, aku belum turun gajian loh, aku lupa, bayarnya gimana?" tanya Hwajun
"eeesst udah ini, pakai punyaku saja, aku yang bayar semuanya kita jalan makan hari ini"
"makasih babe" ucap Hwajun manja
"emm"
mereka jalan lagi, Taehyung memegang tas belajaan ditangan kanan, lalu meminta tangan kanan Hwajun untuk menggenggan tangan kirinya, dan mereka pun jalan lagi
sepanjang jalan disana, Hwajun melihat ada makanan yang membuat penasaran, makanan khas dijual ketika musim dingin tiba, memang pas saat itu sedang awal musim dingin
"babe, aku mau itu" kata Hwajun
"apa?"
"itu itu"