Me Born In Death

Me Born In Death
19



lalu Luxie menarik baju Taehyung sedikit menjauh dari Hwajun dan membisikkan sesuatu


"pacarmu?" tanya Luxie


"bukan, tapi akan, hahai" jawab Taehyung


"ahh dasar, tapi cantik ya dia"


"ya dong, siapa dulu punya"


"aku baru tau"


"kamu selalu sibuk"


"ahh iya juga"


"setiap dia kesini kamu gak ada, kamu ada, dia pas gak kesini"


"haha iya muter doang"


"haha iya"


Han Lu Xie, atau dipanggil Luxie (Lusi) ini adalah staff kepengurusan Hoseok, sama dengan Dyung, tapi Dyung staff utama kepengurusan Taehyung, jadi setiap member ada staff kepengurusan utama yaa


sementara kenapa Hwajun mengenalinya? yap masih ingat gadis di toilet ketika di gedung iklan? ketika itu gadis itu melihat wajah Hwajun di cermin sangat pucat, seperti mayat hidup, tapi ketika ia menoleh, wajah Hwajun tidak sepucat ia lihat dicermin


tapi saat Hwajun melewati gadis itu, gadis itu melirik kearah cermin lagi tapi wajah Hwajun kembali pucat berat lalu gadis itu berjalan keluar toilet mencari Hwajun tapi sudah tidak ada


yaap, itulah Han Luxie, gadis ditoilet itu adalah staff didepan Hwajun ini, untuk itu Hwajun mengenalinya, lalu bagaimana bisa Luxie tidak mengingat Hwajun


"yaudah deh aku masuk duluan ya" kata Luxie


"hem" jawab Taehyung


"hai Hwa, aku tinggal masuk ya" sapa Luxie


"iya onni" sapa Hwajun


karna penampilan Hwajun di hari itu, jauh berbeda dengan penampilan Hwajun di toilet itu waktu itu, apalagi Hwajun sudah berganti pakaian, dan memakai make up, jadi tidak sedikit pun ia terlihat pucat


akhirnya sorenya, Taehyung mengajak Hwajun jalan dan berkeliling ternyata Taehyung mengajak untuk Hwajun tinggal di apartemen nya saja, jad misalkan ingin bertemu, ya ketemu di apartemen


"ini tempat apa?" tanya Hwajun


"ini kamar apartemen aku, aku minta kalau kita ketemuan disini saja, kamu tau kan alamatnya"


Hwajun melihat lihat disekitar ruangan itu, dari sisi ke sisi lainnya, Hwajun memerhatikan pusat keramaian dari balkon juga


"iya tau, aku ingat"


"okeh deh, kalau ketemuan disini, biar gak terganggu terus seperti di dorm tadi"


"okeh"


mereka duduk di balkon apartemen itu sambil menikmati menandangan sambil mereka saling membahas soal kehidupan mereka


Taehyung menanyakan soal ayah ibu Hwajun yang berbeda dari anaknya


"dirumah aku kan dua kali dketemu sama amma lalu sama appa kamu, mereka berbeda ya?" tanya Taehyung


"berbeda apa?"


"beda, sepertinya mereka bertatto, dan jauh dari kata baik"


"iya memang tapi mereka sayang kepadaku"


"iya sih, yang penting sayang ya, kan tampilan bukan hal yang utama"


"iya, aku terima mereka bagaimana pun mereka adalah orangtua bagiku"


esoknya, Taehyung kembali sibuk dengan serangkaian kegiatan, Hwajun juga tidak ada jadwal untuk ia pergi bersama Taehyung jadi ia berkelana lagi sendirian


tak sengaja Hwajun melihat beberapa gerombolan perempuan korea selatan dengan pakaian show yang super mini, penasaran dengan para personilnya disana, jadi ia mengikuti perginya mereka



dan sampai pada dorm mereka, ia mengikuti salah satu personil dari girlgrup idol disana


Minah mendengar seseorang berusaha membuka pintu toiletnya semula Minah berpikir itu hanyalah keisengan member lainnya


ketukan pintu semakin kencang, Minah pun memberanikan diri membuka pintu. namun, ternyata tidak ada seorang pun berada disana


Hwajun lupa, jika ia tidak memakai cincin, tapi ia hanya penasaran kepada Minah karna termasuk menurut Hwajun, Minah itu cantik makanya ia penasaran



ketika sudah ia selesai urusannya karna hanya ingin menjahili Minah dari member Girl's day tadi, Hwajun pergi..


saat ia ingin mengikuti kegiatan bangtan, ia tidak tau dimana bangtan jadi ia pergi ke dorm saja, sampai dorm ia masuk langsung keruangan Yoosaa, tapi Yoosaa bersama salah satu staff pria disana, yaitu Giho


Yoosaa kaget karna Hwajun tiba tiba saja datang dan berdiri disamping Giho


"Giho, apa kamu tidak akan pergi?" tanya Yoosaa


"pergi? ahh kenapa kamu mengusirku?"


"tidak mengusir, kamu janji kan belikan aku minuman diluar kalau kamu pergi akan makan siang, ini sudah siang"


"ah sampai lupa karna aku, tapi aku lupa bilang, uangku gak ada, jadi aku gak pergi"


"oh gak jadi pergi?"


"enggak, hehe kamu saja gih kalau pergi"


"malas ih"


gagal menyuruh Giho pergi, Yoosaa baru ingat jika Hwajun akan bisa mendengar meskipun ia mengatakannya dalam hati


"mau apa Hwa?" tanya Yoosaa dalam hatinya


"aku mencari bangtan dan Taehyung" jawab Hwajun


"di lokasi latihan, dia akan mengisi acara di salah satu gedung acara"


"dimana alamatnya?"


Yoosaa memberikan alamat kepada Hwajun, Hwajun pergi, sesampainya disana, ia masuk dan melihat betapa takjubnya ia dengan isi gedung itu yang sangat mewah


ia mendekati arah lift, karna ia tidak pernah tau lift, ia mencoba masuk sama dengan orang orang yang masuk didalam lift tapi suara peringatan dari lift kalau maksimal pengguna lift tidak diperbolehkan melebihi batas


"lift penuh, harap kurangi jumlah pengguna" ucap operator


semua didalam lift kaget lah


bagaimana tidak, mereka hanya ada 7 orang, maksimal harus naik 8 orang, harusnya malah kurang satu kan, tapi kenapa malah lebih satu?


dan 2 yang termasuk mereka ternyata Hwajun dan salah satu anak kecil yang ada disana


"kamu yang keluar" kata anak itu kepada Hwajun


"kamu lah, aku duluan masuk" kata Hwajun


karna tidak ada yang mau mengalah, jadilah beberapa orang disana memutuskan keluar saja tertinggal ada 2 orang didalam lift, dan pastinya ada 4 pengguna dimana 2 manusia dengan Hwajun dan anak itu


saat lift mulai menutup, 2 orang disana kaget karna lift mengatakan yang keluar ada 5 dan tersisa 4 padahal mereka hanya berdua


tapi karna pintu lift sudah tertutup, mereka tidak bisa berlari dan keringan dingin selama lift jalan, Hwajun bingung apa yang terjadi dengan dua orang itu


pas lift terbuka, mereka berdua keluar malah jatuh pingsan diluar lift, akhirnya dibantu beberapa orang disana


"kenapa mereka" tanya Hwajun


"mereka ketakutan ada kita"


"mereka bisa melihat?"


"gak tau"


Hwajun dan anak itu berpisah, Hwajun jalan kearah lantai dimana bangtan latihan dan sesampainya, ia kaget karna ada sosok menyeram kan sedang mengawasi bangtan


Hwajun menyadari sosok itu sedang memerhatikan bangtan dan sedang mengawasi untuk akan memakan organ dalam salah satu member bangtan ketika mereka lepas kegiatan