Me Born In Death

Me Born In Death
49



"ahh babe" ucap Hwajun


"aku bahkan menunggu mu dari drama ini mulai hingga ending" kata Taehyung


"ya maaf, aku mandi kan memang lama"


"ngapain sih?"


"gak ada, mandi ya ngapain lagi sih?"


"kesal aku nunggu, udah kan? aku sudah bersih mandikannya, ayo tidur"


"yaa"


beberapa hari berikutnya dimana Hwajun kembali dengan kesibukannya, sejak saat itu ia sering mengirim pesan kepada IU dengan pesan perhatian, seperti menanyakan kabar, menanyakan apa sudah makan, dan lain lain


IU merasa Hwajun memang baik, dari sikapnya saja memang anak ini menggemaskan


"aku boleh pinjam charger mu? aku belum membeli charger baru" kata IU pada Kunwoo


"bisa, mana hapemu" tanya Kunwoo


"ini, aku titipkan sekalian, aku mandi"


"yaa"


kebetulan hape IU di charger dengan memakai charger milik Kunwoo karna milik IU rusak dan tidak sempat membelinya baru


disinilah dimana Hwajun akhirnya mengirim pesan lagi kepada IU


"hai unnie kau sedang apa?" isi pesan itu


karna Kunwoo akan mengatakan kepada IU soal pesan masuk tapi Kunwoo melihat nama kontaknya adalah "new bestie" ia tidak tau itu adalah Hwajun


ia memanggil IU dikamarnya


"kamu sudah mandi?" tanya Kunwoo


"yaa, aku selesai"


"hapemu ada pesan masuk"


"coba lihat itu dari siapa?"


"new bestie"


"oh itu Hwa, gadis diruanganku saat aku akan fansign kemarin malam, biarkan saja dulu, paling dia hanya menanyakan kabarku dan sedang apa aku, dia seperhatian itu memang"


"ahh"


Kunwoo melihat nama new bestie itu akhirnya baru tau jika itu kontak Hwajun, tak lama IU melihat hapenya dan seperti membalas pesan, dan kembali lagi masuk kamarnya tapi Kunwoo melihat ada kesempatan ia melihat kontak hape Hwajun


ia mengambil diam diam kontaknya dan menyimpannya di hape nya dengan nama H, karna ia memiliki kesempatan sebelum hape IU mati, karna ia tidak tau apa sandi password untuk membuka hape itu, meskipun bisa, kan tidak mungkin membuka dengan lancang


setelah dapat nomor hape Hwajun, Kunwoo kembali dengan posisi normalnya agar tidak mencurigakan bagi IU


beberapa hari berikutnya, Kunwoo memberanikan telfon Hwajun, Hwajun mengangkatnya


"halo, dengan siapa?" sapa Hwajun


"emm halo? ini Hwajun?"


"yaa, saya Hwajun, kamu siapa?"


"saya Kunwoo"


"Kunwoo?"


"yaa, kamu lupa?"


"siapa? hantu ya?"


"kok hantu? bukan hantu aku, manusia ih kamu ini"


"eh, manusia? ada apaa manusia?"


"kok panggil aku manusia?"


"katamu, kamu manusia?"


"yaa aku manusia namaku Kunwoo tapi"


"ahh lalu panggil manusia apa Kunwoo?"


"kenapa dia sepolos ini ya Tuhan" kata Kunwoo dalam hati


"aku memang tidak tau, bukan polos ya" kata Hwajun


"wooh? bagaimana kamu bisa dengar?"


"ya dengar lah, udah kamu siapa?"


"aku Kunwoo, aku boardiguard yang bertemu kamu saat kamu masuk di ruangan IU"


"ahh kamu yang mengusirku kan?"


"aah? aku tidak bermaksud mengusirmu" kata Kunwoo


"aku ingat jelas kamu bicara kasar saat itu"


"yaa maafkan aku, aku harus menjalani pekerjaanku"


"kamu? ada apa?" tanya Hwajun


"ahh, salam kenal, aku Hwajun"


"iya, aku Kunwoo"


mereka berkenalan disana dan mereka membuat janji bertemu malam week end besok, Hwajun menyanggupi karna ia tidak ada kerjaan saat week end, Hwajun menyanggupi juga karna alasan Kunwoo untuk mengajaknya jalan besok week end untuk menebus kesalahan dia kemarin karna sudah bersikap kasar kepada Hwajun


padahal hanya alibinya agar Hwajun tidak menolaknya jalan berdua nanti week ens


hari berlalu, week end tiba, Hwajun berpamitan akan pulang, sementara Taehyung ada urusan untuk acara bts run episode nya


"pulang kemana? mau ke apartemen?" tanya Taehyung


"gak ah, kerumah appa"


"yaudah, hati hati babe"


"yaa"


"i love you" ucap Taehyung


"love you too" jawab Hwajun


Hwajun berpamitan pulang kepada Taehyung dan ia sebenarnya akan pergi jalan bersama Kunwoo


setelah sampai dirumah nya, Hwajun bersiap siap lagi untuk ia akan pergi sorenya bersama Kunwoo, mereka janjian di taman pusat kota dan mereka akhirnya bertemu


"hai paman" sapa Hwajun


"Hwa? kenapa memanggilku itu? memangnya aku terlihat sangat tua?"


"ahh aku memanggilmu agar lebih sopan saja"


"jangan, panggil lainnya, aku terkesan tua jika kau memanggil paman"


"lalu?"


"oppa"


"okeh oppa"


"yaudah, makan? atau jalan?"


"makan dulu lah"


"yaudah ayo"


mereka pergi makan, lanjut nonton, dan pergi jalan jalan sekeliling mall terbesar di seoul itu, mereka jalan berdua dan sebagai quality time untuk lebih berkenalan


"aku antar kerumah mu?" tanya Kunwoo


"tidak oppa, aku bisa pergi sendiri"


"loh jangan, tidak baik, saya juga bukan pria sejahat itu biarkan kamu pulang sendirian"


"emm yaudah"


setelah didepan rumah Hwajun, disini Kunwoo merasa ada yang aneh, bukan karna terlihat jelek atau kusam, rumahnya cukup bagus sejak Hwajun tinggali


tapi karna Kunwoo berpikir ia pernah tau daerah disini dan dulunya itu adalah rumah kosong, tapi mau mengatakannya ia takut dan tidak enak juga jadi lain kali saja


"ini rumahmu?" tanya Kunwoo


"yaa.. mau masuk?"


"sudah malam, tidak enak pada orang tuamu"


"tidak apa kok mereka"


maksud Hwajun mau bukan karna ia ingin menghianati Taehyung, tapi ia memang murni merasa ini hanya pertemanan padahal Kunwoo tidak menganggap jika itu hanya pertemanan bisa


hari hari berikutnya dimana ketika week end lagi, bangtan kosong jadwal, Hwajun memutuskan untuk pulang ke apertemen Taehyung bersama Taehyung


mereka siap siap dan pergi dari dorm, sesampainya di apartemen, Taehyung karna sudah mandi, ia duduk depan ruang televisi, tak lama Hwajun duduk disamping Taehyung


"babe, appa amma kamu tidak ada mengajak kita buat makan malam?" tanya Taehyung


"ahh? tidak ada, memang nya kenapa?"


"yaa gakpapa, kan kamu sudah kubawa buat makan malam bareng keluargaku, kamu kapan ajak aku makan malam dengan keluargamu?"


"bisaa sih tapi kalau menginap gak bisa, kamu tau appaku akan sangat marah, appa ku galak"


"ahh iya juga, terlihat begitu memang, lalu untuk makan malam biasa gakpapa kali? atau bagaimana kita pertemukan keluarga kita?"


"lebih baik itu, aku setuju"


"ya ya? atur waktu lagi deh"


"ya babe"


Hwajun duduk lagi bersama Taehyung, Taehyung diam di apartemennya, siangnya, Hwajun kembali dapat keusilan sang pacar


dimana ketika mereka menonton televisi berdua, mereka menikmati film itu, dan selesai film nya berakhir, Taehyung ternyata menatap kearah Hwajun


"babe? sejak tadi kamu gak fokus televisimu?" tanya Hwajun


"fokus, aku melihatmu kenapa ikut bahagia itu bahagia? tadi kamu marah melihat pemerannya marah?"


"aku terbawa saja"


"dasar polos nya kamu ini" jawab Taehyung mengusap kepala Hwajun