Me Born In Death

Me Born In Death
52



terbilang memang jauh lebih kekar darinya, karna body dari Kunwoo memang tinggi besar, Kunwoo keluar dari mobil yang sama dengan mobil yang mengantarkan Hwajun


"dilantai berapa kamu tinggal?" tanya Kunwoo


"lantai tujuh, karna angka kesukaan Taehyung tujuh"


Kunwoo melirik kearah lantai tujuh dan disalah satu balkonnya bahkan ia tak sengaja melihat ada pria, tidak cukup jelas tapi ia tau pria itu mengawasinya, dan ia berpikir itu adalah Taehyung


lalu Kunwoo masuk didalam mobilnya dan berpikir keras disana soal saingannya berat


yaa bagaimana tidak berat? bahkan ia bersaing dengan Taehyung bangtan apa itu mungkin? dari segi mana pun ia kalah, segi karier, uang, fisik, usia, wajah, semua nya ia jauh kalah dengan Taehyung pastinya lalu masih mau berjuang memiliki Hwajun?


Hwajun pun berjalan masuk ke apartemennya, hingga sampai depan pintu kamarnya, ia memgambil kunci nya dan membukanya, ia sudah pulang larut malam, jadi buka pintu perlahan, masuk dari pintu itu dan menutup pintunya lagi, tapi ketika membalikkan badan akan pergi kekamar, ia kaget ternyata Taehyung berdiri di belakangnya


"astaga, babe?" ucap Hwajun kaget


"hem" jawab Taehyung menatap Hwajun tajam


"eh, hemm hai babe" sapa Hwajun


"hemm, hai hai" jawab Taehyung kesal


"kok belum tidur sih sayang?"


Hwajun mencoba menyentuh lengan Taehyung tapi Taehyung menepis tangan Hwajun, mengindarinya


"babe? oh ya kamu pulang kapan? kok sudah pulang? katanya jam satu?" tanya Hwajun


Taehyung hanya diam, berharap Hwajun tau maksud dari ekspresi wajahnya tapi Hwajun tidak juga paham


"hem, mau makan dulu, mandi dulu, atau langsung mau dihukum?" tanya Taehyung


"emm, baru pulang banget, butuh istirahat ini"


"dari mana kamu selarut ini?"


"jalan jalan saja nyari udara, babe"


"udah bisa bohong?"


"siapa bohong?"


menarik tangan Hwajun lalu mendorongnya ke sofa yang ada di belakang mereka


"jujur saja" ucapnya Taehyung


"ya memang aku jujur" kata Hwajun


"pria mengantarkanmu didepan?"


"kamu tau?"


"jawab!"


"maaf, aku tidak sengaja ketemu kok, bukan janjian"


ia mengangkat tubuhnya lalu membawa ke kamar untuk tetap mendapatkan hukuman


"kan aku sudah jujur babe?" ucap Hwajun


"mikir tidak? sudah pulang nya malam, diluar jalannya sama cowok lain, masih sempatnya berbohong"


"iya kan tapi sudah jujurnya"


"gak ada, aku gak bisa kasih ampun atas kejujuranmu"


"babeee"


Taehyung menghajar Hwajun diatas ranjang tanpa ampun dengan bermain kasar, tidak peduli Hwajun meminta maaf dan meminta ampun berapa kalipun


selama empat jam tanpa berhenti, Taehyung kelelahan dan tidur di samping Hwajun, Hwajun menangis disana, karna masih terasa begitu sakit, perutnya juga sangat keram rasanya


sementara Kunwoo, ia balik ke dorm nya, dia masuk, lalu duduk di samping Byung gu


"dari mana kamu memang?" sapa Byung gu


"aku hanya dari luar saja, refresh otak sejenak"


"ahh"


mereka kembali diam, tak lama iu datang dan duduk bersama mereka, juga bersama tiga manager iu yaitu Jihwan, Hanteo dan Jung Hyun, dan beberapa staff mereka yang lain


mereka membahas untuk acara keluar kota iu, selesai pembahasan, mereka duduk santai bersama disana, hingga akhirnya iu memerhatikan salah satu staffnya itu (Kunwoo) sedang memiliki masalah karna sejak tadi hanya diam


"oppa? kamu memiliki masalah?" tanya iu


"ahh? tidak"


"kenapa sejak tadi diam?"


"hanya tidak tau mau berkata apa"


"ahh"


"emm, aku mau tanya menurut kalian deh" kata Kunwoo


"apa itu?" tanya iu


"kalau kalian dekat dengan seseorang lalu kalian tau dia memiliki pacar bagaimana?" tanya Kunwoo


semua orang disana saling berpandanganan, saling melirik satu sama lainnya


"ohhh jadi ini masalahmu?" tanya Byung gu


"aku tanya, kenapa malah kamu balik tanya?" jawab Kunwoo


"ahh haha iya sorry, okeh gimana tadi?" tanya Byung gu


"kalau kalian dekat dengan seseorang lalu kalian tau dia memiliki pacar bagaimana?" ucap Kunwoo mengulanginya


"hemm, menurutku dulu nih ya" kata Jihwan


"yaa? katakan" kata Kunwoo


"lebih baik kamu mundur, apa kamu tega merusak hubungan orang lain demi kebahagiaan mu sendiri?" jelas Jihwan


"hemm itu kupikirkan"


"malah menurutku nih, lebih baik justru kamu berusaha saja dapatkan dia, kamu kan juga pantas bahagia, punya hak mendapatkannya, bagaimana kalau dia lebih menyukaimu?" tanya Hanteo


"maksudmu aku merebutnya dari pacarnya?" tanya Kunwoo


"kalau bisa? kan dia juga berhak memilih, bagaimana jika ketika dia dapat pilihan antara kamu dan pacar dia tapi memilihmu? gak ada yang salah kan?"


"iya aku juga berpikir kesitu"


"kamu kurang bisa ambil keputusan sendiri hyung, coba ikut kata dirimu sendiri, kami kan hanya masukan" ucap Jung hyun


"aku tidak tau, makanya aku tanya"


"ya kata hatimu bagaimana?"


"aku menyukai nya"


mereka kembali diam beberapa saat dengan saling melirik satu sama lainnya, staff lain malah menahan senyum senyum mereka


"kenapa kalian?" tanya Kunwoo


"jadi benar itu masalahmu?" tanya Byung gu


"bukan"


"bukan gimana? kamu jelas tadi mengatakan kalau kamu menyukainya menurut perasaanmu"


"ahh itu.. kan misalkan"


"sudah lah jangan mengelak, kami berteman denganmu memang tidak lama tapi cukup lah untuk mengenal siapa dirimu"


"kamu suka sama seseorang gadis?" tanya iu


Kunwoo menarik napasnya perlahan dan melepaskannya perlahan juga, sudah cukup jadi jawaban atas pertanyaan iu


"boleh aku angkat bicara?" tanya iu


"yaaa boleh, tentu, katakan" jawab Kunwoo


"emm, menurutku? lihat dulu bagaimana hubungan kamu dengan dia, dia dengan pacarnya, dan bagaimana hubungan kamu dengan pacar dia?" jawab iu


kembali lagi mendengar itu, nyali Kunwoo malah down, dimana ia tau pacar gadis yang dia sukai bukan orang biasa


semua staff melirik kearah iu, iu merasa bersalah dengan ucapannya malah..


"ahh oppa, apa aku salah mengatakan sesuatu? maafkan aku" kata iu


"tidak salah, kamu malah benar, untuk itu aku makin pusing" jawab Kunwoo


"memang siapa gadis yang kau sukai?" tanya Jihwan


"apa dia bagian dari kami?" tanya Hanteo


"atau dia orang lain diluar kami? siapa namanya?" tanya Junghyun


"bukan bagian dari kami, tapi kalian mengenalnya, dan tidak mungkin bila aku mengatakan siapa" kata Kunwoo dalam hatinya


"okeh, jangan paksa dia mengatakan, dia butuh privasi" kata iu


"kurasa benar" jawab Kunwoo


mereka tidak lagi membahas itu karna iu benar, Kunwoo juga memiliki privasi, ia tidak perlu mengatakan siapa gadis itu karna itu haknya sendiri


beberapa hari berikutnya..


ketika Kunwoo sedang bersama iu di dorm tidak ada acara diluar, Kunwoo ingin mengatakan sebenarnya soal ia menyukai Hwajun