
yaitu dimana jadi keputusan permintaan agar selepas SMA menikahkan saja mereka berdua
"jadi begini buk, pak, sekalian berkumpul nih semuanya kan, saya mau membuat ucapan dulu mewakili Taehyung" kata ayah Taehyung
"oh bisa pak, silahkan" kata Dongchun
"jadi saya mau melamar sekarang Hwajun untuk Taehyung"
Dongchun dan Junlee saling melirik dan mengatakan tidak untuk keputusan sekarang, karna mengingat bagaimana perjalanan Hwajun anak mereka masih lah jauh
"kami tidak berhak menolak buk, pak, tapi saya sebagai orang tua Hwa, kalian tau bagaimana sekolah anak saya baru lulus biarkan dulu anak saya mengurus ini kuliah hingga selesai" kata Dongchun
"bisa kan pak menikah sambil kuliah?" tanya ibu Taehyung
"iya buk, bisa nya bisa, tapi anak saya kan bagaimana hamil dengan fokus kuliah?" tanya Dongchun
akhirnya ayah ibu Hwajun mengambil keputusan untuk boleh hubungannya lebih tapi hanya sekedar bertunangan, itu diajukan oleh Junlee dan Dongchun juga, untuk menjaga hubungan mereka berdua
dan keputusan berakhir kepada pertunangan sembari menunggu waktu 10tahun kedepan untuk melangsungkan pernikahannya
mereka melanjutkan lagi makannya, tapi saat Hwajun dan ibunya memesan menu yang berbeda, Hwajun melihat makanan pesanannya sepertinya rasanya terlalu menyengat, Hwajun melirik milik Junlee
Junlee paham, ia menukarkan makanan miliknya dengan milik anaknya, melihat itu, ibuk Taehyung heran
"Hwa? kenapa?" tanya ibu Taehyung
"ahh? gak ada kok bi, kenapa?"
"itu sama amma kamu kenapa ditukar?"
"oh ini makanannya terlalu menyengat rasanya, aku tidak suka bi, aku biasa makanan hambar" kata Hwajun
"oh ya? kok bisa gitu?"
"sudah kebiasaan dari kecil itu buk" jawab Junlee
"oh ya? bisa ya hehe, kalau saya malah gak suka gak begitu terasa"
Taehyung melihat itu jelas paham apa yang dirasakan Hwajun, ia tau Hwajun tidak suka makanan terlalu terasa menyengat makanannya, dulu bahkan sering jika makanannya terlalu terasa, ia meminta Taehyung menyesapnya agar rasanya menghilang
Taehyung melihat kelakuan Hwajun dengan kebiasaan yang aneh menurut orang asing itu, tapi mampu membuat Taehyung tersenyum lebar karna gemas
waktu berlalu, Hwajun sibuk dengan dua kesibukannya yaitu mempersiapkan awal masuk kuliahnya dan juga mengurus persiapan untuk tunangan Hwajun Taehyung
saat Hwajun merasa kampus sebesar itu sepi padahal banyak murid lalu lalang disana tapi karna tidak ada yang mengenali nya sama sekali jadi terasa sepinya
"Hwaa" sapa Tonmi
"pak Tonmi?" sapa Hwajun
"kenalkan dulu, ini anak pak Tonmi, dia yang sudah mengurus kampus ini, sejak saya pensiun" kata Tonmi
Tonmi datang bersama anak laki lakinya yang menjadi dosen utama dikampus itu menggantikannya, Tonmi mempertemukan Hwajun dan anaknya agar bisa saling mengenal dan tau masing masing posisi nya
jadi Hwajun adalah murid rekomendasi tapi anak laki laki Tonmi ya adalah investasi untuk Tonmi melanjutkan kampus besarnya
"salam kenal, saya Hwa Joon Lee" sapa Hwajun
"wooh korea ya?"
"haha iya pak, saya asli korea"
"ahh. saya paham bahasa sana, boleh pakai bahasa sana"
"boleh"
"ya boleh. salam kenal dulu, saya Sonny" kata anak Tonmi
"salam kenal pak Sonny" sapa Hwajun
"yaa Hwajun, Hwajun kan?"
"hehe iya pak"
setelah diawal tahun sebelum mengawali perkuliahan, akhirnya Hwajun dan Taehyung mengadakan pertunangan yang akan dihadiri keluarga dan teman teman dekat saja termasuk tiga teman Hwajun di SMA, dan juga sahabat Hwajun yaitu Mingshi, dari Taehyung akan kedatangan bangtan juga
acara di adakan di amerika, mengingat Hwajun tidak mungkin untuk bertunangan di korea utara karna Taehyung dari korea selatan, tapi tidak mungkin juga bertunangan di korea selatan mengingat ada privasi yang perlu sangat dijaga oleh setiap idol dalam hubungan mereka
acara akan dimulai...
"kamu kenapa?" tanya Taehyung
"kan ada aku, mana tangannya, genggam aku"
Hwajun menggenggam tangan Taehyung dan memulai acara pertunangannya, bertukar cincin dan beberapa sederet acara lainnya
kedatangan banyak tamu undangan dari keluarga dan teman teman dekat, semua tamu undangan memberikan selamat
pihak bangtan dan staff tidak menyangka jika akhirnya Taehyung mendapatkan yang ia cari selama ini pernuh perjuangan dan membuang waktu
"waah Taehyungie" sapa Jimin
"Jiminie makasih, bangtan makasih" kata Taehyung
"makasih kalian datang ya" kata Hwajun
"selamat ya, Hwa dan Taehyung, semoga terus diberi kelancaran perjalanan kisah cinta kalian" kata Namjoon
dimana semuanya ternyata tidak menyangka jika pacar Taehyung cukup cantik alami, benar seperti yang dikatakan Taehyung, bahkan murid pintar disekolah nya yaa tidak rugi lah mengiklaskan Taehyung untuk Hwajun
pihak teman teman Hwajun juga tidak menyangka jika sahabatnya itu menjalin pertunangan dengan idol terkenal dengan ketampanannya adalah Taehyung
"Hwaa?" sapa Jossie
"Jossiiiie" sapa Hwajun memeluknya
"selamat ya, semoga kalian terus bersama sampai ke pernikahan" kata Yuuto
"Yuuto makasih ya" kata Hwajun
"Hwa, aku berharap kalian terus bahagia ya, jangan lupakan kita temanmu" kata Huanran
"pastilah" jawab Hwajun
"makasih ya sudah mau datang" kata Taehyung
"pasti, aku datang sebagai tanda support ku terhadap Hwa" kata Huanran
"Huaaan, makasih" kata Hwajun
"meskipun kita sering candaan, ejek ejek, tapi aku sayang banget sama teman terbaik" kata Huanran
"eh ada kado buat kamu, tadi sudah kubawakan sih, patungan sama Yuuto sama Huan" kata Jossie
"ohhh makasih kalian ya" kata Hwajun
"tapi ada kado lagi satu" kata Jossie
"oh ya? apa?"
"kami berhasil dan lulus seleksi masuk menjadi murid di kampus pak Tonmi" kata Jossie
"ahh? serius?"
"iya serius, tapi kami jalur test, jadi berjuang mengalahkan peserta yang lainnya"
"iya gakpapa lah, kalian berhasil atas perjuangan ini, jadi kita bisa masih bareng kan?" ucap Hwajun
"iyaa, aku senang pas tau lulus dan mereka berdua juga" kata Jossie
"serius ini? terus memangnya kalian mau ambil untuk fakultas apa?" tanya Hwajun
"Hwa, itu pikirkan nanti, kamu masih sibuk ini, selesaikan dulu lah acaramu" kata Huanran
"iya bener, nanti kapan kita bahas lagi gampang" jawab Jossie
"iya"
Jossie, Huanran dan Yuuto memang ikut jalur test masuk kampus tapi mereka diterima, meskipun tidak masuk kampus dengan terhormat seperti Hwajun, setidaknya bisa lagi lah satu kampus sama Hwajun
"aku pikir masih mimpi melihat kalian bertunangan" kata Jossie
"loh ada apa?" tanya Hwajun
"yaa lah, aku saja kepikiran dekat saja sama Taehyung sama bangtan gak ada, sekarang malah bisa sering ketemu"
"ah Jossie, kamu juga teman baik buat ku membantuku dekati dia (Hwajun) aku terimakasih buatmu, buat kalian (Huanran dan Yuuto) juga" kata Taehyung
mengingat bagaimana Jossie berjuang tenaga dan uang hanya sekedar melihat bangtan konser