
sesampainya di apartemen, Hwajun masuk pintu utama dan masuk kamar, Taehyung langsung mendorongnya keatas ranjang tidur itu
"astaga babe, apa sih?"
"ayo" kata Taehyung dengan merengek
"apa?"
"asssh jangan berpura pura tidak tau lah"
"apa?"
"main"
mereka kembali melakukan hubungan badan hari itu, Hwajun berduaan dengan Taehyung di depan televisi, sembari membahas beberapa kegiatan berikutnya untuk kesibukan Taehyung yang akan ada single baru nanti
Taehyung dengan super jahilnya memiliki pikiran bagaimana cara mengerjadi pacarnya itu yaitu dengan salah menyebut nama orang lain
"babe" panggil Taehyung
"yaah? tunggu, au menjemur pakaian"
"emm"
Hwajun tak lama menghampiri Taehyung dan menanyakannya
"apa babe?" tanya Hwajun
"babe, ini tolong dong aku haus, ambilkan air dingin di lemari es itu"
"ahh baik"
Hwajun memberikannya tapi bukan botol yang itu
"bukan ini babe, yang merah, botol merah" jawab Taehyung
"kenapa ini? sama saja kan punya mu?"
"lebih dingin yang merah karna sudah agak lebih lama masuknya"
"ahh, okeh tunggu"
Hwajun kembali ambil air yang dibotol merah dan memberikannya lagi, tapi disaat inilah Taehyung mengatakan salah sebut panggil nama
"ini?" tanya Hwajun
"nah, bener, makasih Woo Jun"
"ahh? Woo Jun? siapa dia?" tanya Hwajun
"ahh aku bilang Hwajun"
"aku dengar ya, kamu Woo Jun, bukan Hwajun, beda, itu beda"
"ahh salah kamu dengar, maksudnya Hwajun"
"gak ada, gak gak, kamu bohongi aku ini siapa Woo Jun?" tanya Hwajun
"ayolah jangan marah babe, kamu belum selesai menjemur? sana menjemur, aku hanya salah panggil"
"bener kan? siapa terus itu Woo jun"
pertanyaan terus dijejali kepada Taehyung, padahal Taehyung mengasal saja mengasih nama itu, dan Hwajun malah meminta terus jujur, Taehyung berusaha meyakinkan dan karna tidak kuat takut jika Hwajun marah, Taehyung menjelaskan ia hanya jahil
Hwajun kesal, ia dibuat cemburu itu kesal, apalagi sampai memanggil nama gadis lain didepannya, Hwajun mencari tau dengan membaca pikiran Taehyung tapi benar tidak ada maksud Taehyung selain mengerjainya jadi Hwajun merasa aman karna nama Woo jun tidak nyata
setelah empat jam berikutnya, Taehyung mendapatkan telfon, ternyata dari managernya untuk mengurus single baru Taehyung sore itu karna ada sedikit masalah membutuhkan Taehyung datang
Taehyung menutup telfonnya dan memanggil Hwajun lalu menjelaskan sekalian juga meminta izin karna ia akan pergi sore itu
"aku pergi ke agenci babe, ada urusan single ku" kata Taehyung sembari bersiap siap
"wooh, ada apa kok mendadak? aku tidak ada kabar?"
"tidak, ini urusan lagu saja"
"ahh, pulang kapan?"
"tidak tau, kalau sampai larut malam ya gak pulang paling"
"ahh, terus aku disini sendirian?"
"ya lah, udah disini saja jangan kemana mana"
"aaarggh"
Taehyung sudah siap dan membawa tasnya lalu mencium kening Hwajun, Hwajun merasa aneh, biasa nya Taehyung selalu mengucapkan "i love u" dalam ucapan bahasa inggris, bukan "saranghae" seperti ucapan dari korea, tapi ini tidak ia katakan
"weeh?"
"ada yang ketinggalan?"
"apa?"
"aku tanya"
"oh tidak sudah pas kubawa, bye babe"
Taehyung yang jahil memang sengaja membuat Hwajun penasaran karna ia tidak mengucapkan hal biasa nya ia katakan, itu memang kejahilan Taehyung, itu satu dari seribu kejahilannya
semua karna Taehyung penasaran apa Hwajun juga memerhatikan hal kecil didalam hubungan percintaannya bersama Taehyung
"babe?" teriak Hwajun lagi
"weeeh?" tanya Taehyung lagi
"kamu melupakan sesuatu?"
"tidak, apa? aku lupa apa? tidak ada babe" ucap Taehyung
"ahh" jawab Hwajun kesal
"yaudah aku pergi, aku sudah ditunggu"
saat Taehyung membuka pintu kamar apartemen itu, Hwajun berteriak "i love you" dengan cukup keras karna ia sudah gemas
"weeeh?" jawab Taehyung
"i love you" kata Hwajun
"yaa"
"baaaaabbee" teriak Hwajun
"apa lagi loh?"
"kenapa sih kamu? marah ya sama aku? aku ada salah ya sama kamu? aku minta maaf babe jangan marah, yaa" kata Hwajun
"hehe aku bercanda kok, hahaha lucu kamu kalau dikerjain gini"
"baaaabe" teriak nya lagi
Taehyung menutup pintunya lagi dan mendekati arah Hwajun lalu mencium bibir Hwajun..
"harusnya tanpa begitu kamu sudah tau kalau aku cinta sama kamu kan?" tanya Taehyung
"yaa tapi aku sudah terbiasa soal ini, tolong jangan hilangkan lagi kebiasaannya" ucap Hwajun
"iyaa, kamu segitu cinta ya sama aku? sampai hal kecil wajib di lakukan?"
"babe? kenapa masih tanya? asal kamu tau, aku berpacaran ini yang pertama, meskipun aku tau kamu tidak"
"iya babe, kamu tidak pertama tapi untuk terakhir dan selamanya, love you babe" ucap Taehyung mencium kening
"love you to, hati hati dijalan nya"
"iyaa"
Taehyung pun keluar dengan wajah semringah nya karna ia selalu dibuat cinta oleh gadis yang hanya mengerti perasaan cinta untuk dirinya, ini gadis yang ia inginkan dimana seorang gadis polos yang tidak mengerti apa itu cinta selain bersama nya
sore itu, karna bosan didalam apartemen, Hwajun melihat televisi dan pas sekali ketika memutarnya adalah film diperankan oleh IU
"pemeran ini bernama IU?" ucapnya dalam hati
ia mengingat bagaimana Jungkook selalu mengatakan tipe ideal nya adalah gadis itu, Hwajun melihat dengan cukup dekat kearah IU disana, memerhatikan dari televisi memang IU cukup cantik
"waah cantik benar dia sih, aku jadi penasaran bertemu dia bagaimana secara langsungnya" gerutu Hwajun
akhirnya Hwajun pun memutuskan untuk masuk ke acara tersebut melalui televisi itu dan meninggalkan kamar apertemen Taehyung, tapi ia tidak lupa mematikan televisinya setelah ia masuk dalam televisi itu
Hwajun sampai di tempat acara itu, ia melihat sekelilingnya dan mendapatkan IU disana, ia duduk disalah satu sisi peserta talkshow itu dan mengikuti kemana mana perginya IU
IU selesai acara, ia balik ke agenci nya, dan ia beristirahat diruangan latihannya, Hwajun mendekati arah IU dan melihatnya dengan jarak cukup dekat dan menatap wajah IU
"ahh asli memang dia cantik ya" kata IU dalam hati
tapi disinilah keusilan Hwajun mulai muncul, malamnya selesai IU beristirahat, ia duduk beberapa saat menenangkan pikirannya dulu karna harus bangun setelah tidur yang tidak begitu lama
waktu itu IU melihat managernya memasuki ruang rekaman, lalu IU pun mengikutinya dari belakang, namun saat sampai di dalam, ia tak melihat managernya, ia pun bertanya pada staff yang ada disana bersama nya
"hanya ada kita berdua di ruangan ini" jawab staff itu
IU pun terkejut, karena ia merasa yakin melihat managernya itu masuk keruangan itu, namun beberapa saat kemudian, managernya keluar dari ruangan yang berbeda dan lumayan jauh dari ruangan rekaman