Me Born In Death

Me Born In Death
65



"dirumah kamu gak ada televisinya?" tanya Taehyung


"iya, kami semua bukan penonton televisi" kata Hwajun


"lalu kalau mau lihat televisi?"


"gak ada yang mau lihat sama sekali disini babe, beneran, pada bukan penyuka nonton"


"ya aku tanya kalau misalkan ingin lihat? bagaimana?"


"kan ada hape, sekarang apa saja ada di hape"


"oh ya juga"


saat Hwajun duduk berdua, Yunsi ikut duduk dengan mereka


"yaa Taehyung, disini memang orang orang nya jarang dirumah, jarang menonton televisi, jadi tidak ada televisi" kata Yunsi


"iya appa sama amma jarang dirumah karna urusan kerjaannya juga" kata Hwajun


"kalau Mirseong juga bukan penonton televisi, dia gak suka" jawab Yunsi


"kalau aku mending langsung ke tempat tempat mana ada aku mau dari pada menonton" jawab Mirseong ikut duduk


setelah Yunsi, disusul Mirseong dan tak lama juga Yuski ikut bergabung duduk bersama Hwajun dan Taehyung


"apalagi Hwajun, sejak dia bekerja di tempat kerjanya ini, dia sudah jarang sekali pulang" sambar Yuski


"memang kerjaan aku harus lebih banyak disana pa" jawab Hwajun


"tapi kan kalau kosong jadwal juga akan pulang?" tanya Taehyung kearah Hwajun


"iya kok, sering juga kan Hwajun pulang pa"


"yaa jarang lama, seperti sekarang kan"


mereka mengobrol banyak hal, tentang televisi, tentang bagaimana mereka tidak suka dan bukan orang penunggu layar televisi


disini Taehyung melihat ada yang unik dari keluarga pacarnya, bagaimana tidak, di jaman dimana televisi adalah barang wajib dirumah tapi keluarga pacarnya tidak membelinya meskipun mereka tidak terbilang orang susah


Taehyung juga merasa keluarga Hwajun unik karna disini Taehyung melihat, antara Hwajun, ayahnya, ibunya, dan kakaknya, berbeda semua


melihat Yuski, terlihat galak, wajahnya sangar, terkesan memang seperti preman, bahkan bertato juga bertindak, bicara dengan nada memang sedikit kasar.


sementara melihat Yunsi, sama saja dengan ibu ibu lainnya tapi lebih terbilang sangar karna Yunsi bertatto dibeberapa bagian tubuhnya.


sementara Mirseong, ceplas ceplos, sangat jauh dari kata feminim dan lembut, intinya beda dari Hwajun 180 derajat.


padahal Hwajun sendiri terlihat masih polos, tidak ada tatto sedikitpun, lembut juga, asik orangnya, jauh dengan keluarganya


bahkan Hwajun yang utama mampu membuat Taehyung nyaman, meskipun Taehyung agak risih dengan keluarga Hwajun karna penampilan mereka saja sisanya mereka baik kok


Taehyung melihat betapa baiknya keluarga Hwajun menerima orang asing seperti nya yang baru ia kenal, dan itu sebelumnya sudah dirasakan oleh Hwajun


dimana ketika ia bertemu keluarga Taehyung dan diperlakukan baik, ia merasa jika ia dihargai, untuk inilah kenapa Yunsi dan Yuski memperlakukan Taehyung dengan sangat baik karna mereka tau bagaimana keluarga Taehyung memperlakukan anaknya dengan baik


"sudah malam, kalian tidak tidur? saya mengantuk, saya tinggal ya" kata Yuski


"iya udah, tidur sana, saya juga tinggal ya" kata Yunsi


"ya ma, pa" jawab Hwajun


"ya bibi, paman" jawab Taehyung


"Hwaa, aku pergi keluar sama teman temanku" kata Mirseong


"yaa, byebye"


"bye"


setelah tinggallah Hwajun dan Taehyung...


"kakakmu pergi semalam ini?" tanya Taehyung


"emm, iya"


"tanpa sepengetahuan appa amma kamu?"


"tau, appa amma ku tau, biasa memang Mirseong keluar malam hingga pagi" jawab Hwajun


"serius? kok boleh? jangan jangan kamu dulu begitu ya?"


"gak lah"


"tapi aku gak sering kok"


"hemm"


minus lagi bagi Taehyung untuk penilaian kakak perempuan pacarnya karna berpakaian sangat mini, serba terbuka, terbilang juga Mirseong selalu keluar malam, itu terkesan bukan wanita baik baik padahal jangan kan Mirseong, bahkan Hwajun pun akan lebih memyukai situasi malam daripada siang


mereka berdua pergi kekamar, Taehyung pertama kalinya masuk kamar Hwajun, ia duduk diatas ranjang tidurnya


"aku tinggal ambil selimut dulu, disini ada satu" kata Hwajun


"yaa" jawab Taehyung


Hwajun keluar kamar untuk mengambil selimut dikamar Mirseong, sementara Taehyung melihat kearah meja rias dikamar itu, Hwajun masih menyimpan kotak kado pemberiannya yang pernah ia kasih dengan isi make up


Taehyung tersenyum malu ketika bahkan Hwajun menyimpan kotak bungkusnya, make up dari nya juga masih dipakai dan masih ada


"ini selimut, ternyata masih baru dicuci juga, kamu pakai mana?" tanya Hwajun


"babe, ini kamu kenapa simpan?"


"apa?"


"semua? bungkus juga, ini semua dariku ya?"


"iyaa, aku sengaja simpan, sayang kalau dibuang"


"sayang? ahh babe kenapa sayang?"


"ya sayang, itu kan usaha pacarku dulu mendekatiku"


Taehyung terlena dan terlupakan oleh ucapan Hwajun, ia lupa dari cemburunya karna tadi Yuski sempat hampir keceplosan soal Hwajun pernah membawa pria lain pulang


Taehyung mendekati Hwajun, memeluknya, ia mencium pipi Hwajun dan sambil menariknya duduk dipangkuannya, tapi tak lama Yunsi membuka pintu kamar Hwajun melihat itu..


"ahh maaf aku tidak tau, lanjutkan saja" kata Yunsi


"ahh bibi, saya minta maaf" kata Taehyung


"iya gakpapa, lanjutkan saja, gak jadi deh"


"ada apa ma?" tanya Hwajun


"tidak, tadi kamu mencari selimut kan?"


"udah dari kamar Mirseong"


"oh sudah deh, gitu saja, maaf jadi ganggu, ayo lanjutin" kata Yunsi


Yunsi tidak masalah mau anaknya melakukan apa dengan pacarnya, ia memang memiliki pemikiran yang luas dan bebas, apalagi melihat jika Yunsi bukannya manusia, dan Hwajun juga bukan manusia, untuk apa melarang melakukan itu?


apalagi mengingat gaya pacaran diluar negri termasuk korea cukup bebas, jadi itu cukup wajar dilihat


Yunsi keluar lagi, sementara Taehyung menarik lagi Hwajun dan memeluk nya dari belakang


"kamu beneran serius sama aku?" tanya Taehyung


"serius lah, kamu sudah percaya kan? ayah ibuku apalagi kakakku tau kita pacaran" kata Hwajun


"jangan pernah tinggalin aku ya, aku sudah cinta sama kamu, aku bahkan memberikan semuanya buat kamu, jangan tinggalin aku kemana pun kamu pergi, bawa aku" kata Taehyung


"iya babe, ayo ah tidur, aku mengantuk, itu selimutmu"


"yaa"


mereka tidur berdua dkasur yang sama dan tidur sembari saling berpelukan, paginya saat bangun, Taehyung dan Hwajun keluar kamarnya, Taehyung melihat tidak ada orang sama sekali


"appa dan amma tidur?" tanya Taehyung


"iya biasanya jam segini masih tidur" kata Hwajun


"terus nuna?"


"Mirseong? paling dikamarnya"


"kita kan mau pergi gimana pamitannya?"


"langsung pergi saja sudah, mereka pasti sudah tau"


Hwajun pun pergi bersama Taehyung berdua, mereka pergi memakai baju couple serba hitam, hanya kemeja nya putih, karna baik Hwajun dan Taehyung sama sama memakai celana bahan berwarna hitam, baju kemeja putih, jaket kaos hitam, kacamata dan topi hitam dengan sepatu couple merah